lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kekeringan Kota Tasikmalaya telah berdampak pada 48 dari 69 kelurahan yang tersebar di seluruh 10 kecamatan. Berdasarkan pembaruan BPBD Kota Tasikmalaya pada Minggu, 4 Oktober 2026, sebanyak 28.723 kepala keluarga atau 90.144 jiwa tercatat mengalami krisis air bersih.
BPBD telah mendistribusikan sekitar 1,88 juta liter air bersih melalui 416 rit pengiriman ke 203 titik. Penyaluran dilakukan secara bergilir untuk memenuhi kebutuhan warga di kawasan yang sumber airnya menyusut selama musim kemarau.
Jumlah Warga Terdampak Terus Bertambah
Dampak kekeringan Kota Tasikmalaya menunjukkan peningkatan dibanding data pada akhir September. Hingga 28 September 2026, BPBD mencatat sekitar 25.726 KK atau 81.486 jiwa telah terlayani distribusi air bersih, dengan 48 kelurahan saat itu sudah masuk wilayah terdampak.
Artinya, jumlah warga yang tercatat terdampak bertambah dalam beberapa hari berikutnya, sementara cakupan kelurahan tetap berada di 48 kelurahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova menyatakan distribusi air tidak hanya menyasar permukiman. Bantuan juga diarahkan ke sejumlah fasilitas yang membutuhkan pasokan air, antara lain pesantren, sekolah, rumah sakit, perkantoran, dan fasilitas lainnya.
Pada akhir September, Kawalu menjadi salah satu kecamatan dengan cakupan wilayah terdampak cukup luas, yakni delapan kelurahan. Mangkubumi dan Tamansari masing-masing tercatat memiliki tujuh kelurahan terdampak.
Distribusi Air Bersih Dilakukan Bergilir
BPBD masih mengandalkan pengiriman menggunakan kendaraan tangki untuk menangani kebutuhan air di wilayah terdampak. Dengan titik permintaan yang tersebar di seluruh kecamatan, penyaluran dilakukan secara bergantian sesuai kebutuhan di lapangan.
Kondisi kekeringan Kota Tasikmalaya telah berkembang sejak pertengahan tahun. Pada 8 Juli 2026, hasil kaji cepat BPBD baru mencatat sedikitnya 98 titik rawan kekeringan di 12 kelurahan pada lima kecamatan, dengan potensi dampak terhadap sekitar 7.287 KK atau 27.825 jiwa.
Perkembangan tersebut menunjukkan perluasan wilayah dan jumlah penduduk yang membutuhkan dukungan air bersih selama kemarau.
BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat. Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air juga dapat berkoordinasi melalui kelurahan untuk mengajukan kebutuhan bantuan air bersih. (NS/AS)
