lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau 200 ibu hamil KEK atau kekurangan energi kronis yang belum memperoleh Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Langkah tersebut disampaikan saat Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan meninjau Dapur MBG di Kecamatan Indihiang, Selasa, 1 September 2026.
Pemkot mengarahkan program MBG untuk melengkapi intervensi gizi yang sudah berjalan melalui program Tasik Gemas atau Gerakan Masyarakat Sehat. Sasaran khususnya adalah ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis yang belum terjangkau PMT.
200 Ibu Hamil KEK Jadi Sasaran
Pemerintah Kota Tasikmalaya mencatat sasaran intervensi melalui sinergi program tersebut mencakup 200 ibu hamil KEK. Pemkot belum merinci dalam keterangan resminya berapa orang yang sudah mulai menerima dukungan MBG maupun waktu pelaksanaan intervensi untuk seluruh sasaran.
Viman menyampaikan penanganan stunting melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas PPKBP3A, Dinas Kesehatan, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan. Pengelola Dapur MBG juga dilibatkan dalam skema tersebut.
Kolaborasi itu diarahkan untuk memastikan kelompok rentan memperoleh asupan gizi yang memadai. Pemerintah kota juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan perlu benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh penerima manfaat.
Program untuk ibu hamil KEK tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mencegah munculnya kasus stunting baru. Namun, pernyataan resmi Pemkot Tasikmalaya belum memuat data terbaru mengenai jumlah kasus stunting maupun perbandingan prevalensinya dengan periode sebelumnya.
Dapur MBG Indihiang Gunakan 75 Persen Bahan Lokal
Selain aspek gizi, Pemkot Tasikmalaya menyebut sekitar 75 persen bahan baku yang digunakan Dapur MBG Indihiang berasal dari wilayah Kota Tasikmalaya. Dapur tersebut juga melibatkan 47 tenaga kerja yang merupakan warga Kota Tasikmalaya, termasuk warga dari kelompok desil 1 dan 2.
Penggunaan bahan pangan lokal sejalan dengan arah pemerintah kota yang sebelumnya mendorong keterlibatan petani lokal dalam pelaksanaan MBG. Dalam Musrenbang sektoral pada Februari 2026, pemerintah kota juga menempatkan pemanfaatan program MBG sebagai salah satu peluang untuk memperkuat rantai pangan daerah.
Dengan sasaran ibu hamil KEK yang belum memperoleh PMT, pelaksanaan program selanjutnya akan bergantung pada cakupan penerima serta mekanisme penyaluran yang diterapkan. Keterangan resmi pemerintah kota sejauh ini belum menjelaskan jadwal maupun skema pemberian MBG kepada 200 ibu hamil tersebut secara rinci. (NS/AS)







