lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Hasil Meksiko vs Ekuador berakhir 2-0 untuk kemenangan Meksiko dalam laga fase gugur Piala Dunia 2026. Ekuador memang lebih lama memegang bola, tetapi Meksiko yang lebih paham kapan harus menyakiti lawan. Dua gol di babak pertama cukup untuk mengantar Meksiko mengambil tiket ke babak 16 besar.
Pertandingan ini tidak berjalan datar. Laga sempat terganggu cuaca buruk, Ekuador mencatat penguasaan bola lebih besar, lalu drama kartu merah Piero Hincapie setelah tinjauan VAR membuat malam mereka makin pahit. Sepak bola memang kadang begitu: yang paling lama pegang bola belum tentu pulang bawa koper kemenangan.
Ekuador Pegang Bola, Meksiko Pegang Momen
Secara statistik, Ekuador sebenarnya tidak terlihat sebagai tim yang benar-benar tenggelam. Mereka unggul penguasaan bola dengan 57 persen, sementara Meksiko hanya 43 persen. Akurasi operan Ekuador juga lebih tinggi, yakni 84 persen berbanding 78 persen milik Meksiko.
Namun, Hasil Meksiko vs Ekuador memperlihatkan satu hal penting: penguasaan bola hanya menjadi indah kalau diakhiri dengan ancaman nyata. Dalam urusan itu, Meksiko jauh lebih efektif.
Meksiko melepaskan 15 tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang. Ekuador hanya mencatat tujuh tembakan dan satu yang tepat sasaran. Dari sisi peluang besar, Meksiko juga unggul 2 berbanding 1.
Bahkan dalam data xG atau perkiraan kualitas peluang, Meksiko masih lebih baik dengan angka 1,02. Ekuador berada di angka 0,72. Artinya, meski Ekuador lebih banyak menguasai bola, Meksiko lebih tajam dalam mengubah momen menjadi ancaman.
Ekuador sempat mendapat sejumlah kesempatan. John Yeboah beberapa kali mengancam, termasuk peluang pada menit ke-18 yang membentur tiang dan tembakan menit ke-40 yang digagalkan Raul Rangel. Namun, peluang-peluang itu tidak cukup untuk membongkar pertahanan Meksiko.
Quinones dan Jimenez Jadi Pembeda
Meksiko membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui Julian Quinones. Ia menyambut bola dari Roberto Alvarado, lalu melepaskan tembakan keras yang membuat Meksiko unggul 1-0. Gol itu menjadi penanda bahwa Meksiko tidak perlu terlalu lama menguasai bola untuk menciptakan luka.
Sembilan menit kemudian, Meksiko kembali menghukum Ekuador. Raul Jimenez mencetak gol pada menit ke-31 setelah menerima umpan dari Julian Quinones. Skor berubah menjadi 2-0, dan sejak titik itu Ekuador seperti terus mengejar bayangan sendiri.
Peran Julian Quinones layak menjadi sorotan utama. Ia tidak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga memberi assist untuk gol Raul Jimenez. Dalam laga seketat fase gugur, kontribusi satu gol dan satu assist seperti itu bukan sekadar statistik. Itu tanda pemain yang muncul tepat ketika panggung sedang panas.
Ekuador mencoba merespons di babak kedua dengan sejumlah pergantian pemain. Kendry Paez, Jeremy Sarmiento, dan Moises Caicedo tetap berusaha menjaga ritme serangan. Mereka juga unggul dalam jumlah tendangan sudut, 8 berbanding 3.
Tetapi, Meksiko bertahan dengan disiplin. Mereka tidak terpancing oleh dominasi bola Ekuador. Alih-alih panik, Meksiko memilih menutup ruang, menjaga jarak antarlini, dan menunggu Ekuador kehabisan ide.
Akhir laga menjadi semakin berat bagi Ekuador. Kendry Paez mendapat kartu kuning pada menit 90+3. Piero Hincapie kemudian dikartu merah pada menit 90+5 setelah wasit Slavko Vincic melakukan tinjauan VAR. Moises Caicedo juga menerima kartu kuning pada menit 90+9.
Dengan kemenangan ini, Hasil Meksiko vs Ekuador memastikan Meksiko melaju ke babak 16 besar. Mereka tinggal menunggu pemenang laga Inggris vs Kongo D.R. untuk menentukan lawan berikutnya. Bagi Ekuador, penguasaan bola hanya meninggalkan cerita. Bagi Meksiko, dua gol di babak pertama cukup untuk membawa tiket pulang ke tangan mereka. (NS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
