H. Aslim: “Ibu-Ibu Indonesia, Wonder Woman Sebenarnya”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peringatan Hari Ibu bukan sekadar momen memberi ucapan atau unggahan seremonial di media sosial. Di balik perayaan itu, tersimpan kisah panjang tentang keteguhan perempuan-perempuan Indonesia yang, dalam berbagai kondisi paling sulit, tetap mampu melahirkan dan membesarkan generasi hebat bangsa.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, saat diwawancarai wartawan Lintas Priangan, Senin (22/12/2025), dalam topik refleksi Hari Ibu. Menurutnya, istilah Wonder Woman justru paling tepat disematkan pada ibu-ibu Indonesia, bukan sebagai tokoh fiksi, melainkan sebagai realitas keseharian.

“Ibu-ibu Indonesia itu Wonder Woman sebenarnya. Mereka bertahan, berjuang, dan membesarkan anak-anaknya dalam kondisi yang sering kali tidak ideal,” kata Aslim.

- Advertisement -

Ia menegaskan, sejarah Indonesia menyimpan banyak contoh bagaimana ketangguhan seorang ibu berperan besar dalam membentuk watak dan karakter tokoh-tokoh besar bangsa. Kisah-kisah itu, kata dia, kerap luput dari sorotan, padahal menjadi fondasi penting perjalanan sejarah Indonesia.

Aslim menyinggung kisah ibu Presiden pertama RI, Soekarno. Ibunda Soekarno, Ida Ayu Nyoman Rai, berasal dari Bali dan harus menghadapi tekanan adat yang kuat ketika memilih menikah dengan Raden Soekemi, seorang guru bersuku Jawa. Pilihan hidup itu bukan perkara mudah di tengah norma sosial di zamannya. Namun dari keberanian seorang ibu yang melawan arus budaya itulah, lahir sosok proklamator bangsa.

“Kita sering mengagungkan pemimpinnya, tapi lupa bahwa di belakangnya ada ibu yang lebih dulu berjuang menghadapi tekanan sosial,” ujarnya.

Kisah serupa juga terlihat pada ibu Presiden kedua RI, Soeharto. Ibunda Soeharto hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga yang tidak stabil. Meski demikian, keteguhan dan daya tahan sang ibu menjadi bagian penting dari pembentukan karakter Soeharto kecil.

“Ibu tidak selalu mewariskan kemewahan. Banyak ibu justru mewariskan ketahanan mental,” kata Aslim.

Ia juga mengingatkan kisah ibu Panglima Besar Sudirman. Dalam berbagai catatan biografi, ibu Sudirman memilih menyerahkan anaknya kepada kerabat yang lebih mampu secara ekonomi agar mendapat pendidikan yang layak. Keputusan itu bukan karena kurangnya kasih sayang, melainkan kesadaran akan keterbatasan diri.

“Tidak semua pengorbanan ibu berbentuk pelukan. Ada yang berbentuk keputusan pahit demi masa depan anaknya,” ujarnya.

Aslim kemudian menyinggung kisah R.A. Kartini. Ibunda Kartini, Ngasirah, adalah seorang selir. Kondisi sosial itu membuat Kartini tumbuh dalam realitas yang tidak adil, bahkan ibunya sendiri berada pada posisi yang terpinggirkan dalam struktur sosial Jawa kala itu. Kartini sering merasa sedih, karena ibu kandungnya harus memanggil ia dengan panggilan Ndoro. Namun dari pengalaman itulah, lahir gagasan besar tentang emansipasi perempuan yang kemudian mengubah wajah pemikiran bangsa.

“Kita bisa melihat, dari luka sosial seorang ibu, lahir kesadaran besar tentang keadilan,” kata Aslim.

Tak kalah penting, Aslim juga mencontohkan kisah ibu Presiden ketiga RI, B. J. Habibie. Setelah suaminya wafat, ibunda Habibie memilih tidak menikah lagi dan mendedikasikan hidupnya untuk membesarkan anak-anaknya, termasuk Habibie, dengan disiplin dan perhatian penuh pada pendidikan.

“Ketulusan seorang ibu yang fokus membesarkan anaknya, ternyata bisa melahirkan seorang ilmuwan kelas dunia,” ucapnya.

Menurut Aslim, seluruh kisah tersebut menunjukkan bahwa peran ibu bukan sekadar biologis, melainkan juga sosial dan moral. Dalam medan kehidupan yang berat, seperti kemiskinan, tekanan adat, keterbatasan akses pendidikan, para ibu tetap berdiri sebagai penopang utama lahirnya generasi bangsa.

Dalam konteks kekinian, ia menilai peringatan Hari Ibu seharusnya menjadi momentum refleksi bagi para pengambil kebijakan, termasuk di daerah. Penghormatan kepada ibu, kata dia, tidak cukup berhenti pada ucapan, tetapi harus tercermin dalam kebijakan yang ramah terhadap perempuan, ibu, dan anak.

“Sebagai wakil rakyat, kami di DPRD punya tanggung jawab memastikan kebijakan daerah berpihak pada ketahanan keluarga. Karena dari keluargalah, masa depan daerah dan bangsa ini dibentuk,” ujar Aslim.

Ia berharap, Hari Ibu tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga pengingat bahwa kekuatan bangsa Indonesia bertumpu pada ketangguhan para ibu, para Wonder Woman yang nyata, hidup, dan bekerja setiap hari di tengah masyarakat.

“Kalau hari ini kita menikmati hasil dari pemimpin-pemimpin besar, jangan lupa: mereka lahir dari rahim ibu-ibu yang luar biasa,” pungkasnya. (AS)

Abiba Guard
Produk Digital

Abiba Guard

Abiba Guard adalah plugin keamanan WordPress yang menggabungkan pembatasan percobaan login, kendali mode darurat Cloudflare, perlindungan konten premium,…

Rp198.999Beli Sekarang
Abiba Booster
Produk Digital

Abiba Booster

Abiba Booster adalah plugin optimasi WordPress yang membantu mengelola cache halaman, mengonversi gambar JPG dan PNG ke WebP,…

Rp199.000Beli Sekarang
WAStore
Produk Digital

WAStore

WASTore – Bikin Toko Online Profesional, Terima Pesanan Langsung via WhatsApp! Punya produk tapi belum punya toko online…

Rp240.000Beli Sekarang

PRIANGAN TIMUR

Bawa Nama Internasional, Job Fair Tasikmalaya Justru Dikeluhkan Molor, Wali Kota Disorot

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Job Fair Tasikmalaya 2026 membawa embel-embel...

Urusan Sampah Warga Urug Sampai ke KDM, Di Mana Peran Camat dan Wali Kota Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persoalan sampah yang dikeluhkan warga Kelurahan...

Hujan Hambat Pembukaan Jalan 2,6 Km Penghubung Dua Desa di Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pekerjaan pembukaan jalan penghubung Desa Bangunjaya...

Kerusakan Jalan di Kadongdong Garut Perlu Penanganan, Pengguna Jalur Banjarwangi–Singajaya Diminta Waspada

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kerusakan badan jalan di Kampung Batas,...

5.873 Orang Daftar Job Fair Tasikmalaya, Berapa yang Berhasil Mendapat Pekerjaan?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 5.873 pencari kerja tercatat mendaftar...

JAWA BARAT

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Tanggul Sungai Cikalintu Jebol, BPBD Soroti Belum Adanya Saluran Pengalihan Air di Hulu

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Tanggul Sungai Cikalintu di Kelurahan Cipaganti,...

Pohon Tumbang di Bandung Timpa Kendaraan di Jalan Mohammad Toha

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. BANDUNG – Pohon tumbang di Bandung...

Penghargaan Digital Sumedang Jadi Momentum Uji Keamanan e-Voting Pilkades di 92 Desa

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kabupaten Sumedang menerima penghargaan transformasi digital...

Monyet Liar Masuk Permukiman Desa Bunder Purwakarta, Warga Khawatirkan Keselamatan Anak

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kawanan monyet liar dilaporkan masuk ke...

Central Medical Unit Ujungberung Ditargetkan Beroperasi pada 2028, Ini Fasilitas yang Direncanakan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan...

KITA SEHAT, Kemitraan Indonesia–Australia untuk Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong Program...

Futsal Porprov Jabar: Kota Bandung Hajar Kabupaten Tasikmalaya 7–3

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Kota Bandung mengalahkan Kabupaten Tasikmalaya dengan...

Olahraga

Kategori Populer