lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. BSMSS 2026 Tasikmalaya resmi ditutup di Kantor Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (26/6/2026). Program Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa tersebut meninggalkan hasil nyata berupa pembangunan jalan semi hotmix sepanjang 1.500 meter dan bantuan sembako bagi warga kurang mampu.
Penutupan kegiatan yang dilaksanakan Kodim 0612/Tasikmalaya itu berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga Desa Jahiang tampak antusias menyambut rampungnya pembangunan jalan yang selama ini menjadi kebutuhan penting masyarakat untuk aktivitas pendidikan, kesehatan, pertanian, dan ekonomi.
Jalan Semi Hotmix 1,5 Km Jadi Bukti Nyata BSMSS
Program BSMSS 2026 Tasikmalaya tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial. Di Desa Jahiang, kegiatan tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Salah satu hasil utamanya adalah jalan semi hotmix sepanjang 1.500 meter dengan lebar 2,5 meter. Jalan tersebut membelah kawasan Desa Jahiang dan membuka akses warga menuju wilayah sekitar.
Bagi masyarakat, jalan baru itu bukan sekadar permukaan aspal. Infrastruktur tersebut menjadi jalur penting bagi anak-anak menuju sekolah, warga yang membutuhkan layanan kesehatan, hingga petani yang membawa hasil panen ke pasar.
“Jalan ini bukan hanya aspal. Ini adalah akses anak-anak ke sekolah, ibu-ibu ke puskesmas, dan hasil tani warga ke pasar. Konektivitas naik, ongkos turun, ekonomi bergerak,” ungkap salah seorang warga.
Acara penutupan turut dihadiri Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf. M. Imvan Ibrahim. Hadir pula unsur pemerintah daerah, Forkopimcam Salawu, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan warga Desa Jahiang.
Suasana penutupan berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat. Sorak gembira warga mengiringi pengguntingan pita sebagai tanda selesainya pembangunan jalan hasil program BSMSS.
Dandim: Kemanunggalan TNI dan Rakyat Bukan Slogan
Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf. M. Imvan Ibrahim menegaskan, BSMSS merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan yang berhasil diselesaikan di Desa Jahiang menjadi bukti bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan besar di tengah masyarakat.
“Melalui BSMSS kita buktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan slogan. Kita turun langsung, kerja bersama, dan hasilnya bisa dirasakan warga hari ini juga,” tegas Dandim Imvan.
Ia berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat dirawat bersama dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dandim juga berpesan agar semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan BSMSS tidak berhenti setelah kegiatan resmi ditutup.
“Jika jalan sudah bagus, maka aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan harus ikut naik kelas,” tambahnya.
Selain pembangunan fisik, Kodim 0612/Tasikmalaya juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial dalam program BSMSS 2026.
Warga penerima bantuan tampak haru dan menyampaikan terima kasih kepada TNI serta pemerintah yang telah hadir membantu masyarakat Desa Jahiang.
Bagi Desa Jahiang, BSMSS 2026 Tasikmalaya meninggalkan dua warisan penting. Pertama, infrastruktur jalan yang membuka akses warga. Kedua, semangat kebersamaan yang menguatkan hubungan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.
Jalan sepanjang 1,5 kilometer itu kini menjadi simbol bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, pembangunan bisa terasa lebih cepat, lebih dekat, dan lebih membumi. Bukan cuma jalan yang di-hotmix, harapan warga juga ikut mulus. (KRS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

