24 Ribu Warga Kota Tasikmalaya Menganggur, Lapangan Kerja Menyusut

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kota Tasikmalaya menghadapi paradoks ketenagakerjaan yang tak bisa lagi ditutup-tutupi oleh deretan angka statistik. Di satu sisi, tingkat pengangguran terbuka memang tercatat turun. Namun di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan 24 ribu lebih warga Kota Tasikmalaya menganggur, sementara lapangan kerja formal justru menyusut.

Data tersebut terungkap dalam Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya tentang Keadaan Ketenagakerjaan Kota Tasikmalaya Agustus 2025 yang dirilis pada 17 Desember 2025

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah pengangguran di Kota Tasikmalaya mencapai 24.819 orang.

Angka itu setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,43 persen. Secara persentase, TPT memang turun tipis dibanding Agustus 2024 yang berada di angka 6,49 persen. Namun penurunan tersebut belum cukup menggambarkan kondisi riil yang dirasakan masyarakat, terutama mereka yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap.

Lapangan Kerja Formal Terus Menyusut

BPS mencatat, jumlah penduduk yang bekerja di Kota Tasikmalaya pada Agustus 2025 sebanyak 360.981 orang, turun sekitar 8.732 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini terutama terjadi pada sektor industri dan jasa, dua sektor yang selama ini menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja perkotaan.

Sebaliknya, sektor pertanian justru mencatat peningkatan penyerapan tenaga kerja. Namun kontribusi pertanian masih relatif kecil jika dibandingkan sektor jasa yang menyerap lebih dari 60 persen tenaga kerja. Kondisi ini menandakan bahwa lapangan kerja produktif dan stabil di perkotaan semakin terbatas, mendorong sebagian warga beralih ke pekerjaan dengan kepastian penghasilan yang lebih rendah.

Tak hanya itu, data BPS juga menunjukkan pergeseran besar dari pekerjaan formal ke informal. Jumlah pekerja formal menurun signifikan, sementara pekerja informal meningkat. Artinya, semakin banyak warga yang bekerja tanpa jaminan pendapatan tetap, tanpa perlindungan sosial, dan rentan terhadap guncangan ekonomi.

Lulusan SMK Masih Mendominasi Pengangguran

Persoalan warga Kota Tasikmalaya menganggur juga tak lepas dari faktor pendidikan. BPS mencatat, tingkat pengangguran tertinggi berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan TPT mencapai 9,73 persen

Ironisnya, SMK selama ini diposisikan sebagai jalur pendidikan yang menyiapkan tenaga siap kerja. Namun realitas pasar kerja lokal belum sepenuhnya mampu menyerap lulusan dengan keahlian tersebut. Ketimpangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri lokal masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Sementara itu, tingkat pengangguran terendah justru berasal dari kelompok berpendidikan SD ke bawah. Fenomena ini menunjukkan bahwa pekerjaan sektor informal dan kerja kasar masih lebih mudah diakses dibandingkan pekerjaan formal yang mensyaratkan kualifikasi tertentu.

Angkatan Kerja Menyusut, Partisipasi Turun

Masalah ketenagakerjaan di Kota Tasikmalaya juga tercermin dari menurunnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Pada Agustus 2025, TPAK tercatat 66,31 persen, turun 2,61 poin dibanding tahun sebelumnya

Penurunan ini mengindikasikan semakin banyak penduduk usia kerja yang tidak lagi aktif secara ekonomi, baik karena putus asa mencari pekerjaan, kembali ke bangku pendidikan, maupun terpaksa bergantung pada sektor informal rumah tangga.

Data ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah. Penurunan angka pengangguran secara statistik belum tentu sejalan dengan perbaikan kualitas hidup masyarakat. Ketika lapangan kerja menyusut dan sektor informal membesar, maka risiko kemiskinan terselubung semakin tinggi.

Bagi warga Kota Tasikmalaya, angka 24 ribu pengangguran bukan sekadar statistik. Ia adalah cerita tentang lulusan sekolah yang tak terserap, pekerja yang dirumahkan, hingga kepala keluarga yang bertahan hidup dari pekerjaan serabutan. Di titik inilah, data BPS tak lagi berdiri sebagai angka dingin, melainkan cermin nyata kondisi sosial ekonomi kota.

Jika tak ada intervensi kebijakan yang serius—mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, penguatan sektor industri lokal, hingga penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan pasar—jumlah warga Kota Tasikmalaya menganggur berpotensi menjadi persoalan struktural yang terus berulang dari tahun ke tahun. (AS)

Berita lainnya:

Bupati Pertegas Peran Pemda dalam Program MBG Tasikmalaya

lintaspriangan com. BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mempertegas perannya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui rapat koordinasi...

Gembira, Siswa di Tasikmalaya Sambut Kursi Baru Dari CSR

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Suasana bahagia terlihat di Pondok Pesantren Assalafiyyatul Huda Tasikmalaya (YASHUDA), Sukahurip, Kecamatan Sukaratu, saat para siswa...

Kyai di Tasikmalaya Dianiaya, Santri dan Warga Tersulut

Lintas Priangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Kabar tentang kyai di Tasikmalaya dianiaya menyebar cepat dan memicu gelombang reaksi yang tidak kecil. Peristiwa ini...

Terbaru

Diduga DPO, Anggota DPRD Kota Banjar Mangkir 10x Paripurna

lintaspriangan.com. BERITA BANJAR. Publik dibuat bertanya-tanya. Seorang anggota DPRD Kota...

Mencekam! Siswa SD di Pangandaran Dibacok Lansia saat Belajar di Kelas

lintaspriangan.com. BERITA PANGANDARAN. Suasana belajar yang seharusnya tenang mendadak berubah...

LPM Kelurahan Ciamis Ditantang Mandiri, Fokus Ekonomi Warga

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pelantikan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)...

Diserang Jam Istirahat, Satu Siswa SD Pangandaran Terluka

lintaspriangan.com. BERITA PANGANDARAN. Insiden kekerasan mengejutkan terjadi di lingkungan...

Mangkir Paripurna 10X, Begini Nasib Anggota DPRD Banjar

lintaspriangan.com. BERITA BANJAR. Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Banjar...

Bupati Pertegas Peran Pemda dalam Program MBG Tasikmalaya

lintaspriangan com. BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mempertegas perannya...

Gembira, Siswa di Tasikmalaya Sambut Kursi Baru Dari CSR

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Suasana bahagia terlihat di Pondok Pesantren...

Kyai di Tasikmalaya Dianiaya, Santri dan Warga Tersulut

Lintas Priangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Kabar tentang kyai di Tasikmalaya dianiaya menyebar...

SPMB 2026 Gunakan Sistem Baru, Disdik Ciamis Mulai Persiapan

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis...

Disiplin ASN Diuji di Era WFH, Pemkab Ciamis Terapkan Absensi Ketat Tiga Kali Sehari

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Kebijakan Work From Home (WFH) yang...

Priangan Timur

Diduga DPO, Anggota DPRD Kota Banjar Mangkir 10x Paripurna

lintaspriangan.com. BERITA BANJAR. Publik dibuat bertanya-tanya. Seorang anggota DPRD Kota...

Mencekam! Siswa SD di Pangandaran Dibacok Lansia saat Belajar di Kelas

lintaspriangan.com. BERITA PANGANDARAN. Suasana belajar yang seharusnya tenang mendadak berubah...

LPM Kelurahan Ciamis Ditantang Mandiri, Fokus Ekonomi Warga

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pelantikan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)...

Diserang Jam Istirahat, Satu Siswa SD Pangandaran Terluka

lintaspriangan.com. BERITA PANGANDARAN. Insiden kekerasan mengejutkan terjadi di lingkungan...

Mangkir Paripurna 10X, Begini Nasib Anggota DPRD Banjar

lintaspriangan.com. BERITA BANJAR. Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Banjar...

Bupati Pertegas Peran Pemda dalam Program MBG Tasikmalaya

lintaspriangan com. BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mempertegas perannya...

Gembira, Siswa di Tasikmalaya Sambut Kursi Baru Dari CSR

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Suasana bahagia terlihat di Pondok Pesantren...

Kyai di Tasikmalaya Dianiaya, Santri dan Warga Tersulut

Lintas Priangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Kabar tentang kyai di Tasikmalaya dianiaya menyebar...

Perspektif

Popular Categories