lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Penanganan kekeringan Pangandaran dijadwalkan dibahas dalam koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Pangandaran, Kamis, 17 September 2026. Agenda resmi BPBD Jabar mencatat kegiatan tersebut dijadwalkan mulai pukul 07.30 WIB di Kantor BPBD Kabupaten Pangandaran.
Koordinasi dilakukan ketika Kabupaten Pangandaran masih menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau. Dalam peringatan dini kekeringan meteorologis Dasarian II September 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menempatkan Kabupaten Pangandaran pada kategori siaga bersama Kabupaten Tasikmalaya.
Pangandaran Masuk Kategori Siaga Kekeringan
Agenda BPBD Jabar menyebut kegiatan pada 17 September secara spesifik sebagai koordinasi penanganan bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Pangandaran. Lima personel tercantum dalam agenda tersebut, yakni Tohidi, Lia Amalia, Lucky Ahmad Zakaria, Nurmela Malyasari, dan Ary Heriyanto.
Kondisi kekeringan Pangandaran merupakan bagian dari dampak musim kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat. Data BPBD Jabar hingga 8 September 2026 mencatat kekeringan telah melanda 205 kecamatan di Jawa Barat dan berdampak terhadap 215.424 kepala keluarga. BPBD Jabar bersama pihak terkait telah menyalurkan 17,69 juta liter air bersih untuk membantu warga terdampak.
Data tersebut merupakan angka untuk Jawa Barat secara keseluruhan, bukan khusus Kabupaten Pangandaran. Agenda koordinasi pada Kamis belum memuat rincian jumlah desa, keluarga, maupun kebutuhan air bersih terbaru yang terdampak kekeringan di Pangandaran.
Ancaman kekeringan juga telah direspons di tingkat kabupaten sebelum agenda koordinasi tersebut. Pada 13 Agustus 2026, BPBD Kabupaten Pangandaran bersama BNPB, Pusterad, Kodim 0625 Pangandaran, dan pemerintah desa mengecek empat lokasi yang direncanakan menjadi titik pembangunan sumur bor.
Empat Titik Sumur Bor Disiapkan
Empat lokasi itu berada di Desa Bojongsari, Bagolo, Parakanmanggu, dan Cibanten. BPBD Pangandaran menyebut pengeboran direncanakan mencapai kedalaman hingga 150 meter. Kapasitas layanan dari rencana pembangunan sumur bor tersebut diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 3.000 jiwa.
Upaya itu menjadi salah satu langkah menghadapi kekeringan Pangandaran, terutama untuk memperkuat ketersediaan sumber air saat kemarau. Selain pembangunan sumber air, penyaluran air bersih juga telah dilakukan di wilayah yang mengalami kesulitan air.
Pada 12 September, misalnya, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada warga di Blok Sidamulya, Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang. Penyaluran tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Koordinasi BPBD Jabar dan BPBD Kabupaten Pangandaran pada 17 September menjadi perkembangan terbaru dalam penanganan kekeringan di daerah tersebut. Hasil koordinasi, termasuk apabila terdapat pembaruan data wilayah terdampak, kebutuhan air, atau langkah penanganan berikutnya, belum tercantum dalam agenda resmi yang tersedia sebelum kegiatan berlangsung. (NS/AS)







