Dua Penyakit yang Mengintai
Hasil screening kesehatan di BPBD Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan dua gangguan yang cukup menonjol, yakni kolesterol tinggi dan asam urat. Keduanya sering tidak terasa pada tahap awal, tetapi dapat mengganggu aktivitas jika pegawai tidak segera mengendalikannya.
Kolesterol dan asam urat menjadi ancaman senyap bagi pegawai yang setiap hari harus siap menghadapi kondisi darurat. Gangguan ini bisa membuat tubuh mudah lelah, nyeri, tidak nyaman bergerak, hingga menurunkan daya tahan kerja.
Dede Subekti menjelaskan, pola makan dan waktu istirahat yang kurang menjadi faktor penting dalam temuan tersebut. Kesibukan kerja, konsumsi makanan yang tidak terkontrol, serta minimnya olahraga dapat memperbesar risiko gangguan kesehatan.
“Pola makan dan kurang istirahat menjadi pemicu utama. Kalau dibiarkan, ini bisa mengganggu kinerja. Mereka butuh kondisi tubuh yang kuat karena tugas di lapangan tidak ringan,” katanya.
Tim kesehatan langsung memberi arahan kepada peserta yang menunjukkan indikasi kolesterol dan asam urat tinggi. Mereka perlu berkonsultasi lebih lanjut ke puskesmas agar mendapat pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan.
Dinkes Kabupaten Tasikmalaya juga mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat di lingkungan kerja. Pola makan yang kurang terjaga dapat memberi dampak besar, terutama bagi pegawai yang harus bergerak cepat saat menghadapi situasi darurat.
Dalam konteks BPBD Kabupaten Tasikmalaya, masalah kesehatan pegawai tidak hanya menyangkut urusan pribadi. Kondisi itu juga dapat memengaruhi kesiapan organisasi ketika masyarakat membutuhkan bantuan cepat.
Karena itu, Dinkes mendorong BPBD menjadikan screening kesehatan sebagai agenda rutin. Lingkungan kerja juga perlu memperhatikan pola konsumsi, waktu istirahat, dan kebiasaan hidup sehat pegawai.
Cek kesehatan gratis ini memberi pesan sederhana, tetapi penting. Petugas yang biasa menolong warga saat bencana juga perlu menjaga kesehatannya sendiri.
Jangan sampai pegawai yang seharusnya berdiri paling depan saat darurat justru tumbang lebih dulu akibat penyakit yang dapat mereka cegah sejak awal. (DH/AS)



