lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. PLN Tasikmalaya bergerak cepat merespons laporan warga terkait pagar rumah yang diduga bertegangan listrik di Parakanyasag, Kota Tasikmalaya, Jumat (26/6/2026).
Peristiwa itu bermula dari cerita seorang anak bernama Feli, siswi kelas 2 salah satu madrasah ibtidaiyah di Kota Tasikmalaya. Saat hendak pergi ke warung yang lokasinya tidak jauh dari rumah, Feli tiba-tiba berlari ke dalam rumah sambil menangis. Kepada ibunya, Feli mengaku kesetrum setelah memegang pagar rumahnya.
Berawal dari Anak yang Menangis Setelah Pegang Pagar
Ibunya Feli, Nani (35), awalnya terkejut melihat anaknya masuk rumah dalam keadaan menangis. Setelah ditanya, Feli menyampaikan bahwa tangannya terasa seperti tersengat listrik ketika menyentuh pagar.
Cerita Feli membuat Nani teringat kejadian pada pagi hari sebelumnya. Sekitar pukul 07.30 WIB, saat hendak mengantar Feli berangkat sekolah, Nani mengaku sempat merasakan hal serupa ketika menyentuh pagar rumah tersebut.
Namun, karena sengatan yang dirasakan tidak terlalu besar dan ia sedang terburu-buru, Nani tidak langsung memeriksa lebih jauh. Ia mengira kejadian itu hanya rasa kaget biasa.
Kekhawatiran baru muncul setelah anaknya mengalami hal serupa. Nani kemudian menceritakan kejadian itu kepada tetangga sekitar. Dari sana, ia mendapat informasi tambahan bahwa tetangga sebelah rumahnya yang bernama Ibu Nala, juga pernah merasakan sengatan listrik ketika menyentuh pagar rumah tersebut beberapa hari sebelumnya.
Karena kejadian itu tidak hanya dialami satu orang, Nani mulai khawatir pagar rumah tersebut benar-benar beraliran listrik. Apalagi pagar itu berada di lingkungan permukiman dan bisa saja tersentuh anak-anak maupun warga yang melintas.
Nani sempat berniat melapor langsung kepada PLN. Namun karena tidak memiliki kontak layanan yang bisa segera dihubungi, ia kemudian meminta bantuan Redaksi Lintas Priangan untuk meneruskan laporan tersebut.
Petugas PLN Datang Cepat dan Langsung Lakukan Pemeriksaan
Setelah menerima laporan dari warga, Redaksi Lintas Priangan langsung menghubungi salah seorang karyawan PLN Tasikmalaya. Laporan itu diterima dengan baik dan segera ditindaklanjuti.
Hanya sekitar 20 menit setelah laporan disampaikan, dua petugas PLN tiba di lokasi menggunakan mobil operasional. Kehadiran petugas tersebut membuat warga sekitar merasa lebih tenang karena laporan mereka mendapat respons cepat.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal pada pagar rumah yang dilaporkan menyetrum. Pada pengecekan pertama, pagar sempat dinyatakan aman karena tidak terasa ada aliran listrik.
Namun pemeriksaan tidak berhenti di sana. Petugas PLN tetap menyisir beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan pagar rumah bertegangan listrik. Setelah sekitar 15 menit pengecekan lanjutan, pagar tersebut kembali terdeteksi memiliki tegangan listrik.
Dari hasil pengecekan itu, petugas membenarkan adanya tegangan listrik pada pagar. Meski demikian, penyebab pasti munculnya tegangan tersebut belum dapat disimpulkan saat itu juga.
Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 11.30 WIB, petugas masih berupaya mencari faktor penyebab pagar rumah warga tersebut bertegangan listrik. Namun karena waktu salat Jumat tiba, pemeriksaan sementara dihentikan dan direncanakan dilanjutkan setelah salat Jumat.
Meski sumber masalah belum ditemukan, Nani dan warga sekitar mengaku sudah merasa jauh lebih tenang. Ia menilai respons cepat PLN Tasikmalaya membuat warga tidak lagi terlalu cemas.
“Belum ketahuan, keburu Jumatan dulu. Tapi kami sudah tidak terlalu khawatir karena ada petugas PLN datang cepat. Haturnuhun PLN,” ujar Nani Suryani.
Respons cepat petugas PLN Tasikmalaya dalam menindaklanjuti laporan warga tersebut menjadi hal penting, terutama karena persoalan listrik di lingkungan rumah tinggal berpotensi membahayakan keselamatan warga. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

