lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pemerintah Kota Bogor menjadwalkan pembahasan tahap kedua perjanjian kerja sama PSEL Bogor Raya II pada Jumat, 25 September 2026. Agenda resmi Bapperida Kota Bogor mencatat rapat proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB melalui pertemuan daring.
Pembahasan itu berlangsung delapan hari setelah pembangunan PSEL Bogor Raya I dimulai di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Proyek pertama tersebut dirancang mengolah sekitar 1.000–1.500 ton sampah per hari, sedangkan pemerintah kota menyiapkan proyek berikutnya untuk memperbesar kapasitas pengolahan sampah di kawasan Bogor.
PSEL Bogor Raya II Masuk Tahap Pembahasan Kerja Sama
Agenda Bapperida menyebut Kepala Bapperida Kota Bogor bersama Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah mengikuti pembahasan perjanjian kerja sama PSEL Bogor Raya II. Namun, agenda tersebut belum memuat rincian pihak yang akan menandatangani kerja sama, nilai investasi, kapasitas final fasilitas, ataupun target dimulainya pembangunan.
Rencana proyek kedua sebelumnya sudah disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat pembangunan PSEL Bogor Raya I dimulai pada 17 September. Dedie menyebut Kota Bogor menyiapkan Bogor Raya II di Kayumanis. Dalam pernyataan itu, kapasitas 1.500 ton per hari masih disampaikan sebagai skenario apabila proyek kedua memiliki kapasitas sama dengan fasilitas pertama, sehingga angka tersebut belum dapat diperlakukan sebagai kapasitas final PSEL Bogor Raya II.
Pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik juga telah masuk agenda Pemkot Bogor beberapa bulan sebelumnya. Pada 17 Juni 2026, Bapperida mencatat kegiatan pengembangan PSEL wilayah Bogor Raya di akses jalan kerja PSEL Bogor II.
Rencana tersebut sejalan dengan RPJMD Kota Bogor 2025–2029. Dokumen itu memasukkan pengembangan teknologi pengolahan sampah modern, termasuk RDF dan PSEL, sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas pengolahan sampah dan mengurangi ketergantungan pada lahan pembuangan.
Pengadaan Lahan TPA Galuga Juga Dibahas
Selain PSEL Bogor Raya II, Bapperida Kota Bogor menjadwalkan pembahasan rencana pengadaan lahan TPA Galuga pada hari yang sama. Pertemuan itu tercantum mulai pukul 14.00 WIB di ruang Asisten Sekretariat Daerah. Agenda resmi tidak menjelaskan luas maupun nilai lahan yang akan dibahas.
Persoalan lahan Galuga sebelumnya juga masuk dalam rangkaian persiapan fasilitas pengolahan sampah. Pada 25 Juni, pemerintah membahas rencana hibah barang milik negara berupa tanah milik TNI AD di Desa Galuga untuk pembangunan PSEL.
PSEL Bogor Raya I sendiri mulai dibangun pada 17 September. Dalam proyek tersebut, pemerintah menyebut Kota Bogor akan memasok sekitar 500 ton sampah per hari ke fasilitas yang kapasitas pengolahannya disebut mencapai 1.500 ton per hari.
Pembahasan pada 25 September menjadi perkembangan terbaru dalam persiapan PSEL Bogor Raya II. Namun, karena agenda resmi baru menunjukkan tahap pembahasan perjanjian kerja sama, proyek tersebut belum dapat disebut telah memasuki tahap konstruksi sebelum ada keputusan atau dokumen lanjutan dari pemerintah. (NS/AS)







