Siswi Karo Diduga Kehilangan Ingatan Usai Keracunan MBG, Evaluasi Program Kini Tak Bisa Ditunda

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kasus seorang siswi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang dilaporkan mengalami gangguan daya ingat setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali membuka persoalan yang lebih besar: seberapa siap sistem keamanan pangan dalam menjalankan program berskala nasional tersebut?

Siswi berinisial FBP (16) dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG pada 13 Agustus 2026.

Amnesty International Indonesia menyebut korban mengalami gangguan fungsi saraf, penurunan daya ingat hingga 70 persen dan gangguan komunikasi. Namun, kondisi medis tersebut masih memerlukan pembuktian dan pemeriksaan lebih lanjut dari tenaga kesehatan.

- Advertisement -

Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian Amnesty International Indonesia.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendesak pemerintah menghentikan sementara program MBG dan mengusut seluruh kasus keracunan yang terjadi.

“MBG semakin tidak layak untuk diteruskan. Hentikan,” tegas Usman dalam pernyataannya.

Amnesty menilai berulangnya kasus keracunan menunjukkan persoalan serius dalam perlindungan kesehatan dan keselamatan anak.

Namun, di luar tuntutan penghentian program, rangkaian kasus tersebut juga menghadirkan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah persoalan MBG hanya terjadi pada beberapa dapur, atau sudah menunjukkan masalah sistemik yang harus dibenahi?

Puluhan Ribu Orang Terdampak Keracunan

Data mengenai jumlah korban keracunan MBG hingga September 2026 menunjukkan angka yang cukup besar, meskipun terdapat perbedaan antar sumber.

Amnesty International Indonesia mengutip data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang menyebut jumlah korban keracunan MBG di 36 provinsi telah mencapai 43.838 orang.

Data tersebut terdiri dari 28.103 korban sepanjang 2025 dan 15.735 korban sejak Januari hingga awal September 2026.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan yang dikutip Associated Press mencatat hingga 2 September 2026 terdapat 560 kejadian keracunan yang dikaitkan dengan MBG, dengan jumlah terdampak mencapai 50.059 orang di 245 kabupaten/kota dan 36 provinsi.

Artinya, angka yang beredar memang berbeda.

Perbedaan tersebut menunjukkan perlunya satu sistem data nasional yang transparan dan menggunakan definisi yang sama mengenai kejadian keracunan, korban, serta hubungan antara kasus dengan makanan MBG.

Sebelumnya, Komnas HAM juga mencatat bahwa hingga 11 Mei 2026 terdapat 449 kejadian luar biasa keracunan pangan yang berkaitan dengan MBG dengan 38.023 orang terdampak.

Komnas HAM bahkan menyoroti persoalan kepatuhan standar keamanan pangan. Saat itu, dari 27.649 SPPG yang telah beroperasi, baru sekitar 15.728 atau 57 persen yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dengan kata lain, persoalan keamanan pangan bukan isu yang baru muncul setelah kasus Karo.

Pemerintah Juga Sudah Menutup Dapur Bermasalah

Di sisi lain, tidak tepat pula jika seluruh persoalan tersebut dianggap tidak ditangani pemerintah.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan penutupan terhadap sejumlah dapur MBG yang dinilai tidak memenuhi persyaratan.

Hingga 10 Agustus 2026, BGN menyatakan telah menutup permanen 504 dapur MBG yang dinilai tidak layak dari sisi sanitasi berdasarkan laporan Dinas Kesehatan melalui Kementerian Kesehatan.

Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah juga melakukan pemeriksaan terhadap ribuan SPPG.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan keamanan pangan telah diakui sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program.

Namun, pertanyaan berikutnya adalah apakah pengawasan tersebut sudah cukup cepat dan ketat dibandingkan dengan kecepatan ekspansi program.

Sebab, dalam program makanan berskala nasional, satu kesalahan pada rantai produksi dapat berdampak kepada ratusan bahkan ribuan penerima manfaat sekaligus.

Selanjutnya –> Apakah MBG gagal?

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Asep Rahmat Dapat Respons Positif PPP, Jalan Menuju Kursi Wabup Ciamis Masih Panjang

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peluang Asep Rahmat untuk diusulkan...

Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya, Ubah Sampah Organik Jadi Kompos dan Pakan Ternak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya dalam...

RS Mitra Idaman Minta Maaf, Dinkes Banjar Telusuri SOP Kasus Persalinan Darurat dalam Mobil

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Kasus persalinan darurat Rini Marini, ibu...

36 Jam Dilalap Api, Kebakaran Limbah Kayu Kawalu Tasikmalaya Belum Padam

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran Limbah Kayu Kawalu Tasikmalaya...

Kebakaran TPA Pasir Bajing di Garut Dipadamkan, Tim SAR Brimob Diterjunkan

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kebakaran TPA Pasir Bajing di Desa Sukaraja, Kecamatan...

JAWA BARAT

Bantuan Dedi Mulyadi Lewat WhatsApp Dipastikan Hoaks, Warga Diminta Waspada Modus Transfer Sesuai Usia

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Jabar Saber Hoaks mengingatkan masyarakat...

Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih ke Sekolah dan Pesantren, Gunakan Kendaraan Taktis AWC

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Polres Purwakarta, Jawa Barat, menyalurkan bantuan...

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sumedang, Utang Rp25 Juta Jadi Dugaan Pemicu

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Polres Sumedang, Jawa Barat, mengungkap perkembangan penyidikan kasus...

Kasus Santriwati Bekasi, Pimpinan Ponpes Ditahan diduga Korban Lebih dari 10 Orang

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Polres Metro Bekasi Kota menahan...

Warga Cianjur Temukan Jenazah dalam Karung, Tali Melilit Leher Korban

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digegerkan...

Sindikat Pecah Kaca di Cianjur Terungkap, Kerugian Korban Rp4,1 Miliar dari 15 Lokasi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Polres Cianjur mengungkap sindikat pecah kaca...

Polisi Temukan 27 Batang Ganja di Atap Rumah Bandung, Bibit Disebut Dibawa dari Amerika Serikat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Polrestabes Bandung mengungkap kasus penanaman ganja...

Pilkades 47 Desa di Cianjur Ditunda hingga November 2026, Jadwal Baru Tunggu Perbup

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pelaksanaan Pilkades 47 desa di Cianjur,...

Olahraga

Kategori Populer