lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. PSM Makassar vs Persib akan tersaji pada lanjutan Indonesia Super League babak 33, Minggu, 17 Mei 2026, pukul 19.00 WIB. Laga ini berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare City, dan bisa disaksikan melalui Vidio.
Di atas kertas, Persib Bandung datang dengan posisi jauh lebih meyakinkan. Maung Bandung menempati peringkat pertama klasemen dengan 75 poin dari 32 laga. Sementara itu, PSM Makassar masih tertahan di posisi ke-14 dengan 34 poin dari jumlah pertandingan yang sama.
Namun, melihat klasemen saja bisa menyesatkan. Sepak bola tidak selalu patuh pada tabel. Kadang tabel terlihat gagah, tetapi begitu peluit berbunyi, lutut juga bisa ikut rapat.
Persib memang sedang berada di jalur kuat. Tim asal Bandung itu bersaing di papan atas dan menjaga peluang besar untuk menutup musim dengan hasil terbaik. Akan tetapi, PSM bukan lawan yang bisa Maung Bandung anggap ringan.
Catatan head to head Persib vs PSM menunjukkan gambaran menarik. Dalam tiga pertemuan terakhir, Persib tidak pernah kalah. Namun, kemenangan itu tidak pernah lahir dengan skor besar. Dua laga berakhir 1-0 untuk Persib, sedangkan satu laga lain selesai 0-0.
Artinya, 3 laga terakhir Persib vs PSM selalu berjalan ketat. Tidak ada pesta gol. Tidak ada kemenangan telak. Bahkan, catatan itu justru memberi sinyal bahwa duel ketat Persib vs PSM bisa kembali terjadi di Parepare.
Persib Menang, tapi Tidak Benar-benar Mendominasi
Jika membaca rekor pertemuan Persib dan PSM secara sekilas, Maung Bandung memang terlihat lebih unggul. Dua kemenangan dan satu hasil imbang dalam tiga laga terakhir tentu menjadi modal penting.
Namun, statistik permainan pada pertemuan sebelumnya memperlihatkan cerita yang lebih dalam. Persib tidak selalu menguasai laga secara mutlak. Pada salah satu duel, PSM bahkan mencatat lebih banyak total tembakan dan tendangan sudut. Dalam laga lain, Persib unggul penguasaan bola, tetapi PSM tetap mampu memberi tekanan lewat situasi bola mati.
Karena itu, kalimat Persib tidak dominan atas PSM bukan sekadar bumbu. Catatan laga sebelumnya memang memperlihatkan bahwa PSM kerap membuat Persib bekerja keras sampai akhir pertandingan.
Pada pertemuan 11 September 2024, PSM dan Persib bermain imbang 0-0. Meski Persib unggul penguasaan bola, PSM tetap mampu mencatat dua tembakan tepat sasaran. Laga itu menegaskan bahwa PSM bisa menahan ritme Maung Bandung.
Kemudian, pada 1 Februari 2025, Persib menang 1-0. Namun, kemenangan itu tetap tipis. Persib memang lebih banyak menguasai bola, tetapi jumlah peluang tidak terlalu jomplang. PSM masih punya ruang untuk mengancam.
Pertemuan berikutnya pada 27 Desember 2025 juga berakhir 1-0 untuk Persib. Lagi-lagi, Maung Bandung menang, tetapi tidak menggulung lawan. PSM bahkan mencatat delapan total tembakan, sedangkan Persib mencatat empat tembakan.
Data itu membuat prediksi PSM Makassar vs Persib tidak bisa hanya bertumpu pada posisi klasemen. Persib boleh datang sebagai pemuncak klasemen, tetapi PSM punya rekam jejak yang cukup kuat untuk membuat laga ini sulit.
Juku Eja Bisa Jadi Batu Sandungan di Parepare
Bermain di Parepare bisa memberi energi tambahan bagi PSM. Meski posisi mereka tidak ideal, Juku Eja tetap punya alasan untuk tampil ngotot. Mereka bermain di kandang, membawa nama besar klub, dan menghadapi pemimpin klasemen.
Persib tentu tetap menjadi tim yang lebih difavoritkan. Tren klasemen, kualitas skuad, dan hasil beberapa laga terakhir membuat Maung Bandung punya modal besar. Namun, sejarah tiga pertemuan terakhir memberi peringatan jelas.
PSM bukan lawan yang sering Persib kalahkan dengan mudah. Skor tipis dalam tiga laga terakhir menunjukkan bahwa duel kedua tim biasanya berlangsung keras, rapat, dan minim ruang.
Karena itu, laga PSM Makassar vs Persib berpotensi berjalan alot sejak menit awal. Persib perlu bermain sabar, tajam, dan tidak mudah terpancing ritme tuan rumah. Sebaliknya, PSM bisa memanfaatkan tekanan besar yang kini ada di kubu Maung Bandung.
Jika Persib ingin menjaga puncak klasemen, mereka harus menang dengan cara yang lebih efektif. Namun, jika PSM mampu menutup ruang dan memaksa laga berjalan lambat, Maung Bandung bisa kembali masuk ke pertandingan yang tidak nyaman.
Pada akhirnya, laga ini bukan sekadar duel peringkat 1 melawan peringkat 14. Ini adalah ujian lain bagi Persib untuk membuktikan bahwa mereka bukan hanya unggul di tabel, tetapi juga mampu menaklukkan lawan yang selama ini selalu menyulitkan. (AS/AS)



