Pemutakhiran PPKD Kota Tasikmalaya Dimulai, Risiko Besar Jika Terabaikan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menegaskan komitmennya dalam merawat identitas budaya daerah melalui proses pemutakhiran Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang kini sedang berlangsung. Kegiatan ini sudah berjalan kurang lebih dua minggu, melibatkan kelurahan dan kecamatan sebagai garda terdepan pengumpulan data. Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya serius memastikan wajah kebudayaan Tasikmalaya tercatat dengan akurat dan relevan.

Bagi sebagian orang, istilah PPKD mungkin terdengar teknis. Padahal maknanya sederhana: PPKD adalah dokumen resmi yang memotret keadaan kebudayaan sebuah daerah, mulai dari tradisi, seni, bahasa, manuskrip, cagar budaya, sampai pelakunya. Dokumentasi ini kemudian menjadi dasar perencanaan dan arah kebijakan budaya, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Ibarat album keluarga, tapi versi daerahโ€”kalau tidak diperbarui, foto-fotonya bisa salah generasi.


Pemutakhiran yang Jadi Keharusan

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa pemutakhiran PPKD bukan sekadar pekerjaan tahunan, melainkan kebutuhan penting agar kebijakan budaya tidak berjalan dengan โ€œGPS lamaโ€.

โ€œKebudayaan itu hidup. Kalau tidak kita perbarui datanya, kita bisa membuat kebijakan yang tidak sesuai kenyataan di lapangan,โ€ ujar Dr. Deddy. Ia menegaskan, perubahan sosial, teknologi, hingga dinamika generasi membuat data budaya harus terus diperiksa ulang. Bukan karena data lama salah, tapi karena zaman bergerak.

Dalam proses yang kini berjalan, setiap kelurahan dan kecamatan diminta aktif menggali data. Mereka menjadi ujung tombak menemukan tradisi yang mungkin tidak muncul di permukaan: permainan rakyat yang mulai jarang dimainkan, upacara adat yang hanya dilakukan beberapa keluarga, kelompok seni kampung, atau manuskrip tua yang disimpan turun-temurun. Banyak khazanah budaya yang tidak tercatat secara resmi, tetapi hidup di tengah masyarakat. Pemutakhiran ini memberikan ruang agar semuanya bisa masuk dalam peta budaya Kota Tasikmalaya.

โ€œKerja budaya itu tidak bisa hanya menunggu laporan masuk. Kita harus turun, mendengarkan, dan memotret kembali kondisi terkini. Inilah kenapa kelurahan dan kecamatan kami libatkan secara penuh,โ€ kata Dr. Deddy.


Risiko Besar Jika Pemutakhiran Diabaikan

Pemutakhiran PPKD bukan sekadar memenuhi aturan. Ada risiko besar jika daerah membiarkan dokumen budaya ini ketinggalan zaman. Salah satunya adalah hilangnya peluang pembiayaan dan program dari pemerintah pusat. Banyak program strategisโ€”mulai dari revitalisasi cagar budaya, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, hingga digitalisasi arsip budayaโ€”mensyaratkan data PPKD yang mutakhir dan valid.

โ€œKalau datanya tidak diperbarui, daerah bisa kehilangan kesempatan. Bukan karena tidak punya budaya, tapi karena tidak punya bukti dan dokumen yang terbaru,โ€ tambah Dr. Deddy.

Risiko lain tak kalah penting: pemudaran identitas. Ketika data budaya tidak diperbarui, banyak elemen budaya kecilโ€”yang justru menjadi pembeda khas daerahโ€”bisa hilang sebelum sempat dicatat. Tradisi kecil yang mungkin terlihat sepele bisa menjadi aset budaya berharga di masa depan. Pemutakhiran PPKD membantu mencegah hal ini.

Di sisi lain, PPKD yang tidak diperbarui juga dapat memengaruhi kualitas kebijakan. Program kebudayaan bisa tidak tepat sasaran karena kondisi lapangan sudah berubah. Misalnya, kelompok seni yang aktif kini berbeda dari lima tahun lalu; atau bahasa yang dulu hidup kini mulai menurun jumlah penuturnya. Tanpa pemutakhiran, kebijakan bisa meleset dari kebutuhan masyarakat budaya.

Itulah sebabnya pemutakhiran menjadi pekerjaan strategis, bukan sekadar formalitas. โ€œKita tidak ingin membuat kebijakan dengan data yang sudah kadaluwarsa. Itu sama seperti memakai peta lama untuk mencari jalan di kota yang sudah berubah,โ€ ujar Dr. Deddy sambil tertawa kecil.


Dengan langkah pemutakhiran yang kini berjalan intensif, Kota Tasikmalaya menunjukkan keseriusan menjaga memori kolektif warganya. Data yang terkumpul hari ini akan menjadi dasar untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan kekayaan budaya di masa depan. Dan jika proses ini dijalankan dengan baik, Tasikmalaya bukan hanya dikenal sebagai kota yang religius dan kreatif, tetapi juga sebagai kota yang merawat budayanya dengan penuh cinta dan ketelitian.

Karena pada akhirnya, kebudayaan bukan hanya cerita masa laluโ€”tetapi bekal masa depan yang harus dijaga bersama.

Pilkades Ciamis 2026

Pilkades Ciamis 2026 Pakai Sistem Digital di 40 Desa, Tahapan Mulai...

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS. Pilkades Ciamis 2026 akan menggunakan sistem pemungutan suara elektronik atau digital di 40 desa. Pemerintah Kabupaten Ciamis mulai mematangkan persiapan melalui sosialisasi...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Festival Lekker 2026 Masuki Hari Terakhir di Kota Banjar

lintaspriangan.com,ย BERITA BANJAR.ย Festival Lekker 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraan di...

Pilkades Ciamis 2026 Pakai Sistem Digital di 40 Desa, Tahapan Mulai September

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS. Pilkades Ciamis 2026 akan menggunakan sistem pemungutan...

Rumah Ambruk di Ciamis, Penghuni Terpaksa Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Rumah milik Hendarso, warga Lingkungan Rancapetir...

Atap Rumah Warga Rancah Ambruk, FPI dan HILMI Ciamis Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.โ€” Atap rumah milik Hj. Ukat Katim,...

FPI Kembali Gerebek Gudang Miras di Ciamis, Botol Dihancurkan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Front Persaudaraan Islam (FPI) kembali melakukan...

JAWA BARAT

Gempa M5,8 Guncang Sumur Banten, Disusul M3,8: Warga agar Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8...

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Warga Perbatasan Kuningan-Cirebon Siaga Kebakaran Bentuk MPA

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Kuningan...

Pemuda Kabupaten Bogor Punya Usaha? Kesempatan Emas Program Inkubasi, Kuota Terbatas

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kabar baik bagi pemuda Kabupaten Bogor...

12 Daerah Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis Jabar hingga 20 Agustus

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR.ย Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menempatkan 12...

Rahasia Wawangi Situ Gede Pentas di Taman Budaya Jabar Sore Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Pementasan Rahasia Wawangi Situ Gede dari Kota Tasikmalaya...

Hari Jadi Jawa Barat ke-81, DPRD Gelar Paripurna Malam Ini di Gedung Sate

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Hari Jadi Jawa Barat ke-81 diperingati Rabu,...

Citilink Bandung Balikpapan Dijadwalkan Mulai Terbang 18 Agustus dari Husein

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Penerbangan langsung Citilink Bandung Balikpapan dijadwalkan mulai...

Olahraga

Popular Categories