lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Enam kecamatan menjadi sentra bawang merah Cirebon, yakni Pabedilan, Losari, Gebang, Pabuaran, Waled, dan Pangenan. Data resmi Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menunjukkan komoditas tersebut tetap menjadi salah satu unggulan hortikultura daerah, meski produksinya mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Produksi bawang merah Kabupaten Cirebon pada 2024 tercatat 32.094 ton dengan luas tanam 3.220 hektare. Jumlah itu turun dari 34.523 ton pada 2023 dan 40.079 ton pada 2022.
Produksi Turun dalam Tiga Tahun
Data tersebut menunjukkan produksi bawang merah Cirebon berkurang sekitar 7.985 ton dalam dua tahun, jika dibandingkan capaian 2022 dengan 2024. Luas tanam juga berubah dari 3.766 hektare pada 2022 menjadi 3.198 hektare pada 2023, kemudian naik tipis menjadi 3.220 hektare pada 2024.
Dalam Profil Pertanian Kabupaten Cirebon, Dinas Pertanian mencatat rata-rata luas panen bawang merah selama 2020–2024 mencapai 3.388 hektare. Produktivitas rata-ratanya sekitar 10,3 ton per hektare dengan produksi rata-rata 34.989 ton.
Bawang merah termasuk komoditas unggulan pertanian Kabupaten Cirebon bersama beras, cabai besar, mangga, gula, domba, dan unggas lokal. Pemerintah daerah menempatkan komoditas tersebut sebagai salah satu sektor yang memiliki nilai ekonomi bagi pertanian daerah.
Data perencanaan daerah juga mencatat produksi bawang merah Kabupaten Cirebon pada 2024 sebesar sekitar 320.944 kuintal atau sekitar 32 ribu ton. Angka tersebut konsisten dengan catatan Dinas Pertanian mengenai produksi tahunan komoditas itu.
Pabedilan hingga Pangenan Jadi Basis Produksi
Sebaran sentra bawang merah Cirebon terkonsentrasi terutama di wilayah timur kabupaten. Dinas Pertanian memasukkan Pabedilan, Losari, Gebang, Pabuaran, Waled, dan Pangenan sebagai kawasan sentra komoditas tersebut.
Catatan produksi tahun-tahun sebelumnya menunjukkan Pabedilan menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi besar. Pada data 2020, misalnya, produksi bawang merah di Pabedilan mencapai 12.190 ton, disusul Losari 5.786 ton, Gebang 4.436 ton, dan Waled 4.270 ton. Angka tersebut merupakan data historis dan tidak menggambarkan produksi terkini masing-masing kecamatan.
Perubahan produksi dari tahun ke tahun membuat pemantauan luas tanam, produktivitas, dan hasil panen menjadi penting, terutama karena bawang merah merupakan komoditas pangan yang harganya ikut memengaruhi pengeluaran masyarakat.
Dengan produksi puluhan ribu ton per tahun, enam kecamatan sentra tersebut masih menjadi basis utama pengembangan bawang merah di Kabupaten Cirebon. Namun, tren penurunan produksi sejak 2022 menjadi catatan dalam pengembangan komoditas hortikultura daerah. (NS/AS)







