lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Dampak kekeringan di Kabupaten Pangandaran terus mendapat penanganan melalui pendistribusian air bersih kepada masyarakat. Tagana Kabupaten Pangandaran mencatat sebanyak 75.000 liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak sejak 12 hingga 15 Agustus 2026.
Distribusi air bersih tersebut menyasar warga di empat kecamatan, yakni Cimerak, Cijulang, Cigugur dan Sidamulih.
Bantuan air bersih diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan.
Distribusi Air Bersih Capai 75 Ribu Liter
Berdasarkan laporan Tagana Kabupaten Pangandaran, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap ke sejumlah desa.
Di Kecamatan Cimerak, suplai air bersih disalurkan ke Desa Limusgede sebanyak 10.000 liter dan Desa Batumalang sebanyak 15.000 liter.
Sementara di Kecamatan Cijulang, Desa Margacinta mendapat suplai 10.000 liter dan Desa Kondangjajar sebanyak 10.000 liter.
Kemudian di Kecamatan Cigugur, distribusi dilakukan ke Desa Cimindi dengan jumlah 20.000 liter.
Adapun di Kecamatan Sidamulih, sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan ke Desa Sidamulih.
Jika dijumlahkan, total suplai air bersih yang dilaporkan Tagana Kabupaten Pangandaran sejak 12 Agustus hingga Sabtu sore, 15 Agustus 2026, mencapai 75.000 liter.
Warga Cijulang Kembali Mendapat Distribusi
Pada Sabtu (15/8/2026), pendistribusian air bersih kembali dilakukan di Kecamatan Cijulang.
Desa Kondangjajar mendapat pasokan sebanyak 10.000 liter air bersih. Distribusi tersebut menyasar warga di Dusun Garunggang yang tercatat sebanyak 16 kepala keluarga dengan total 64 jiwa.
Selain itu, distribusi juga dilakukan ke Desa Margacinta sebanyak 5.000 liter.
Air bersih tersebut disalurkan untuk kebutuhan sebuah pesantren yang dihuni sekitar 30 jiwa.
Dalam kegiatan distribusi pada Sabtu tersebut, sejumlah anggota Tagana terlibat langsung dalam penyaluran air bersih kepada masyarakat.
Mereka yakni Hendra, Mamat dan Nanda Fitriana.
Distribusi Dilakukan Bertahap
Pendistribusian air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran.
Dengan kebutuhan air masyarakat yang terus berjalan, distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi dan kebutuhan wilayah terdampak.
Data Tagana menunjukkan bahwa selama empat hari, 12 hingga 15 Agustus 2026, total air bersih yang telah disuplai mencapai 75.000 liter.
Penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan ketersediaan air bersih akibat kekeringan.
Tagana Kabupaten Pangandaran bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan. (HS)







