Siswi Karo Diduga Kehilangan Ingatan Usai Keracunan MBG, Evaluasi Program Kini Tak Bisa Ditunda

Apakah Banyaknya Korban Berarti MBG Gagal?

Di sinilah evaluasi MBG perlu dilakukan secara lebih ilmiah dan tidak terjebak pada dua kubu.

Menyebut program langsung gagal hanya berdasarkan jumlah korban tentu belum cukup.

Sebaliknya, mengatakan kasus tersebut tidak penting hanya karena jumlah korban jauh lebih kecil dibandingkan total penerima juga tidak tepat.

Dalam evaluasi kebijakan publik tidak ada satu angka universal, misalnya 1 persen atau 5 persen, yang secara otomatis menentukan sebuah program makanan disebut gagal.

Indikator yang lebih relevan antara lain adalah:

  • berapa banyak kejadian dibandingkan jumlah porsi makanan yang dibagikan;
  • berapa banyak penerima yang terdampak;
  • seberapa sering kejadian berulang pada dapur yang sama;
  • apakah penyebabnya dapat dicegah;
  • berapa banyak kasus yang membutuhkan perawatan medis;
  • apakah terdapat dampak kesehatan jangka panjang;
  • apakah terjadi kematian atau kecacatan;
  • seberapa banyak dapur yang tidak memenuhi standar keamanan pangan;
  • seberapa cepat pemerintah menghentikan sumber masalah; dan
  • apakah tindakan koreksi benar-benar menurunkan jumlah kejadian.

Dengan ukuran tersebut, evaluasi tidak berhenti pada pertanyaan “berapa persen korban?”, tetapi bergeser menjadi pertanyaan yang lebih penting: “seberapa besar risiko yang sebenarnya dapat dicegah?”

Angka Kecil Tetap Bisa Menjadi Masalah Besar

Pemerintah sebelumnya pernah membandingkan jumlah kasus dengan jumlah makanan yang telah dibagikan untuk menunjukkan bahwa persentase insiden relatif kecil.

Secara statistik, pendekatan tersebut memang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kejadian.

Namun, angka persentase harus dihitung menggunakan denominator yang jelas.

Misalnya, jika yang digunakan adalah jumlah porsi makanan yang benar-benar telah dikonsumsi, maka yang dihitung bukan sekadar jumlah penerima program, melainkan jumlah kesempatan konsumsi atau person-meals.

Hal ini penting karena satu kejadian keracunan dapat mengenai ratusan orang sekaligus.

Karena itu, angka persentase yang sangat kecil tidak otomatis berarti sistem sudah aman.

Sebaliknya, angka yang besar juga tidak otomatis membuktikan seluruh program gagal apabila penyebabnya terkonsentrasi pada sejumlah kecil unit dan dapat segera diperbaiki.

Yang harus dilihat adalah pola dan kecenderungannya.

Jika kasus terus berulang meskipun evaluasi dan perbaikan sudah dilakukan, maka persoalannya bukan lagi sekadar kesalahan teknis individual.

Itu bisa menjadi indikator adanya kelemahan sistem.

MBG Tetap Punya Tujuan yang Penting

Di sisi lain, evaluasi keamanan pangan tidak boleh menghapus tujuan awal MBG.

Program tersebut dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok sasaran lainnya.

Karena itu, pilihan kebijakan tidak harus selalu berada pada dua ekstrem: mempertahankan program tanpa perubahan atau menghentikannya secara total.

Ada pilihan ketiga yang justru perlu dibuktikan pemerintah, yakni melakukan koreksi secara serius sebelum ekspansi lebih lanjut.

Dapur yang tidak memenuhi standar harus dihentikan.

Dapur yang memenuhi standar harus diawasi secara berkala.

Hasil pemeriksaan makanan perlu transparan.

Mekanisme pengaduan harus mudah diakses.

Dan ketika terjadi keracunan, korban harus mendapatkan penanganan medis serta mekanisme pemulihan yang jelas.

Kasus Karo Harus Jadi Alarm

Kasus siswi di Karo menjadi alarm bahwa keamanan pangan tidak boleh diposisikan sebagai urusan administratif semata.

Jika benar terdapat hubungan antara makanan MBG dengan gangguan kesehatan berat yang dialami korban, kasus tersebut membutuhkan pemeriksaan medis dan investigasi yang transparan untuk memastikan penyebabnya.

Begitu pula dengan puluhan ribu laporan korban lainnya.

Tidak semuanya boleh langsung dianggap memiliki penyebab yang sama sebelum dilakukan pemeriksaan.

Namun, jumlah kejadian yang terus muncul juga tidak bisa dianggap sebagai gangguan kecil yang cukup diselesaikan dengan permintaan maaf atau penutupan sementara satu dapur.

Program sebesar MBG membutuhkan sistem keamanan pangan yang sebanding dengan skalanya.

Pemerintah perlu membuka data secara berkala: jumlah porsi yang dibagikan, jumlah kejadian, jumlah korban, hasil laboratorium, penyebab kejadian, status SLHS setiap SPPG, serta tindakan korektif yang telah dilakukan.

Dengan data tersebut, publik dapat menilai apakah perbaikan benar-benar berhasil.

Jika setelah pembenahan jumlah kejadian terus turun secara konsisten, berarti sistem bergerak ke arah yang benar.

Sebaliknya, jika kejadian tetap berulang, korban terus bertambah dan pelanggaran standar masih ditemukan di banyak titik, maka pemerintah harus berani mengakui bahwa desain maupun pelaksanaan program membutuhkan koreksi yang lebih mendasar.

Pada akhirnya, evaluasi MBG bukan tentang siapa yang menang dalam perdebatan antara pendukung dan penolak program.

Yang menjadi ukuran paling penting adalah apakah anak-anak yang menjadi penerima manfaat mendapatkan makanan yang bergizi tanpa harus mempertaruhkan kesehatan mereka.

Program untuk memenuhi hak atas gizi tidak boleh berubah menjadi sumber risiko kesehatan.

Karena itu, kasus Karo dan puluhan ribu laporan keracunan yang telah tercatat seharusnya menjadi momentum untuk mengukur ulang keamanan, tata kelola dan efektivitas MBG secara terbuka, berbasis data dan dapat dipertanggungjawabkan. (HS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Kebakaran Pabrik Pengolahan Panahan di Purwadadi Ciamis, Diduga Tungku Oven Bocor

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda bangunan pabrik pengolahan panahan...

Gelombang Tinggi Jabar 2,5–4 Meter Berlaku di Lima Perairan Selatan hingga Pukul 07.00

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Peringatan gelombang tinggi Jabar dengan ketinggian...

Jembatan Gantung Mertajaya Capai 82 Persen, Ditargetkan Rampung 3 November

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pembangunan Jembatan Gantung Mertajaya di Kabupaten Tasikmalaya telah...

Voli Putri Desa Pasawahan Juara Liga Desa Piala Bupati Garut 2026

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Voli putri Desa Pasawahan dari Kecamatan Tarogong Kaler...

RSUD Pameungpeuk Garut Bahas Kesiapsiagaan Bencana Hari Ini, Simulasi Lapangan 15 September

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. RSUD Pameungpeuk Garut dijadwalkan membahas kesiapsiagaan dan penanggulangan...

JAWA BARAT

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Gelombang Tinggi Jabar 2,5–4 Meter Berlaku di Lima Perairan Selatan hingga Pukul 07.00

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Peringatan gelombang tinggi Jabar dengan ketinggian...

Dugaan Pencabulan oleh Guru SMAN 1 Pamanukan Subang, Siswa Sempat Gelar Aksi

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Kasus dugaan pencabulan oleh guru...

Kebakaran TPA Galuga Terkendali, Pendinginan Jadi Fokus Penanganan

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Penanganan kebakaran TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten...

Data Bencana Jawa Barat: 863 Ribu Jiwa Terdampak hingga 9 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Data bencana Jawa Barat hingga Rabu,...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Sampai Bandung, Pemkot Siapkan Mitigasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan langkah...

Surat Edaran Gubernur Jabar, Siaga Abu Vulkanik

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan...

Olahraga

Popular Categories