lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur meningkatkan status kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Langkah antisipasi dilakukan dengan memperkuat pengawasan di sejumlah kecamatan yang masuk kategori rawan banjir, tanah longsor, hingga potensi bahaya di kawasan wisata air.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel lapangan bersama ratusan Relawan Tangguh Bencana (Retana) untuk melakukan pemantauan intensif.
Sebanyak 360 relawan kebencanaan disebar ke berbagai wilayah untuk melakukan pengawasan, pelaporan kondisi lapangan, serta percepatan respons apabila terjadi kondisi darurat.
Hujan Lebat Jadi Alarm Kewaspadaan
Peningkatan kesiapsiagaan ini menyusul hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Cianjur dalam dua hari terakhir.
Meski belum memicu bencana besar, intensitas hujan yang berlangsung cukup lama dinilai menjadi sinyal perlunya kewaspadaan lebih tinggi.
BPBD Kabupaten Cianjur meminta seluruh petugas di lapangan untuk mempercepat respons jika terjadi bencana, termasuk membantu proses evakuasi warga apabila dibutuhkan.
Warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai maupun daerah dekat lereng perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan kondisi alam secara tiba-tiba.
Wisatawan Juga Diimbau Waspada
Selain masyarakat lokal, BPBD Cianjur juga mengingatkan wisatawan yang berencana menghabiskan libur panjang di wilayah tersebut.
Destinasi wisata dari kawasan utara hingga selatan Cianjur dinilai memiliki potensi risiko tersendiri saat cuaca buruk, terutama lokasi wisata berbasis air seperti sungai, air terjun, hingga kawasan pantai.
Peningkatan debit air maupun gelombang tinggi dapat terjadi mendadak, sehingga pengunjung diminta tidak mengabaikan faktor keselamatan.
Patroli di Kawasan Wisata
Koordinasi lintas sektor turut diperkuat dengan melibatkan aparat desa, kecamatan, pengelola wisata, serta unsur gabungan lainnya.
Petugas dan relawan akan melakukan patroli rutin di sejumlah kawasan wisata, terutama di sepanjang pantai selatan yang rawan gelombang tinggi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan wisatawan mematuhi aturan keselamatan dan tidak melakukan aktivitas berisiko saat cuaca memburuk.
Pengelola objek wisata juga diminta aktif memberikan imbauan kepada pengunjung agar tidak bermain air atau berenang ketika hujan deras turun.
Warga Diminta Segera Mengungsi Jika Ada Tanda Bahaya
Di titik-titik rawan bencana, petugas turut melakukan edukasi kepada masyarakat agar mengenali tanda-tanda awal potensi bencana.
Warga diimbau segera mencari tempat aman apabila melihat indikasi longsor, kenaikan debit sungai, atau perubahan kondisi alam yang mencurigakan.
Langkah antisipasi bencana di Cianjur ini menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material di tengah ancaman cuaca ekstrem. (HS)



