lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Isu miras di Ciamis belum reda. Setelah sehari sebelumnya aksi santri membongkar lokasi penyimpanan minuman keras, Polres Ciamis kembali bergerak pada Sabtu (16/5/2026) malam.
Tim gabungan Polres Ciamis menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi tempat peredaran minuman keras. Dalam operasi itu, polisi menemukan dua lokasi penjualan miras.
Salah satu titik berada di sebuah warung di wilayah Panyingkiran, Ciamis. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai jenis minuman keras siap edar.
Tim Gabungan Turun ke Lapangan
Razia itu berlangsung dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Kabag Ops Polres Ciamis Kompol Aep Saepudin memimpin langsung operasi tersebut.
Polres Ciamis juga menerjunkan personel gabungan skala besar. Mereka berasal dari Satreskrim, Satnarkoba, Satintelkam, Satlantas, Propam, hingga Unit Sabhara.
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah melalui Kasat Samapta IPTU Zezen Zaenal Muttakin mengatakan, polisi menyasar peredaran miras di Ciamis yang selama ini meresahkan masyarakat.
“Jadi untuk malam ini kami dari Polres Ciamis melakukan kegiatan razia yang menjadi sasarannya itu peredaran minuman keras di wilayah Polres Ciamis. Pada malam ini kami mendapati dua titik yang menjadi pengedar minuman keras,” kata Zezen seusai razia, Sabtu malam.
Dalam razia miras Ciamis tersebut, petugas menyita ratusan botol miras dari berbagai jenis dan merek. Polisi langsung mengangkut seluruh barang bukti ke Markas Polres Ciamis.
Petugas juga membawa para penjual untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan itu, polisi akan menelusuri muasal barang dan jaringan pemasok yang memasok minuman keras ke wilayah Ciamis.
Pergerakan polisi malam itu membuat isu minuman keras Ciamis kembali menjadi sorotan. Dalam waktu berdekatan, dua peristiwa pembongkaran miras terjadi dan sama-sama menyita perhatian publik.
Namun, razia malam itu baru membuka satu bagian cerita. Polisi kini tidak hanya mengejar botol di lapangan. Mereka juga mulai membidik jalur distribusi yang berada di balik peredaran tersebut.
Halaman 2: Polisi Buru Pemasok, Warga Diminta Buka Suara



