Amanat Ali: “Pemimpin Tak Boleh Berjarak dengan Rakyat”

lintaspriangan.com, KULTUR. Dalam sejarah, kekuasaan sering diuji bukan saat ia kuat, melainkan saat ia berjarak. Ketika pintu mulai tertutup. Ketika suara rakyat tak lagi terdengar jelas. Di titik itulah, banyak pemimpin kehilangan arah—bukan karena niat jahat, melainkan karena terlalu jauh dari kenyataan.

Di tengah pusaran sejarah yang keras, Ali bin Abi Thalib r.a. berdiri dengan pilihan yang tidak populer namun menentukan: mau mendengar.

Ali memimpin pada masa paling sulit dalam sejarah awal Islam. Konflik internal, luka sosial, dan ketegangan politik datang bertubi-tubi. Namun justru di masa seperti itu, Ali tidak membangun tembok. Ia membangun ruang dengar.

Ada satu nasihat Ali yang kerap luput dibaca sebagai prinsip administrasi negara. Dalam kumpulan surat dan arahannya—yang dihimpun dalam Nahj al-Balaghah—Ali memperingatkan para pejabatnya dengan kalimat yang tegas dan jernih maknanya:

“Janganlah engkau menjauh dari rakyatmu dalam waktu lama. Menjauh dari mereka akan membuatmu tidak mengetahui keadaan mereka.”

Kalimat ini sederhana. Tapi dampaknya besar. Ali sedang berkata: jarak melahirkan ketidaktahuan, dan ketidaktahuan melahirkan ketidakadilan.

Peringatan itu mencapai puncaknya dalam surat panjang Ali kepada Malik al-Asytar, ketika ia diangkat sebagai gubernur Mesir. Surat ini oleh banyak ulama dan sejarawan disebut sebagai piagam etika pemerintahan—bukan teori, melainkan panduan kerja.

Ali menulis (makna):

“Luangkan waktu khusus untuk rakyat kecil dan mereka yang lemah. Duduklah bersama mereka dengan rendah hati. Jangan biarkan penjaga dan aparat menghalangi mereka untuk berbicara kepadamu.”

Di sini, Ali tidak sedang berbicara tentang keramahan personal. Ia sedang menetapkan kebijakan akses. Bahwa pemimpin yang baik harus secara sadar membuka pintu komunikasi, bukan sekadar bersedia jika diminta.

Ali tahu, laporan resmi sering rapi. Tetapi penderitaan rakyat jarang datang dengan bahasa yang tertata.

Karena itu, dalam berbagai riwayat adab dan tarikh, Ali dikenal tidak tergesa menolak orang yang datang mengadu, bahkan ketika caranya kasar atau emosional. Dalam salah satu atsar yang maknanya masyhur, Ali mengingatkan:

“Jangan cepat menolak orang yang datang mengadu. Bisa jadi ia datang dengan hati yang penuh luka.”

Inilah sisi kemanusiaan kekuasaan yang jarang dibicarakan. Bahwa keluhan rakyat tidak selalu sopan. Tidak selalu sistematis. Tidak selalu tepat prosedur. Tetapi tugas pemimpin bukan menilai gaya bicara terlebih dahulu, melainkan memahami sebab luka di baliknya.

Prinsip ini sejalan dengan peringatan Rasulullah ﷺ yang sangat tegas:

مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَاحْتَجَبَ دُونَ حَاجَتِهِمْ…
“Siapa yang diberi amanah mengurus urusan kaum Muslimin, lalu ia menutup diri dari kebutuhan mereka, Allah akan menutup diri dari kebutuhannya pada hari kiamat.”
(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi; hasan)

Menutup diri di sini, kata para ulama, bukan hanya menolak bertemu. Ia mencakup membangun sekat, memperpanjang birokrasi, dan membiarkan rakyat lelah sebelum didengar.

Ali memahami risiko itu. Karena itu, ia menuntut pejabatnya untuk hadir—bukan hanya secara fisik, tetapi secara batin. Hadir untuk mendengar. Hadir untuk memahami. Hadir untuk memikul beban, bukan sekadar memegang wewenang.

Bagi pejabat hari ini—yang hidup dalam dunia rapat, jadwal padat, dan laporan berlapis—pesan Ali terasa semakin relevan. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengingatkan: apakah pintu kita masih terbuka? Bukan hanya pintu ruangan, tetapi pintu hati dan pintu kebijakan.

Ali mengajarkan bahwa kasih sayang pemimpin tidak diukur dari kata-kata manis, melainkan dari kesediaan mendengar yang melelahkan. Mendengar keluhan yang berulang. Mendengar suara yang tidak rapi. Mendengar tanpa merasa terancam.

Karena keadilan, pada akhirnya, selalu dimulai dari satu tindakan sederhana: mau mendengar.

Dan ketika pemimpin mau mendengar, rakyat akan merasa disayangi. Bukan karena semua masalah selesai, tetapi karena mereka tidak dibiarkan sendirian.

Wallahu a’lam, wa huwa al-musta’an.

–Abibaba

Korban Kebakaran Rumah di Panjalu- lintas priangan

Kebakaran Rumah di Panjalu, Pemilik Alami Luka Bakar 75 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah rumah tinggal di Dusun Reumalega, Desa Kertamandala, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Sabtu 19 September 2026...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, 3 Keluarga Terdampak dan Butuh Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, tepatnya...

Kebakaran Rumah di Panjalu, Pemilik Alami Luka Bakar 75 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah...

Haornas ke-43 di Ciamis, Warga Diajak Tidak ‘Mager’

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Olahraga tidak harus selalu identik dengan...

Logo Hari Jadi Tasikmalaya Dipilih dari 55 Karya, Abdul Hasim Jadi Pemenang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Logo Hari Jadi Tasikmalaya ke-25 resmi menggunakan karya...

Kebakaran Bojonggambir Hanguskan Tiga Rumah, Kerugian Ditaksir Rp185 Juta

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran Bojonggambir menghanguskan tiga rumah panggung di Kampung...

JAWA BARAT

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Danny Setiawan Berpulang, Dedi Mulyadi Kenang Jejaknya di Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Kabar duka datang dari Jawa...

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Pendakian Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup, Belum Ada Jadwal Pembukaan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pendakian Gunung Gede Pangrango masih berada...

Rute Medan-Bandung Dibuka, 140 Penumpang Turun di Bandara Husein

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Rute Medan-Bandung yang dilayani Super Air Jet...

Pocari Run Bandung Diikuti 15 Ribu Pelari, Jalan Buka-Tutup Mulai Pukul 05.00 WIB

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pocari Run Bandung mulai digelar Sabtu, 19...

Olahraga

Popular Categories