Polisi Buru Pemasok, Warga Diminta Buka Suara
Polres Ciamis menegaskan bahwa pemberantasan miras di Ciamis tidak akan berhenti pada satu malam razia. Polisi akan terus menggelar kegiatan tersebut secara rutin maupun insidentil.
IPTU Zezen Zaenal Muttakin menjelaskan, operasi KRYD Polres Ciamis menjadi salah satu cara kepolisian menjaga rasa aman masyarakat.
Polisi juga akan bergerak cepat jika warga memberi informasi tentang aktivitas mabuk-mabukan atau dugaan penjualan miras.
“Betul, kegiatan ini rutin kami laksanakan. Kemudian kegiatan ini juga insidentil, apabila ada informasi dari masyarakat terkait kegiatan mabuk-mabukan atau kegiatan yang mengarah kepada penjualan miras, kami juga langsung melakukan kegiatan razia,” tegas Zezen.
Polisi Tidak Mau Berhenti di Penjual
Pernyataan itu menunjukkan bahwa polisi tidak hanya menyasar penjual di permukaan. Saat ini, penyidik masih memeriksa para penjual yang petugas amankan dalam razia tersebut.
Dari pemeriksaan itu, polisi ingin mengembangkan kasus. Mereka juga bakal menelusuri pemasok utama agar mata rantai peredaran miras bisa terputus.
Di titik inilah peran masyarakat menjadi penting. Polres Ciamis meminta warga tidak ragu melapor jika mengetahui kontrakan, kos-kosan, rumah, warung, atau tempat lain yang menjadi lokasi penjualan minuman keras.
“Kami dari Polres Ciamis mengimbau apabila ada informasi terkait tempat-tempat, baik itu kontrakan, kos-kosan, atau rumah yang dijadikan tempat penjualan minuman keras, segera informasikan ke kami,” ujar Zezen.
Warga dapat menghubungi layanan darurat 110 atau mengirim pesan melalui media sosial resmi Polres Ciamis. Jalur ini bisa masyarakat gunakan untuk topik lapor miras Ciamis, tanpa harus menunggu keresahan di lingkungannya membesar.
“Silakan melapor baik melalui telepon 110 maupun DM ke media sosial yang dimiliki oleh Polres Ciamis. Karena informasi dari masyarakat sangat kami butuhkan sekali untuk mengantisipasi peredaran minuman keras di wilayah Ciamis,” pungkasnya.
Dua peristiwa beruntun ini menjadi tengara bahwa persoalan miras di Ciamis belum benar-benar padam. Setelah santri turun tangan dan polisi menyusul dengan razia, publik kini menunggu langkah yang lebih menukik.
Pertanyaan berikutnya bukan lagi sekadar berapa botol yang polisi sita. Publik juga menanti jawaban tentang siapa pemasoknya, dari mana barang itu masuk, dan seberapa luas jaringan peredaran miras di Ciamis selama ini. (AI/AS)



