Campak di Kabupaten Tasikmalaya Masuk Status KLB, Waspada!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kasus campak di Kabupaten Tasikmalaya kini memasuki fase serius setelah pemerintah daerah menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Status ini muncul menyusul peningkatan jumlah kasus dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus memperkuat posisi Tasikmalaya sebagai wilayah dengan perhatian khusus di Jawa Barat.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mencatat, sejak Januari hingga Maret 2026 terdapat 114 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, 14 orang dinyatakan positif setelah melalui pemeriksaan laboratorium di Labkesda Provinsi Jawa Barat.

Seluruh pasien yang terkonfirmasi positif telah menjalani perawatan, termasuk isolasi di rumah sakit, dan kini dilaporkan sembuh. Meski demikian, lonjakan kasus tetap menjadi indikator kuat bahwa penularan campak di wilayah ini tidak bisa dianggap ringan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana, mengungkapkan bahwa penyebaran campak di Kabupaten Tasikmalaya teridentifikasi di beberapa titik.

Dua wilayah yang menjadi fokus temuan adalah Desa Linggawangi di Kecamatan Leuwisari dan Desa Mekarjaya di Kecamatan Padakembang. Kedua daerah ini menjadi lokasi awal ditemukannya kasus berdasarkan laporan petugas kesehatan di lapangan.

“Kasus campak di Kabupaten Tasikmalaya ditemukan setelah adanya laporan dari petugas kesehatan, https://www.metrotvnews.com/read/KZmCQJq3-tasikmalaya-dan-garut-masuk-klb-campakdan pasien langsung ditangani serta ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit,” ujar Otong, Rabu (08/04/2026), sebagaimana dilansir MetroTV News.

Penetapan status KLB menunjukkan bahwa penyebaran penyakit telah melampaui kondisi normal dan membutuhkan langkah penanganan cepat, sistematis, serta terkoordinasi. Dalam konteks ini, penguatan surveilans dan respons medis menjadi kunci untuk menekan penyebaran lebih luas.

Di tingkat provinsi, kondisi campak di Kabupaten Tasikmalaya juga sejalan dengan tren peningkatan kasus di Jawa Barat. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat hingga minggu ke-11 tahun 2026 terdapat 258 kasus campak di 15 kabupaten/kota.

Menariknya, Kota Tasikmalaya disebut sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Sementara itu, Kabupaten Tasikmalaya kini menyusul dengan status KLB, menandakan wilayah Priangan Timur sedang menghadapi tekanan epidemiologis yang cukup serius.

Penyakit campak sendiri dikenal sangat mudah menular. Virus menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Dalam kondisi tertentu, virus bahkan dapat bertahan di udara dalam waktu cukup lama, sehingga memperbesar risiko penularan di lingkungan padat.

Gejala awal campak biasanya berupa demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan munculnya ruam pada kulit. Namun, di balik gejala tersebut, campak memiliki potensi komplikasi yang jauh lebih berbahaya.

Dinas Kesehatan Jawa Barat mengingatkan bahwa campak dapat menyebabkan radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), hingga gangguan penglihatan dan pendengaran. Bahkan, terdapat risiko amnesia imun, yakni kondisi ketika sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan mengingat dan melawan penyakit lain.

Sebagai langkah pengendalian, pemerintah mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Tasikmalaya. Program ini merupakan imunisasi massal bagi anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.

Selain itu, program Catch-Up Campaign (CUC) juga digencarkan untuk memastikan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap dapat segera terlindungi.

Fasilitas kesehatan di wilayah Tasikmalaya kini diminta meningkatkan kewaspadaan. Setiap kasus suspek campak wajib dilaporkan dalam waktu maksimal 24 jam agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Masyarakat juga diimbau untuk aktif memeriksa status imunisasi anak. Jika belum lengkap, vaksinasi dapat segera dilakukan di posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya.

Dengan status KLB yang telah ditetapkan, campak di Kabupaten Tasikmalaya kini bukan lagi sekadar isu kesehatan biasa. Penyebarannya sudah nyata, titik sebarannya jelas, dan risikonya terbuka.

Kewaspadaan menjadi kunci. Karena dalam situasi seperti ini, satu kasus yang terlewat bisa menjadi awal dari penyebaran yang lebih luas.

Harvest Moon 26 September

Harvest Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, BMKG Ingatkan Pasang Purnama

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Fenomena Harvest Moon 26 September akan menghiasi langit Indonesia pada Sabtu malam, 26 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Penataan Dadaha Dipersoalkan DPRD Tasikmalaya, Ada Apa?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penutupan Jalan Dadaha sudah berjalan lebih...

Penemuan Tengkorak di Bantarkalong Tasikmalaya, Polisi Turun Tangan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Niat seorang warga mencari sarang lebah...

Akhir Pekan Jawa Barat, Enam Agenda Wisata dan Budaya Digelar 26–27 September

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sedikitnya enam event Jawa Barat...

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya: TPID Award Harus Jadi Standar Baru, Bukan Titik Akhir

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Keberhasilan Kota Tasikmalaya mempertahankan predikat sebagai...

Kemenhaj Kota Tasikmalaya Buka Jalan UMKM Lokal Masuk Ekosistem Haji dan Umrah

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota...

JAWA BARAT

Gapura Pecinan Cirebon Diresmikan, Winaon Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Gapura Pecinan Cirebon di kawasan Jalan...

Festival Sastra Ciwidey 2026 Digelar Dua Hari di Bandung Selatan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Festival Sastra Ciwidey 2026 mulai berlangsung...

378 Pelajar dari 27 Kabupaten/Kota Berlaga di Pentas PAI Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sebanyak 378 pelajar SMP dari...

Dua Pria Jadi Tersangka, Polisi Bongkar Dugaan Bisnis Konten Asusila di Cirebon

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebuah video bermuatan konten asusila yang...

Akhir Pekan Jawa Barat, Enam Agenda Wisata dan Budaya Digelar 26–27 September

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sedikitnya enam event Jawa Barat...

Belanja Perubahan APBD Kota Cirebon 2026 Naik Rp54,27 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Belanja dalam Perubahan APBD Kota Cirebon 2026...

Bogor Bahas Tahap Kedua Kerja Sama PSEL Bogor Raya II pada 25 September

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pemerintah Kota Bogor menjadwalkan pembahasan tahap kedua...

FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai, 2.026 Personel Disiapkan di Si Jalak Harupat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. FIFA ASEAN Cup 2026 untuk Divisi...

Olahraga

Popular Categories