Jejak Heroik Jabar: Perempuan-Perempuan LASWI di Balik Bandung Lautan Api

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Malam 23 Maret 1946, Bandung tidak sedang menyaksikan kebakaran biasa. Di bagian selatan kota, rumah, gudang, dan bangunan penting mulai dilalap api. Warga berjalan meninggalkan kampung halaman sambil membawa barang yang masih sanggup dipikul.

Mereka pergi bukan karena berhenti mencintai Bandung. Mereka justru membakar sebagian kota karena terlalu mencintai Republik.

Di antara gelombang pengungsi, pekatnya asap, tangis anak-anak, dan kesibukan para pejuang, bergerak pula para perempuan Laskar Wanita Indonesiaโ€”LASWI. Sebagian membawa perbekalan. Sebagian merawat korban. Sebagian menyampaikan kabar dari satu pos ke pos lain. Sebagian lagi bersiap menghadapi musuh dengan senjata yang jauh dari memadai.

Mereka bukan pelengkap dalam kisah Bandung Lautan Api.

Mereka adalah bagian dari nyala itu.

jejak heroik jabar - banner kesbangpol

Baca juga: Menelisik Hibah Kesbangpol Kota Bandung untuk Kejari: dari Ruang Tamu hingga Isi Garasi

Ketika Perempuan Menolak Menjadi Penonton

LASWI lahir di Bandung pada bulan-bulan pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan. Organisasi ini digagas dan dipimpin Sumarsih Yati Arudji Kartawinata ketika kedatangan pasukan Inggris yang membonceng NICA kembali mengancam kemerdekaan di kota tersebut.

Anggotanya tidak berasal dari satu kalangan.

Ada pelajar putri, ibu rumah tangga, hingga perempuan yang telah kehilangan suami. Mereka datang dengan latar belakang berbeda, tetapi membawa kegelisahan yang sama: Indonesia telah merdeka dan kemerdekaan itu tidak boleh dirampas kembali.

Pada masa ketika perempuan masih kerap ditempatkan hanya di wilayah domestik, para anggota LASWI memilih mengenakan pakaian lapangan, mengikuti latihan baris-berbaris, pertolongan pertama, penggunaan senjata, hingga dasar-dasar gerilya.

Mereka belajar bukan untuk bermain perang.

Bandung sedang bergolak. Peluru tidak membedakan tubuh laki-laki dan perempuan. Luka tidak menunggu petugas kesehatan datang. Pesan rahasia harus tiba meski jalan dijaga. Makanan harus sampai ke garis depan meski dapur umum ikut menjadi sasaran.

Karena itu, LASWI membagi tugasnya secara nyata. Ada bagian perlengkapan, dapur umum, palang merah, sosial, intelijen, dan penghubung. Mereka juga memiliki pasukan yang disusun ke dalam peleton dan regu. Persenjataannya sederhana: bambu runcing, pistol, senapan mouser, atau sekadar pisau dapur.

Sebagian berada di garis belakang. Sebagian lain bergerak mendekati front.

Namun, dalam revolusi, istilah โ€œgaris belakangโ€ sering menipu. Dapur umum bisa menentukan apakah pasukan mampu bertahan. Kurir dapat menyelamatkan satu kompi dari kepungan. Petugas palang merah mempertaruhkan nyawa untuk menarik korban dari wilayah tembak.

Perjuangan tidak selalu berbunyi letusan.

Kadang-kadang ia terdengar dari langkah tergesa seorang perempuan yang membawa obat di tengah gelap.

jejak heroik jabar - banner kemenhaj

Baca juga: Indikasi Korupsi Kesbangpol Jabar Bagian 1: Makan Minum Tak Dikerjakan tapi Dibayar

Malam Ketika Bandung Ditinggalkan

Menjelang Bandung Lautan Api, pasukan Inggris mendesak agar tentara Republik dan kelompok bersenjata meninggalkan Bandung Selatan. Para pejuang dan masyarakat kemudian memilih mengosongkan wilayah itu sambil menjalankan strategi bumi hangus agar fasilitas penting tidak dimanfaatkan Sekutu dan NICA.

Pada malam 23 menuju 24 Maret 1946, api membesar di berbagai penjuru. Ribuan keluarga bergerak ke luar kota. Sebagian menuju Soreang, Ciparay, Garut, dan Tasikmalaya. Mereka meninggalkan rumah, pekerjaan, sekolah, serta kehidupan yang dibangun bertahun-tahun.

Di tengah eksodus itulah kerja perempuan menjadi amat menentukan.

LASWI membantu penduduk yang mengungsi, mendirikan dapur umum untuk sektor-sektor perjuangan, mencari bahan makanan, mengirimkannya ke garis depan, serta menjalankan pelayanan palang merah. Pada masa berikutnya, mereka juga merawat para pengungsi Bandung yang hidup dalam keadaan serba terbatas.

Ada anggota yang mengangkat senjata. Ada yang menggendong korban. Ada yang membawa beras. Ada pula yang membawa pesan, menembus jalan-jalan yang setiap saat dapat berubah menjadi medan pertempuran.

Tugas mereka berbeda, tetapi risikonya sama: tertangkap, ditembak, atau tidak pernah pulang.

Sejumlah penelitian juga mencatat keterlibatan anggota LASWI dalam aksi-aksi lapangan selama pergolakan Bandung, termasuk dalam rangkaian pembumihangusan bangunan agar tidak jatuh utuh ke tangan lawan.

Mereka bukan perempuan yang kebetulan berada dekat peperangan.

Mereka memilih masuk ke dalamnya.

jejak heroik jabar - banner kominfo

Baca juga: Indikasi Korupsi Kesbangpol Sumedang: Lembaga Paling Pancasilais, Kok Kontraknya Begini?

Republik Juga Dijaga oleh Tangan Perempuan

Sejarah perang sering lebih mudah mengingat komandan, senjata, ledakan, dan garis pertempuran. Nama-nama perempuan kerap menghilang di antara asap, seolah-olah kemerdekaan hanya direbut oleh mereka yang tampil membawa senapan.

Padahal, sebuah perlawanan tidak akan bertahan hanya dengan peluru.

Ia membutuhkan makanan, obat-obatan, informasi, persembunyian, keberanian merawat yang terluka, serta tangan yang menjaga anak-anak ketika orang tuanya maju ke medan tempur.

Perempuan-perempuan LASWI mengerjakan semua itu.

Mereka membuktikan bahwa kelembutan tidak bertentangan dengan keberanian. Tangan yang membalut luka dapat pula menggenggam senjata. Perempuan yang memasak di dapur umum bisa menjadi penghubung antarmarkas. Seorang ibu dapat mengurus pengungsi sekaligus menolak tunduk kepada kolonialisme.

Bandung Lautan Api akhirnya dikenang sebagai keputusan besar: lebih baik kota dikosongkan dan dibakar daripada diserahkan kepada kekuatan yang hendak mengembalikan penjajahan.

Namun, di balik keputusan politik dan militer itu, terdapat ribuan pekerjaan senyap yang membuat perlawanan tetap bernapas.

Sebagian pekerjaan itu dilakukan oleh perempuan-perempuan LASWI.

Nama mereka mungkin tidak semuanya tercatat. Wajah mereka mungkin tidak semuanya terpajang di museum. Tidak semua langkah mereka disebut dalam buku pelajaran.

Namun, jejaknya masih berdiri di Bandungโ€”dalam arsip, kesaksian veteran, penelitian sejarah, dan Monumen LASWI di Jalan Perintis Kemerdekaan yang dibangun untuk merawat ingatan terhadap perjuangan mereka.

Malam itu Bandung memang menjadi lautan api.

Akan tetapi, Republik tidak kehilangan cahaya.

Sebagian cahaya tersebut dibawa oleh perempuan-perempuan LASWI: melalui tangan yang merawat luka, kaki yang mengantar pesan, bahu yang memikul perbekalan, dan keberanian yang menolak Indonesia dijajah kembali.

Mereka tidak sekadar berdiri di belakang para pejuang.

Mereka berdiri di depan sejarah.

“Jangan biarkan kisah para pejuang ini terkubur untuk kedua kalinyaโ€”bukan oleh tanah, melainkan oleh lupa. Bagikan kepada anak-anak, keluarga, sahabat, dan generasi muda, agar mereka mengerti bahwa Merah Putih tidak berkibar sekadar karena angin, tetapi karena darah, air mata, dan nyawa yang dikorbankan. Sekali Anda membagikan kisah ini, Anda ikut menjaga api perjuangan tetap menyala dari generasi ke generasi.”

lintaspriangan.com

Baca juga: 9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

PSGC Vs Sumsel United: Tiba Larut, Sumsel Siap Tempur

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Sumsel United FC belum sepenuhnya lepas dari rasa lelah ketika tiba di Ciamis. Perjalanan panjang membuat waktu dan tenaga terkuras, sementara...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Garut Dorong Wajib Belajar Prasekolah, Disdik Siapkan Grand Design 13 Tahun

lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT. Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mendorong wajib belajar...

Lima Jurnalis Hilang, Jurnalis Ciamis Nyalakan 100 Lilin

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Seratus lilin menyala di kawasan Alun-alun...

Literasi Keuangan Pelajar Tertinggal dari Inklusi, Tasikmalaya Canangkan GENIUS

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Literasi keuangan pelajar menjadi perhatian dalam pencanangan...

Tasikmalaya: Wanita 42 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Warga Kampung Cicurug, Kelurahan Cikalang,...

Usai Kecelakaan, Yoyo Kembali Jualan Cilok Berkat Bantuan Kapolda Jabar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Setelah sempat terhenti akibat kecelakaan, Yoyo,...

JAWA BARAT

Ruang Kerja Jadi Lokasi, 3 Siswi PKL Diduga Dicabuli Pejabat Dishub Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Ruang kerja yang semestinya menjadi tempat...

PMI Kabupaten Cirebon Siapkan Bank Plasma, Legalitas Lahan Masih Diproses

lintaspriangan.com,ย BERITA CIREBON. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon menyiapkan...

Enam Kecamatan Jadi Sentra Bawang Merah Cirebon, Produksi Turun Jadi 32.094 Ton

lintaspriangan.com,ย BERITA CIREBON. Enam kecamatan menjadi sentra bawang merah Cirebon,...

Operasi Premanisme di Cimanggung, 25 Orang Diamankan dan Dibina

lintaspriangan.com,ย BERITA SUMEDANG.ย Sebanyak 25 orang diamankan dalam operasi premanisme di...

KPK Geledah Kantor Summarecon Terkait HGB Kabupaten Bogor

lintaspriangan.com,ย BERITA BOGOR. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT...

Bandung Angkot Utama Tarif Rp7.000, Sopir Lama Tetap Dipertahankan

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung menyiapkan Bandung Angkot Utama...

Koridor 2 Trans Wibawamukti Hubungkan Stasiun Cikarang-Pemda Bekasi, Ditargetkan Beroperasi 2027

lintaspriangan.com,ย BERITA BEKASI.ย Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi menyiapkan Koridor 2 Trans...

BMKG Catat 118 Gempa Kabupaten Bandung, Sumbernya Masih Perlu Dikaji

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat...

Olahraga

Popular Categories