lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. IBCA MMA Tasikmalaya membuat kejutan di ajang Temu Tarung Garut. Klub MMA Kabupaten Tasikmalaya yang masih dalam tahap merintis itu berhasil membawa pulang 11 medali dari 11 atlet yang diturunkan.
Capaian tersebut terasa manis karena seluruh atlet yang tampil sukses naik podium. Dari total medali itu, IBCA MMA Kabupaten Tasikmalaya meraih 6 medali emas dan 5 medali perak.
Try Out Menuju Porprov 2026
Sekretaris Umum IBCA MMA Tasikmalaya, Tegar Estianto, mengatakan keikutsertaan timnya dalam Temu Tarung Garut bukan sekadar berburu medali. Ajang tersebut sengaja dijadikan try out resmi untuk mengukur kesiapan atlet jelang Porprov 2026 cabor MMA.
Menurut Tegar, Temu Tarung Garut menjadi arena penting untuk melihat sejauh mana kesiapan mental, strategi, teknik, dan daya tahan para atlet saat berhadapan langsung dengan lawan di atas arena.
“Kami sengaja ikut Temu Tarung Garut sebagai try out atlet MMA untuk jelang Porprov 2026 cabor MMA. Tujuannya melihat mental tanding, strategi, dan kekurangan yang masih harus dibenahi sebelum naik ke level provinsi,” kata Tegar, Jumat, 26 Juni 2026.
Hasilnya di luar dugaan. Seluruh atlet yang dibawa berhasil mempersembahkan medali. Tegar menyebut pencapaian itu menjadi bukti kerja keras atlet dan tim pelatih, meski waktu persiapan terbilang singkat.
“Alhamdulillah atlet kami meraih enam emas dan lima perak. Ini capaian yang sangat membanggakan untuk tim yang baru merintis,” ujar Tegar, yang juga pelatih sekaligus atlet IBCA MMA profesional.
Sejumlah atlet yang mencatat prestasi dalam ajang tersebut antara lain Savaira Nurtanisha Tantowi di kelas 61 kg, Nazma Sofi Sabrina 77 kg, Kamal Akmaludin 61 kg, M. Riziq Ramdani 52 kg, dan Raziq Pratama Liraputra 65 kg.
Sementara itu, atlet lain yang turut naik podium yakni Rio Cahyadi 70 kg, Ruslan Nurjaman 52 kg, Tyas Rianti 52 kg, Elisa Bahtiar 56 kg, Mahesa Kusuma 83 kg, serta Al Kahfi Muhammad Pahlevi 61 kg.
KONI Apresiasi Prestasi Atlet MMA Tasikmalaya
Tegar menegaskan, meski masih merintis, IBCA MMA Tasikmalaya tidak ingin hanya menjadi pelengkap dalam pembinaan olahraga bela diri campuran di Kabupaten Tasikmalaya. Ia menyebut hasil di Temu Tarung Garut menjadi modal penting untuk menatap Porprov 2026.
“Kami sadar IBCA MMA Kabupaten Tasikmalaya masih merintis. Tapi kami tidak mau jadikan itu alasan. Dengan hasil ini kami berharap bisa berbuat banyak di Porprov 2026. Targetnya jelas, memberikan kontribusi medali untuk Kabupaten Tasikmalaya,” tegasnya.
Prestasi tersebut juga mendapat apresiasi dari KONI Kabupaten Tasikmalaya. Sekretaris Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna, menilai keberhasilan para atlet MMA itu menjadi sinyal positif bagi pembinaan olahraga prestasi di daerah.
“Kami apresiasi prestasi teman-teman di IBCA MMA Tasikmalaya. Ini langkah positif untuk semakin berprestasi ke depan. Kami harapkan bisa meraih hasil maksimal di Porprov nanti,” kata Nana Sumarna.
Menurut Nana, raihan medali di ajang try out seperti Temu Tarung Garut penting untuk mengukur kesiapan cabang olahraga sebelum tampil di level yang lebih tinggi. Apalagi Porprov menjadi panggung besar bagi daerah untuk membuktikan hasil pembinaan atlet.
Ke depan, IBCA MMA Kabupaten Tasikmalaya akan fokus melakukan evaluasi teknik, menambah jam sparring, serta mengikuti sejumlah kejuaraan pra-Porprov. Langkah itu dilakukan agar para atlet semakin matang, bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga siap secara mental dan strategi.
Dengan modal 11 medali dari Temu Tarung Garut, IBCA MMA Tasikmalaya kini punya bekal percaya diri. Ringkasnya, mereka datang sebagai tim perintis, pulang sebagai pembawa ancaman. Lawan boleh mencatat nama mereka dari sekarang, sebelum nanti kaget di arena. (AI/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

