lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ada kalimat menarik yang keluar dari Diky Candra pada hari pertama menjalankan tugas sebagai Plh Wali Kota Tasikmalaya. Di tengah aktivitas yang mulai padat, ia mengaku berada dalam posisi yang tidak mudah.
“Bingung dan serba salah,” ujar Diky saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (16/5/2026).
Kalimat itu langsung mengundang perhatian. Sebab, Diky baru saja mengemban tugas sebagai pelaksana harian setelah Wali Kota Viman cuti haji. Dalam masa itu, ia harus memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, agenda publik tetap terlayani, dan kegiatan masyarakat tidak kehilangan sentuhan pemerintah.
Namun, Diky tidak mengucapkan kalimat itu dalam nada berat. Ia justru menyampaikannya sambil tersenyum. Meski begitu, ungkapan tersebut tetap menyiratkan adanya situasi yang menuntut keputusan cepat.
Hari Pertama Bertugas Langsung Jadi Sorotan
Bagi Diky Candra, hari pertama bertugas sebagai Plh Wali Kota Tasikmalaya bukan sekadar seremoni. Ia langsung berhadapan dengan berbagai undangan dan kegiatan yang menunggu kehadirannya.
Beberapa agenda bahkan sudah tersusun sejak awal. Di sisi lain, masyarakat dan panitia kegiatan tentu berharap pejabat yang sedang memegang kendali pemerintahan dapat hadir langsung.
Kondisi itu membuat posisi Diky tidak sederhana. Ia harus menimbang kepentingan acara, lokasi kegiatan, waktu tempuh, serta nilai strategis dari setiap agenda. Dalam situasi seperti itu, kehadiran seorang pejabat tidak lagi sekadar formalitas. Kehadiran juga menjadi tanda perhatian pemerintah.
Diky mengakui, ada pihak yang sudah datang ke rumah dinas untuk memastikan kehadirannya. Hal itu membuatnya semakin berhati-hati dalam menentukan pilihan. Ia tidak ingin mengecewakan pihak yang sudah menunggu.
“Kalau tidak dihadiri, orangnya sudah datang. Tapi nanti juga akan dihadiri Pak Gubernur,” katanya.
Pernyataan itu menunjukkan dilema yang ia hadapi. Di satu sisi, ia ingin menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Di sisi lain, ia juga harus memahami alur agenda pemerintahan yang melibatkan pejabat lain.
Agenda Padat di Tasikmalaya dan Bandung
Belakangan, Diky menjelaskan muasal rasa “serba salah” itu. Ternyata, bukan karena perkara politik atau sengkarut besar di pemerintahan. Penyebabnya lebih sederhana, tetapi cukup menguras tenaga: agenda padat di Tasikmalaya dan Bandung.
Ia menyebut ada lima kegiatan yang masuk dalam jadwalnya pada hari itu. Tiga kegiatan berlangsung di Tasikmalaya, sedangkan dua lainnya berada di Bandung.
“Sebetulnya saya tidak yakin bisa hadir semua. Ada lima kegiatan, tiga di Tasikmalaya dan dua di Bandung. Tapi kemungkinan besar saya bisa hadir di dua kegiatan di Tasikmalaya. Sisanya di Bandung, salah satunya reading dan kirab,” ujar Diky.
Dalam kondisi tersebut, Diky Candra harus memilah agenda yang paling memungkinkan untuk ia hadiri. Ia juga perlu melihat kegiatan mana yang paling mendesak dan paling membutuhkan kehadiran langsung.
Meski jadwalnya bertumpuk, Diky menegaskan bahwa ia akan memprioritaskan kegiatan masyarakat Tasikmalaya. Ia juga memberi perhatian khusus pada agenda yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda.
Bagi Diky, kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memiliki nilai penting. Sebab, dari sanalah pemerintah dapat membaca denyut publik secara lebih dekat. Ia tidak ingin tugas sebagai Plh Wali Kota hanya berhenti pada meja kerja dan tanda tangan administrasi.
“Besok juga sama, katanya sudah dibisikkan. Jadi kita atur saja mana yang paling mendesak,” ucapnya sambil tersenyum.
Dengan begitu, ungkapan Diky Candra serba salah pada hari pertama bertugas bukan lahir dari kegamangan menjalankan jabatan. Kalimat itu muncul karena ia langsung dikepung agenda sejak awal memegang tugas. Hari pertama pun menjadi ujian kecil: bagaimana memilih prioritas tanpa membuat banyak pihak merasa ditinggalkan. (DH/AS)



