lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Plh Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara atau Diky Candra mengapresiasi pelaksanaan PBBAB Kota Tasikmalaya yang perdana digelar di Lapangan GOR Susi Susanti, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan PBBAB Kejurcab FORBASI Kota Tasikmalaya itu menghadirkan 29 regu pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Mereka tampil dalam ajang Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa dengan semangat disiplin, kompak, dan penuh percaya diri.
Sejak pagi, suasana lapangan tampak hidup. Dentuman aba-aba terdengar bergantian. Hentakan kaki peserta juga membuat arena lomba terasa lebih berenergi.
Para peserta tidak hanya datang untuk tampil. Mereka juga membawa nama sekolah masing-masing. Karena itu, setiap regu berusaha menjaga kekompakan gerakan, kerapian barisan, dan ketepatan formasi.
Ketua Panitia kegiatan, Dias Mundzir Jaisa, mengatakan lomba ini menjadi momentum penting bagi pembinaan baris-berbaris di Kota Tasikmalaya. Menurutnya, PBBAB baru pertama kali masuk dalam agenda Kejurcab FORBASI Kota Tasikmalaya.
“Ini perdana masuk Kejurcab. Targetnya jelas, kita mencari bibit atlet baris-berbaris yang punya mental dan teknik,” ujar Dias.
29 Regu Pelajar Berebut Tiket Kejurda September
Dias menjelaskan, panitia mencatat hampir 300 peserta dalam kegiatan tersebut. Mereka terbagi dalam tiga kategori usia.
Untuk kategori usia 12 tahun atau tingkat SD, sebanyak 6 pasukan tampil. Kemudian, kategori usia 15 tahun atau tingkat SMP menurunkan 12 pasukan. Sementara itu, kategori usia 18 tahun atau tingkat SMA menghadirkan 11 pasukan.
Dengan jumlah itu, lomba baris berbaris Kota Tasikmalaya tersebut langsung menarik perhatian banyak peserta. Apalagi, ajang ini tidak berhenti sebagai lomba seremonial.
Dias menegaskan, juara pertama dari setiap kategori akan melaju ke tingkat daerah. Mereka akan membawa nama Kota Tasikmalaya pada Kejurda yang rencananya berlangsung September mendatang.
“Juara pertama langsung naik ke tingkat daerah,” katanya.
Karena itu, panitia menerapkan penilaian secara ketat. Tim penilai mencermati banyak aspek selama peserta tampil di lapangan.
Mereka menilai kerapian barisan, keseragaman gerakan, kekompakan aba-aba, ketepatan formasi, dan ketahanan fisik peserta. Setiap regu harus tampil presisi sejak awal sampai akhir.
Dias menyebut baris-berbaris menuntut kedisiplinan tinggi. Peserta harus mendengar komando dengan baik. Mereka juga harus menyatukan gerakan dalam satu irama.
“Setiap detail dicatat. Tidak ada ruang untuk asal tampil,” jelasnya.
Menurut Dias, tiket Kejurda September menjadi motivasi besar bagi para peserta. Ajang ini juga membuka ruang pembinaan bagi pelajar yang memiliki minat pada olahraga baris-berbaris.
Diky Candra Sebut PBBAB Latih Kekompakan Anak
Sementara itu, Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menilai PBBAB memiliki nilai lebih dari sekadar lomba. Ia melihat kegiatan ini sebagai ruang pendidikan karakter bagi anak-anak.
Menurut Diky, baris-berbaris mengajarkan banyak hal. Peserta belajar disiplin, kompak, percaya diri, dan mampu bekerja sama dalam satu regu.
Ia menilai nilai tersebut penting bagi pelajar. Sebab, anak-anak saat ini sering terbiasa belajar atau beraktivitas secara individual.
“Pembelajaran anak-anak sekarang kebanyakan sendiri-sendiri, jadi sulit untuk kerja sama. Lewat PBB ini mereka belajar kompak,” ujar Diky.
Diky menambahkan, baris-berbaris tidak bisa berjalan jika setiap peserta bergerak sendiri-sendiri. Setiap anggota regu harus memahami aba-aba. Mereka juga harus menyesuaikan langkah dengan teman di sampingnya.
“Maka baris-berbaris tidak bisa berjalan kalau hanya sendiri. Di sinilah filosofinya, bagaimana menyatukan satu sama lain,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti PBBAB dapat terus berkembang di Kota Tasikmalaya. Dengan begitu, pelajar tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun karakter.
Diky juga menilai kekompakan dalam baris-berbaris dapat menjadi bekal sosial bagi anak-anak. Nilai itu berguna di sekolah, lingkungan pertemanan, hingga kehidupan masyarakat.
“Lewat kegiatan ini, mereka belajar menciptakan kekompakan antar teman dan sejawat dalam berbagai hal,” paparnya.
Penyelenggaraan perdana PBBAB Kota Tasikmalaya ini menjadi langkah awal bagi FORBASI di tingkat cabang. Selain melahirkan calon peserta untuk Kejurda, kegiatan ini juga memberi ruang bagi pelajar untuk menempa disiplin dan mental sejak dini. (DH/AS)



