lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Jembatan Pongpet Pangandaran di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, akan dibangun ulang dari awal dengan target pengerjaan sekitar dua bulan. Kepastian itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau lokasi jembatan pada Senin, 14 September 2026.
Pembangunan ulang tidak hanya mengganti bagian yang rusak. Sejumlah komponen lama juga akan diganti dan diperkuat, termasuk pilar yang disebut telah dibangun sejak 1992. Maruli memperkirakan kebutuhan pembangunan jembatan gantung baru sekitar Rp400 juta, dengan nilai tidak lebih dari Rp500 juta. Angka tersebut masih berupa perkiraan kebutuhan pembangunan, bukan nilai kontrak yang diumumkan.
Dibongkar dan Dibangun dari Awal
Maruli mengatakan pembangunan Jembatan Pongpet Pangandaran dipilih dilakukan dari awal agar konstruksi dapat diperkuat. Pengerjaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan dan bisa dipercepat apabila pekerjaan dilakukan secara intensif.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 64 meter dan lebar 1,8 meter. Akses itu menghubungkan Desa Margacinta dengan sejumlah wilayah di Kecamatan Cijulang dan Kecamatan Cigugur, termasuk Desa Kertayasa, Cibanten, dan Cimindi.
Jembatan Pongpet mengalami kerusakan ketika diresmikan pada Minggu, 30 Agustus 2026. Dalam penjelasan resmi TNI AD pada 1 September, lebih dari 50 orang disebut melintas secara bersamaan hingga melampaui kapasitas yang ditentukan. Tali sling di sisi kiri kemudian terlepas dari pengikat utama dan membuat posisi jembatan miring. TNI AD menegaskan saat itu bahwa keseluruhan struktur jembatan tidak runtuh.
Setelah kejadian, jembatan ditutup untuk masyarakat dan menjalani evaluasi teknis. Pemeriksaan mencakup kekuatan struktur, sistem pengikat sling, serta kapasitas maksimal jembatan.
Pemprov Jabar Juga Siapkan Jembatan Permanen 2027
Rencana pembangunan ulang oleh TNI AD muncul setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya menyatakan akan mengambil alih kewenangan Jembatan Pongpet Pangandaran dan menyiapkan pembangunan jembatan permanen melalui APBD 2027. Rencana Pemprov berbeda dalam kapasitas yang disiapkan karena jembatan tersebut dirancang agar nantinya dapat dilalui kendaraan roda empat.
Pemprov Jabar menyebut jembatan permanen itu diperlukan untuk mendukung konektivitas dan pengangkutan hasil pertanian, peternakan, perikanan, serta aktivitas masyarakat di sekitar Margacinta.
Sementara pembangunan yang disampaikan Maruli pada 14 September berupa pembangunan kembali jembatan gantung dengan perkiraan pengerjaan dua bulan. Dalam sumber yang tersedia hingga Selasa, 15 September 2026, belum terdapat penjelasan lebih rinci mengenai bagaimana pembangunan oleh TNI AD tersebut akan diselaraskan dengan rencana jembatan permanen Pemprov Jawa Barat pada 2027. (NS/AS)







