PGRI Ciamis, Mengantar Guru dari Ruang Kelas ke Panggung Juara Jawa Barat

lintaspriangan.comBERITA CIAMIS.  Ada hari ketika ruang kelas tidak hanya melahirkan pelajaran, tapi juga mengantar para guru menuju panggung yang lebih luas. Dari Kabupaten Ciamis, kisah itu datang melalui PGRI Ciamis, yang sukses membawa kelompok paduan suara para guru perempuan meraih Juara 1 Puspa Swara Wanoja Sunda tingkat Provinsi Jawa Barat.

Kemenangan ini bukan sekadar kabar tentang lomba menyanyi. Di balik capaian yang akhirnya dipersembahkan untuk Tatar Galuh, ada denyut perjuangan, latihan, doa, dan kebersamaan yang dirawat dengan tekun. Para guru yang sehari-hari berdiri di depan murid, mengelola kelas, berkutat dengan administrasi, dan menjalani rutinitas pendidikan, kini berdiri di panggung budaya dengan satu tujuan: membawa nama Ciamis sebaik-baiknya.

Ajang Puspa Swara Wanoja Sunda Jawa Barat menjadi ruang pembuktian yang tidak mudah. Di babak final, Paduan Suara PGRI Ciamis harus bersaing dengan 10 finalis tangguh dari berbagai daerah dan organisasi. Nama-nama besar ikut hadir, mulai dari PGRI Kota Bandung, PGRI Kabupaten Purwakarta, Persit KCK, hingga Bhayangkari.

Namun, panggung tidak selalu berpihak kepada nama besar. Panggung kerap memilih mereka yang paling siap, paling padu, dan paling mampu menyentuh rasa. Di titik itulah PGRI Kabupaten Ciamis menemukan momentumnya.

Meracik Kemenangan dari Remah Ruang Kelas

Menjadi guru bukan pekerjaan yang selesai ketika bel pulang berbunyi. Ada murid yang harus dibimbing, administrasi yang harus dirapikan, keluarga yang tetap menunggu, dan banyak pekerjaan kecil yang sering tidak terlihat dari luar. Dari sela-sela kesibukan itulah para guru perempuan Ciamis menyisihkan waktu untuk berlatih.

Di sanalah makna “remah” menemukan tempatnya. Bukan remah karena ruang kelas tidak berharga, melainkan karena waktu yang mereka punya memang tidak pernah benar-benar utuh. Latihan harus diracik dari potongan-potongan kesempatan. Mungkin seusai mengajar, di antara tugas administrasi, atau setelah energi seharian hampir habis.

Namun, dari waktu yang tampak kecil itulah kemenangan besar akhirnya diraih.

Tema “Ngaguar Asih, Ngahudangkeun Rasa” seolah menjadi ruang batin bagi para peserta. Lomba ini tidak cukup hanya mengandalkan suara merdu. Setiap tim harus mampu menghadirkan penjiwaan, rasa bahasa, dan marwah budaya Sunda dalam satu harmoni yang utuh.

Paduan Suara PGRI Ciamis menjawab tantangan itu dengan penampilan yang matang. Mereka tampil tidak sekadar menyanyikan nada. Mereka membawa cerita daerah, rasa kebersamaan, dan ketulusan yang tumbuh dari dunia pendidikan.

Di atas panggung, suara mereka berpadu seperti kelindan yang rapi. Tidak berlebihan, tidak dibuat-buat, tetapi terasa hidup. Ada disiplin latihan di sana. Ada kekompakan yang tidak lahir dalam semalam. Ada pula kehendak untuk membuktikan bahwa guru tidak hanya menjadi penjaga ilmu, tetapi juga penjaga kebudayaan.

Maka ketika dewan juri akhirnya menempatkan PGRI Ciamis sebagai juara pertama, kemenangan itu terasa wajar sekaligus mengharukan. Wajar karena mereka tampil solid. Mengharukan karena perjuangan itu lahir dari tangan-tangan guru yang mungkin sehari sebelumnya masih memeriksa tugas murid, menyiapkan perangkat pembelajaran, atau menenangkan kelas yang ramai.

Persembahan Kemenangan untuk Tatar Galuh Ciamis

Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Edi Rusyana, tidak menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Baginya, prestasi PGRI Ciamis Juara 1 ini merupakan buah dari doa, dukungan, dan motivasi banyak pihak.

“Alhamdulillah, PGRI Kabupaten Ciamis berhasil meraih Juara 1 tingkat Jawa Barat. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa, dukungan, dan motivasi yang mengalir tanpa henti dari seluruh keluarga besar PGRI serta masyarakat Tatar Galuh Ciamis,” ujar Edi Rusyana saat dikonfirmasi, Minggu, 17 Mei 2026.

Edi juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim paduan suara yang telah membawa nama baik Ciamis di tingkat provinsi. Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa dedikasi guru tidak berhenti di ruang kelas. Para pendidik juga mampu tampil sebagai duta budaya, pembawa inspirasi, sekaligus penjaga muruah daerah.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Paduan Suara PGRI Ciamis atas raihan Juara 1 Puspa Swara Wanoja Sunda se-Jawa Barat. Dedikasi dan harmoni suara kalian telah sukses mengharumkan nama Tatar Galuh Ciamis di kancah provinsi,” ucapnya.

Kini, Juara 1 itu menjadi persembahan membanggakan untuk Ciamis. Namun, yang lebih penting dari gelar juara adalah pesan yang dibawanya. Bahwa dari ruang kelas yang sederhana, para guru bisa melangkah ke panggung besar. Bahwa budaya Sunda tetap menemukan rumahnya di tangan para pendidik. Bahwa prestasi tidak selalu lahir dari sorotan besar, tetapi dari kawin-mawin antara kesungguhan latihan, kebersamaan, dan rasa cinta kepada daerah.

Bagi Tatar Galuh Ciamis, kemenangan ini menjadi kabar yang patut dirayakan. PGRI Ciamis tidak hanya mengantar guru ke panggung juara Jawa Barat. Lebih dari itu, mereka mengantar suara pendidikan, suara budaya, dan suara kebanggaan daerah agar terdengar lebih jauh. (AI/R)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Tongkang Nautica 22 Belum Dievakuasi, Gelombang 2 Meter Hambat Penanganan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Tongkang Nautica 22 yang terdampar di pesisir...

Polres Banjar Masuk Lima Nominator Kompolnas Awards 2026, Tim Juri Lakukan Visitasi

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Polres Banjar masuk dalam lima nominator Kompolnas...

PSGC Ciamis Hadapi Persijap Jepara Hari Ini, Uji Kesiapan Jelang Liga 2

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. PSGC Ciamis dijadwalkan menghadapi Persijap Jepara dalam...

Panggung Budaya Tasikmalaya Kenalkan Seni Lokal kepada Generasi Muda

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Panggung Budaya Tasikmalaya digelar di Jalan Pancasila, Kota...

200 Becak Listrik Segera ke Banjar, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan...

JAWA BARAT

Museum Mini Suyadi Tutup Hari Ini, Jejak Pak Raden Dipamerkan di Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Museum Mini Suyadi memasuki hari terakhir penyelenggaraan di...

Bandung Open Tournament Masuki Hari Terakhir, Lebih dari 2.000 Pesilat Ambil Bagian

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Open Tournament 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraan...

45 Pemuda Eksplorasi Biodiversitas di Hutan Penelitian Dramaga Bogor

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Sebanyak 45 pemuda mengikuti eksplorasi keanekaragaman hayati...

Festival Pecunan Majalengka Tutup Rangkaian 30 Agustus, Rawat Aliran Air Jadi Tema

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Festival Pecunan Majalengka memasuki hari terakhir pada...

Angin Kencang Jawa Barat Berpotensi Terjadi hingga 2 September, BMKG Minta Warga Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Angin kencang Jawa Barat berpotensi terjadi...

Ledakan Gas Bekasi: Ayah dan Anak Meninggal, Empat Korban Masih Dirawat

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Ledakan gas Bekasi yang diduga dipicu kebocoran gas...

KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Dokumen Pengadaan Disita

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. KPK Geledah Disdik Bogor, lembaga Komisi...

Nyawang Bulan Bunisari Digelar Hari Ini, Kuliner Dibeli dengan Koin

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Nyawang Bulan Bunisari dijadwalkan berlangsung di Kasepuhan Bunisari,...

Olahraga

Popular Categories