lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Asdes Garut mulai mengemuka sebagai salah satu ikhtiar baru dalam mempercepat pelayanan publik berbasis digital di tingkat masyarakat. Aplikasi bernama Asisten Desa atau Asdes itu meluncur dalam Milangkala ke-1 Forum Komunikasi Rukun Warga Garut atau FKRWG di Gedung Pemuda, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu, 17 Mei 2026.
Peluncuran Asdes Garut memberi warna berbeda dalam peringatan hari jadi pertama FKRWG. Forum RW itu tidak hanya menggelar seremoni ulang tahun, tetapi juga membawa gagasan pelayanan digital yang menyasar kebutuhan warga di desa dan kelurahan.
Pemerintah Kabupaten Garut menyambut gagasan tersebut. Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMD Kabupaten Garut, Yudi Juliandi, hadir mewakili Pemkab Garut dan menyampaikan apresiasi kepada jajaran FKRWG.
Ia menilai RW memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan data DPMD Garut, saat ini Kabupaten Garut memiliki 4.271 RW yang tersebar di 421 desa. Selain itu, terdapat 379 RW di 21 kelurahan.
RW Garut dan Tantangan Pelayanan Warga
Yudi menyampaikan terima kasih kepada FKRWG karena selama satu tahun terakhir forum tersebut menunjukkan dedikasi, pengabdian, dan komitmen dalam memperkuat peran RW.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Garut, kami mengucapkan terima kasih karena selama satu tahun ini FKRWG telah menunjukkan dedikasi, pengabdian, serta komitmen dalam memperkuat perannya sebagai garda terdepan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Yudi.
Ia berharap inovasi aplikasi Asisten Desa dapat berjalan secara berkelanjutan di seluruh desa dan kelurahan. Menurutnya, FKRWG perlu terus menjadi motor pembangunan partisipatif yang mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Ketua Penyelenggara Milangkala ke-1 FKRWG, Jajang, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema “Semangat Membangun Solidaritas, Bersinergi, dan Gotong Royong Mewujudkan Garut Hebat Berkelanjutan”.
Jajang menegaskan, kemandirian menjadi pondasi utama penyelenggaraan acara. Ia menyebut kegiatan tersebut lahir dari iuran para RW.
“Kami memohon maaf apabila kegiatan ini dirasa kurang maksimal, mengingat penyelenggaraan murni berasal dari hasil iuran, dari RW, untuk RW, demi RW. Ini adalah awal perjalanan Forum RW menuju kebangkitan Garut Hebat,” jelas Jajang.
Asdes Jadi Kado Digital FKRWG
Ketua Umum FKRWG, Beni Nurbayani, menyebut peluncuran Asdes Garut sebagai “kado” pada ulang tahun pertama FKRWG. Ia menilai aplikasi tersebut dapat menjadi simpul baru dalam pelayanan masyarakat.
Menurut Beni, sinergi antara RW, pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Garut, dan para pemangku kepentingan harus terus menguat. Ia ingin RT dan RW memiliki peran strategis dalam denyut pelayanan publik.
“Melalui sinergitas yang terjalin, ini menjadi semangat juang untuk menjadikan RT/RW memiliki peran strategis di masyarakat. Asdes adalah sebuah sistem pelayanan publik yang terkoneksi dengan internet untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Beni.
Dukungan juga datang dari Diskominfo Kabupaten Garut. Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Statistika Diskominfo Garut, Anry Sutrisno, menyatakan siap mendukung pengembangan inovasi tersebut.
“Kami mendukung penuh inovasi Asdes untuk mempermudah pelayanan masyarakat Garut. Kalau ada yang bisa disupport atau mau dikonsultasikan, jangan sungkan datang ke Diskominfo Garut,” tegas Anry.
Milangkala ke-1 FKRWG kemudian ditutup dengan pembagian bantuan sembako untuk anak yatim piatu. Dari panggung itu, FKRWG mencoba menegaskan satu pesan: RW tidak hanya mengurus administrasi warga, tetapi juga mulai masuk ke lanskap pelayanan digital. (AI/AS)



