lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dugaan ulah geng motor di Tasikmalaya–Ciamis kembali menjadi sorotan dalam unggahan akun TikTok Info Sindangkasih pada Senin (12/10/2026). Postingan tentang kaca mobil pecah akibat pelemparan itu memancing komentar sejumlah pengguna yang mengaku pernah mengalami kekerasan serupa di jalan.
Kolom komentar kemudian dipenuhi cerita pengalaman, ungkapan khawatir, serta kritik terhadap pengamanan. Kawasan Karangresik–Sindangkasih, Jalan Ir. Juanda, hingga Gobras disebut dalam pengakuan para komentator, meski hubungan antarkejadian dan keterlibatan geng motor belum terverifikasi.
Unggahan Info Sindangkasih tentang Dugaan Geng Motor
“Dan terjadi lagi harap hati-hati baraya,” demikian tulisan yang muncul dalam video unggahan Info Sindangkasih.
Dalam keterangannya, akun tersebut menyebut kaca mobil pecah akibat lemparan yang diduga dilakukan geng motor. Pengunggah juga menyatakan orang yang diduga melakukan pelemparan kabur ke arah Sindangkasih ketika dikejar.
Keterangan “tadi malam” pada unggahan Senin mengarah pada perkiraan waktu Minggu malam (11/10/2026) hingga Senin dini hari. Namun, waktu pasti kejadian belum dikonfirmasi kepada korban.
Ketika seorang pengguna menanyakan Sindangkasih yang dimaksud, admin menjawab, “Ciamis.” Meski demikian, titik pelemparan belum dijelaskan secara pasti. Arah pelarian menuju Sindangkasih tidak serta-merta menunjukkan bahwa pelemparan terjadi di wilayah tersebut.
Pada tangkapan layar yang ditelaah, unggahan itu tercatat memiliki 143 komentar. Beberapa di antaranya berisi pengakuan pengalaman yang menunjukkan keresahan pengguna jalan terhadap keselamatan perjalanan malam.
Keresahan Geng Motor Tasikmalaya–Ciamis Mengemuka dalam Komentar
Akun konco mengaku pernah dihadang sekitar pukul 01.00 dini hari. Dalam komentarnya, ia menyebut kawasan Jembatan Karangresik hingga Sindangkasih.
Ia menceritakan adanya tiga orang di pinggir jembatan dan tongkat bisbol yang digunakan untuk mencoba memukulnya. Menurut pengakuannya, pukulan itu tidak mengenai dirinya. Ia memilih tidak berhenti karena sendirian.
“Bahaya ieu,” tulis admin Info Sindangkasih menanggapi, yang berarti “ini berbahaya”.
Akun Nur Feby turut membagikan pengalaman. Dalam komentar berbahasa Sunda, ia mengaku mobil paket yang dibawanya dilempar batu besar di Jalan Ir. Juanda sekitar pukul 02.00. Ia menyatakan selamat.
Sementara itu, akun machalalumu mengaku mengalami pelemparan pada malam Minggu di Gobras, dekat Sambal Hejo. Akun spy agency juga menyebut mobilnya pernah dipukul menggunakan balok hingga penyok. Orang yang dikejar, menurut komentarnya, kemudian kabur ke gang.
Pengakuan tersebut belum diperiksa langsung kepada masing-masing pemilik akun. Tanggal kejadian tidak disebutkan secara lengkap, sehingga belum dapat dipastikan apakah seluruhnya merupakan kejadian berbeda maupun melibatkan kelompok yang sama.
Warga Pertanyakan Keamanan Jalan dan Efektivitas Patroli
Selain cerita pengalaman, unggahan dugaan geng motor tersebut memunculkan kritik terhadap pengamanan jalan di Tasikmalaya–Ciamis.
Akun Abah Mubin mempertanyakan kemampuan petugas menciptakan keamanan dan kenyamanan di jalan. Sementara akun MomiChessyMochi01 menyarankan petugas melakukan penyamaran. Menurut komentator itu, razia yang mudah diketahui memungkinkan kelompok yang dicurigai menghindar.
Komentar-komentar tersebut memperlihatkan kegelisahan sebagian pengguna: perjalanan malam masih dibayangi kekhawatiran menjadi sasaran kekerasan. Ungkapan “dan terjadi lagi” dalam video pun mendapat respons dari mereka yang mengaku memiliki pengalaman serupa.
Identitas pelaku pelemparan dalam unggahan Info Sindangkasih, keterkaitannya dengan geng motor, serta status penanganan perkaranya belum terkonfirmasi. Bahan yang ditelaah juga belum memuat tanggapan kepolisian atas unggahan dan pengakuan para komentator. (NS/AS)
