lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Borneo tertahan di 45 menit pertama, sementara Persib Bandung justru membuka jalan lebih lebar menuju gelar juara Super League 2025/2026. Dua laga pekan ke-33 yang berlangsung bersamaan, Minggu 17 Mei 2026 malam, menghadirkan situasi panas di papan atas klasemen.
Di satu sisi, Persib Bandung sementara unggul 1-0 atas PSM Makassar pada babak pertama. Gol Thom Haye pada menit ke-33 membuat Maung Bandung berada dalam posisi sangat penting. Di sisi lain, Borneo FC yang menjadi pesaing terdekat Persib masih tertahan 0-0 oleh Persijap Jepara hingga turun minum.
Situasi ini membuat peta perebutan gelar bergerak cepat. Persib untuk sementara berada di puncak klasemen dengan 78 poin dari 33 pertandingan. Borneo menyusul di posisi kedua dengan 76 poin, juga dari 33 laga.
Dengan kondisi tersebut, Persib bukan hanya sedang memimpin laga. Maung Bandung juga sedang menjaga jarak dari Borneo pada fase paling krusial musim ini. Jika skor di dua pertandingan tersebut bertahan sampai peluit panjang, Persib akan semakin dekat dengan gelar juara.
Persib Efektif, Borneo Belum Menemukan Jalan
Laga PSM Makassar vs Persib Bandung berjalan ketat sejak babak pertama. Statistik sementara menunjukkan pertandingan relatif seimbang. PSM mencatat 49 persen penguasaan bola, sedangkan Persib sedikit unggul dengan 51 persen.
Kedua tim juga sama-sama mencatat dua tembakan. Bahkan, tembakan ke arah gawang sama-sama satu. Namun, Persib tampil lebih efektif. Satu peluang penting berhasil dikonversi Thom Haye menjadi gol pada menit ke-33.
Gol itu menjadi pembeda besar. Bukan hanya bagi jalannya pertandingan di Parepare, tetapi juga bagi nasib Persib dalam persaingan gelar Super League.
Sementara itu, Borneo FC menghadapi situasi berbeda di laga melawan Persijap Jepara. Borneo sebenarnya lebih banyak menguasai bola dengan 56 persen. Persijap hanya mencatat 44 persen penguasaan bola.
Namun, dominasi penguasaan bola Borneo belum berubah menjadi ancaman nyata. Hingga babak pertama selesai, Borneo belum mencatat tembakan. Persijap justru mencatat dua tembakan, meski belum ada yang mengarah tepat ke gawang.
Di sinilah kontrasnya terlihat jelas. Persib tidak terlalu dominan, tetapi mampu mencetak gol. Borneo lebih banyak memegang bola, tetapi belum menemukan celah. Sepak bola memang kadang sederhana: yang penting bukan lama-lama memegang bola, tetapi tahu kapan menusuk. Seperti hidup, terlalu lama mikir juga bisa keburu disalip.
45 Menit Penentu Nasib Gelar Super League
Babak kedua kini menjadi momen sangat menentukan. Bagi Persib Bandung, tugasnya jelas: menjaga keunggulan atas PSM Makassar. Maung Bandung tidak boleh kehilangan fokus, sebab PSM tetap punya peluang untuk bangkit di kandang sendiri.
Kartu kuning untuk Ramon Tanque pada menit ke-41 juga menjadi catatan tersendiri bagi Persib. Dalam laga sepanas ini, disiplin menjadi sama pentingnya dengan taktik. Satu kesalahan kecil bisa mengubah arah pertandingan.
Bagi Borneo FC, tekanan justru semakin besar. Mereka wajib mencari gol jika ingin terus menempel Persib dalam perburuan gelar. Hasil imbang melawan Persijap akan membuat posisi Borneo makin sulit, apalagi jika Persib berhasil mempertahankan keunggulan.
Persaingan juara Super League musim ini pun memasuki titik paling menegangkan. Persib berada di ambang momentum besar, sedangkan Borneo harus membuktikan bahwa mereka belum kehabisan napas.
Dengan 45 menit tersisa, semua kemungkinan masih terbuka. Namun untuk sementara, Persib Bandung memegang kendali. Borneo tertahan, Maung Bandung melangkah, dan aroma gelar mulai terasa semakin dekat ke Bandung.



