lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Gempa Pangandaran berkekuatan magnitudo 4,2 terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 21.31.33 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan dirasakan di Pangandaran, Ciamis, Kalapanunggal, dan Pameungpeuk.
Pusat gempa berada di laut sekitar 80 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran. Gempa tercatat pada koordinat 8,09 Lintang Selatan dan 107,88 Bujur Timur dengan kedalaman 17 kilometer.
Guncangan Gempa Pangandaran Mencapai III MMI
Data terbuka BMKG menunjukkan intensitas gempa Pangandaran mencapai III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Pangandaran, Kalapanunggal, Ciamis, dan Pameungpeuk. BMKG tidak merinci perbedaan tingkat guncangan di antara empat wilayah tersebut karena semuanya tercatat pada skala III MMI.
Pada skala III MMI, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah dan dapat terasa seperti ada truk yang sedang berlalu. Skala MMI digunakan untuk menggambarkan tingkat guncangan yang dirasakan di suatu wilayah, berbeda dengan magnitudo yang menunjukkan besarnya energi gempa.
Catatan BMKG menempatkan episenter gempa tersebut di perairan selatan Jawa, relatif dekat dengan Kabupaten Pangandaran. Kedalamannya yang tercatat 17 kilometer menjadi salah satu parameter yang dicantumkan BMKG dalam informasi gempa dirasakan.
Hingga data BMKG yang diperiksa Jumat dini hari, 21 Agustus 2026, informasi gempa dirasakan tersebut mencantumkan parameter waktu, lokasi, magnitudo, kedalaman, serta wilayah yang merasakan getaran. Data itu tidak mencantumkan laporan kerusakan atau korban akibat gempa tersebut.
Perairan Barat Daya Pangandaran Juga Diguncang Gempa Awal Agustus
Wilayah perairan barat daya Pangandaran sebelumnya juga tercatat mengalami aktivitas gempa pada 5 Agustus 2026. Saat itu BMKG mencatat gempa magnitudo 5,3 pada pukul 21.55.41 WIB dengan kedalaman 18 kilometer dan pusat gempa sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.
Gempa 5 Agustus tersebut dirasakan di wilayah yang lebih luas dengan intensitas berbeda-beda, termasuk Kalapanunggal, sejumlah wilayah Bandung Raya, Sukabumi, Cilacap, hingga Banjarnegara. Catatan ini merupakan perbandingan data kejadian dan tidak dengan sendirinya menunjukkan hubungan langsung antara gempa 5 Agustus dan gempa Pangandaran pada 20 Agustus.
Masyarakat dapat memantau pemutakhiran informasi gempa melalui kanal resmi BMKG. Untuk informasi gempa yang berkembang, parameter dapat diperbarui setelah analisis lebih lanjut sehingga data resmi terbaru perlu menjadi rujukan utama. (NS/AS)







