lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Pencarian 5 jurnalis hilang dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ketujuh, Senin (14/9/2026).
Di tengah pencarian yang belum menemukan delapan orang tersebut, tim SAR menemukan sejumlah benda pada operasi hari keenam. Tiga jaket pelampung, dua terpal dan satu galon ditemukan di sejumlah titik penyisiran.
Namun, temuan itu belum bisa dipastikan berkaitan dengan rombongan speedboat Arupadhatu 1.
Kondisi tersebut membuat pencarian memasuki fase yang semakin menegangkan. Setiap benda yang ditemukan harus diperiksa lebih dulu sebelum dapat dikaitkan dengan rombongan yang hilang.
Sementara itu, keluarga masih menunggu kabar dari orang-orang yang berangkat menjalankan tugas jurnalistik pada 7 September lalu.
Tiga pelampung ditemukan di sejumlah titik
Pada pencarian hari keenam, salah satu life jacket ditemukan KRI Teluk Gilimanuk sekitar pukul 08.55 WIB di wilayah selatan perairan Pulau Sangiang.
Tidak lama kemudian, KAL Anyer menemukan satu jaket pelampung lainnya di sekitar Teluk Belimbing, Lampung.
Satu life jacket lainnya ditemukan KM Bima sekitar Pulau Rakata pada pukul 09.58 WIB.
Selain tiga jaket pelampung tersebut, tim juga menemukan dua terpal dan satu galon.
Satu terpal ditemukan bersama life jacket oleh KRI Teluk Gilimanuk. Terpal lainnya ditemukan RIB 02 Lampung saat menyisir kawasan sekitar Pulau Sebesi.
RIB 02 Lampung juga menemukan sebuah galon.
Seluruh benda temuan kemudian diserahkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.
Hingga kini belum ada kepastian bahwa benda-benda tersebut merupakan perlengkapan milik rombongan Arupadhatu 1.
Temuan sebelumnya justru dipastikan bukan milik rombongan
Tim SAR sebelumnya juga menemukan beberapa benda saat pencarian.
Namun, empat benda berupa dua jaket pelampung, jeriken dan helm yang ditemukan dalam pencarian sebelumnya telah dipastikan bukan milik rombongan jurnalis.
Karena itu, tim SAR tidak ingin terburu-buru menyimpulkan setiap benda yang ditemukan sebagai petunjuk keberadaan delapan orang tersebut.
Langkah identifikasi menjadi penting untuk mencegah munculnya informasi yang keliru sekaligus menjaga harapan keluarga agar tidak berubah menjadi kepastian palsu.
Area pencarian terus diperluas
Pada hari keenam, operasi pencarian dibagi menjadi enam sektor dengan luas total sekitar 6.010 hingga 6.024 nautical mile persegi.
Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan melibatkan berbagai unsur SAR, TNI AL, Polairud, Basarnas serta kapal masyarakat.
Salah satu fokus pencarian berada di perairan selatan Gunung Anak Krakatau.
Tim juga memperhitungkan kemungkinan pergerakan benda atau korban akibat arus dan kondisi laut. Karena itu, area pencarian tidak hanya berpatokan pada titik terakhir speedboat diketahui.
Hari ketujuh, keluarga berharap pencarian diperpanjang
Operasi SAR memasuki hari ketujuh pada Senin (14/9/2026).
Sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan harapan agar operasi pencarian dapat diperpanjang apabila hingga hari ketujuh belum membuahkan hasil.
Harapan tersebut juga disampaikan keluarga korban. Mereka meminta pencarian tetap dilanjutkan dan sejumlah wilayah daratan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Sebesi, kembali diperiksa.
Bagi keluarga, pencarian bukan sekadar persoalan batas waktu operasi.
Ada delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Lima di antaranya merupakan jurnalis yang berangkat untuk menjalankan tugas peliputan. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Tiga lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Mereka sempat memberikan kabar sebelum akhirnya komunikasi terputus.
Kini, memasuki hari ketujuh, laut masih menyimpan jawabannya.
Tiga jaket pelampung, dua terpal dan sebuah galon telah ditemukan.
Namun yang paling dinantikan keluarga bukan lagi sekadar benda yang mengapung di tengah laut.
Mereka masih menunggu satu kabar: delapan orang yang hilang itu ditemukan. (HS)







