lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Penanganan gempa M7,7 NTT berlanjut memasuki Senin, 17 Agustus 2026. Data sementara BNPB hingga Minggu, 16 Agustus, pukul 16.00 WIB mencatat 53 orang meninggal dunia dan 137 orang luka-luka akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi.
Pendataan korban, pengungsi, dan kerusakan masih berlangsung sehingga angka tersebut dapat berubah. BNPB juga menyiapkan rumah sakit lapangan setelah sejumlah bagian dan fasilitas RSUD Manggarai di Ruteng terdampak gempa sehingga pelayanan pasien untuk sementara dilakukan di area halaman rumah sakit.
53 Meninggal, Lebih dari 5.600 Warga Mengungsi
BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa M7,7 NTT tersebar di enam kabupaten. Kabupaten Manggarai mencatat 25 korban meninggal, Manggarai Timur 20 orang, Sikka empat orang, Ende dua orang, serta Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing satu orang.
Selain 137 korban luka, sebanyak 5.488 warga tercatat mengungsi secara terpusat dan 171 orang lainnya mengungsi secara mandiri hingga Minggu. Dengan demikian, data pengungsian sementara mencakup lebih dari 5.600 orang.
Kerusakan rumah juga terus didata. BNPB mencatat 1.543 rumah rusak berat, 328 rusak sedang, dan 532 rusak ringan. Kerusakan fasilitas umum meliputi 87 fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah, dan 76 kantor pemerintahan.
Gempa susulan hingga pembaruan BNPB pada 16 Agustus tercatat 995 kali, dengan 46 di antaranya dirasakan masyarakat. Sebelumnya, BMKG mencatat gempa utama terjadi pada 15 Agustus pukul 04.58 WIB dengan parameter yang diperbarui menjadi magnitudo 7,7, kedalaman 15 kilometer, dan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo.
BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada 15 Agustus pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan kondisi muka air laut kembali aman. BMKG tetap memantau aktivitas gempa susulan dan memperkirakan proses peluruhan aktivitas seismik dapat berlangsung sekitar dua hingga tiga pekan.
Rumah Sakit Lapangan Disiapkan di Manggarai
Dampak gempa M7,7 NTT juga mengenai RSUD Manggarai. BNPB menyebut sejumlah bagian dan fasilitas rumah sakit mengalami kerusakan sehingga pelayanan pasien dan kegiatan administrasi sementara dipindahkan ke halaman rumah sakit.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno bersama Kepala BNPB Suharyanto meninjau fasilitas tersebut pada Minggu. Dari hasil peninjauan, pemerintah mengarahkan pembangunan rumah sakit lapangan yang direncanakan berlokasi di Stadion Golo Dukal untuk menjaga layanan kesehatan selama penanganan darurat.
Bantuan logistik juga mulai bergerak ke sejumlah wilayah terdampak. BNPB mencatat 4.925 paket bantuan dari pemerintah pusat telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo untuk didistribusikan ke Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Ende. Pos Pendampingan Nasional telah diaktifkan di Labuan Bajo, sementara posko taktis disiapkan di Maumere.
Khusus Kabupaten Sikka, BNPB telah menyerahkan antara lain tenda pengungsi, tenda keluarga, kasur lipat, tikar, selimut, paket sembako, perlengkapan kebersihan, genset, serta tangki air. Distribusi menuju Pulau Palue dilakukan melalui jalur laut karena keterbatasan akses darat.
Pencarian dan pertolongan korban serta pendataan kerusakan masih menjadi bagian penanganan darurat. Karena data gempa M7,7 NTT masih bersifat sementara, perkembangan jumlah korban dan dampak perlu merujuk pembaruan resmi BNPB dan pemerintah daerah. (NS/AS)







