lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Saka Bhayangkara Ciamis kembali menggelar kegiatan pembinaan karakter bagi generasi muda. Kali ini, sebanyak 34 calon anggota mengikuti Survival Bivak dan Pelantikan di Pangangonan Outbound and Camp, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 16–17 Mei 2026. Suasana alam terbuka menjadi ruang belajar yang tidak biasa bagi para peserta. Mereka tidak hanya mengikuti pelantikan, tetapi juga menjalani proses penempaan fisik, mental, disiplin, dan kepemimpinan.
Kegiatan tersebut digelar oleh Gerakan Pramuka Satuan Karya atau Saka Bhayangkara binaan Polsek Banjarsari bersama Kwartir Ranting atau Kwarran 23, 25, 26, dan 27. Selain 34 calon anggota, kegiatan ini juga melibatkan 22 Dewan Saka.
Para peserta berasal dari sejumlah pangkalan sekolah. Di antaranya SMAN 1 Banjarsari, SMAN 2 Banjarsari, MAN 4 Ciamis, MA PUI Banjarsari, MA Al-Falah, SMA Plus Al-Hasan, SMK Informatika Al-Ihya, dan SMK Tunas Harapan.
Mereka menjadi perwakilan dari Kwarran Banjarsari, Pamarican, Banjaranyar, dan Purwadadi. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda internal Saka Bhayangkara Banjarsari, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi lintas pangkalan di wilayah Ciamis selatan.
Survival Bivak Jadi Ruang Uji Mental dan Kepemimpinan
Pamong Saka Bhayangkara Polsek Banjarsari, AIPDA Arman Bukhori, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelantikan formal. Menurutnya, Survival Bivak Saka Bhayangkara menjadi proses penting untuk membentuk pribadi muda yang tangguh dan bertanggung jawab.
AIPDA Arman menyampaikan hal itu mewakili Mabi Saka Bhayangkara Polsek Banjarsari, AKP Achmad Daryanto, S.Ip., M.M. Ia menegaskan, kegiatan ini bertujuan melahirkan generasi muda yang mampu memimpin sekaligus siap dipimpin.
“Kegiatan Survival Bivak dan Pelantikan ini bertujuan menciptakan generasi muda yang mampu memimpin dan siap dipimpin. Mereka dilatih menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, berani, serta senantiasa berpegang teguh pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka,” ujar AIPDA Arman.
Melalui kegiatan di alam terbuka, para peserta belajar menghadapi tantangan secara langsung. Mereka juga mendapat penanaman nilai kecintaan terhadap alam dan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup.
Materi yang diberikan tidak sekadar teori. Peserta menjalani praktik teknik bivak, navigasi darat, manajemen tim, serta simulasi kondisi darurat. Semua materi itu menuntut ketangkasan, ketelitian, dan kerja sama.
Di medan terbuka, peserta tidak bisa hanya mengandalkan keberanian. Mereka juga harus mampu membaca situasi, menyusun strategi, dan menjaga kekompakan. Di sinilah karakter diuji. Alam memang guru yang kalem, tetapi tugasnya sering tidak pakai diskon.
Halaman selanjutnya: Shaka Bhayangkara Perkuat Pramuka Ciamis



