Rp621 Milyar, Pembayaran Proyek Pemprov Jabar Macet!

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Pembayaran proyek bernilai Rp621 miliar di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menjadi sorotan. Di balik geliat pembangunan infrastruktur yang masif, ratusan kontraktor justru harus menahan napas karena hak pembayaran mereka tertunda. Pekerjaan telah rampung sesuai kontrak, namun dananya belum berpindah dari kas daerah ke rekening penyedia jasa. Di sinilah frasa Proyek Pemprov Jabar Macet menemukan konteks nyatanya—bukan sekadar istilah, melainkan kondisi fiskal yang berdampak langsung pada pelaku usaha.

Situasi ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengakui adanya tekanan berat pada keuangan daerah akibat pendapatan yang tidak sepenuhnya terealisasi, sementara belanja pembangunan terus digenjot demi menjaga layanan publik dan infrastruktur dasar tetap berjalan.

Tekanan Kas dan Skema Tunda Bayar

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, membenarkan bahwa sebagian kewajiban pembayaran pada tahun anggaran 2025 terpaksa ditunda dan dialihkan ke 2026. Penyebabnya, pendapatan daerah hanya tercapai 94,37 persen dari target. Tekanan kas semakin terasa menjelang penutupan tahun anggaran, bahkan saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) per 31 Desember 2025 disebut hanya tersisa Rp500 ribu.

Dengan kondisi tersebut, pembayaran proyek-proyek bernilai ratusan miliar rupiah—yang tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah seperti Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Dinas Perhubungan, serta OPD lainnya—akhirnya dimasukkan ke dalam APBD murni 2026. Proyek-proyek itu meliputi pembangunan jalan, penerangan jalan umum (PJU), dan infrastruktur pendukung lainnya.

Herman menegaskan, skema tunda bayar bukanlah keputusan mendadak. Para kontraktor disebut telah diberi pemahaman sejak awal dan menyetujui mekanisme tersebut. “Yang terpenting ada kepastian. Tahun 2026 sudah pasti teralokasi dan pasti dibayar,” ujarnya. Pemerintah, kata dia, memilih mengoptimalkan belanja agar tidak terjadi idle money, meski risikonya adalah penundaan pembayaran.

Ambisi, Utang, dan Perubahan Ekonomi

Dari sisi kebijakan makro daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terbuka menjelaskan bahwa Pemprov Jabar sedang menghadapi beban fiskal yang tidak ringan. Selain lonjakan belanja pembangunan, terdapat kewajiban pembayaran utang ke pemerintah pusat melalui skema dana PEN yang rata-rata mencapai Rp566 miliar per tahun hingga 2029. Jika ditambah beban operasional infrastruktur besar lainnya, total beban tetap daerah diperkirakan menyentuh Rp750 miliar per tahun.

Di sisi pendapatan, tantangan juga datang dari faktor eksternal. Belum cairnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat serta menurunnya penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ikut menekan kas daerah. Perubahan pola konsumsi masyarakat ke kendaraan listrik—yang didorong insentif dan keringanan pajak—diakui mengurangi potensi pendapatan jangka pendek.

Namun, Pemprov Jabar menilai kondisi ini bukan kegagalan pengelolaan keuangan. Pemerintah mengklaim strategi pendapatan dibuat progresif demi menjaga kualitas fiskal jangka panjang. Di saat yang sama, terdapat optimisme terhadap potensi Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum disalurkan, dengan piutang sekitar Rp191 miliar dari 2023 dan estimasi lebih dari Rp1 triliun untuk 2024 yang diharapkan dapat memperkuat likuiditas.

Kontraktor Menunggu, Publik Mengawasi

Di lapangan, penundaan pembayaran tetap menjadi beban nyata bagi para kontraktor. Arus kas perusahaan terganggu, kewajiban kepada pekerja dan pemasok harus diatur ulang, sementara proyek baru menuntut modal segar. Meski pemerintah menjamin pembayaran pada 2026, jeda waktu ini menuntut ketahanan finansial penyedia jasa—tidak semua memiliki bantalan yang sama.

Pemerintah provinsi berupaya menenangkan publik dengan menegaskan tidak ada pemangkasan pada sektor krusial. Jalan, listrik, sekolah, dan layanan kesehatan disebut tetap menjadi prioritas. Efisiensi diarahkan ke belanja operasional internal: penghapusan perjalanan dinas tertentu, penerapan kerja dari rumah untuk menekan biaya utilitas, hingga digitalisasi pengelolaan energi gedung pemerintahan.

Pada akhirnya, isu Proyek Pemprov Jabar Macet menjadi cermin tarik-menarik antara ambisi pembangunan dan realitas fiskal. Pemerintah memilih menjaga ritme pembangunan dan menghindari dana menganggur, sementara risiko tunda bayar ditransfer ke waktu. Tahun 2026 akan menjadi ujian: apakah janji pembayaran terealisasi tepat waktu dan manajemen kas benar-benar diperketat, atau polemik serupa kembali berulang. Publik—dan para kontraktor—tentu tak hanya menunggu kata “aman”, tetapi bukti di rekening. (AS)

[td_block_2 limit="7" offset="1" category_id=""]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Rata-Rata Lama Sekolah di Priangan Timur: Terendah di Tasikmalaya, Kesenjangan Gender Terlebar di Garut

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Hari Guru Sedunia yang diperingati...

Dua Event Jawa Barat Digelar 4 Oktober, Jazz di Bandung dan Trail Run di Garut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Dua event Jawa Barat berlangsung...

Kecelakaan Kapal Nelayan Tasikmalaya Dua Nelayan Ditemukan Tewas, Operasi SAR Berakhir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pencarian dua nelayan yang hilang akibat...

Operasi Bibir Sumbing Gratis di Tasikmalaya Berlanjut 4 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Operasi bibir sumbing dan celah langit-langit...

Insentif SPPG Berubah Jadi Rp2.000 per Porsi Mulai 5 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Skema insentif SPPG dalam Program...

JAWA BARAT

Dua Event Jawa Barat Digelar 4 Oktober, Jazz di Bandung dan Trail Run di Garut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Dua event Jawa Barat berlangsung...

Jembatan Paledang-Pasir Jaya Capai 95 Persen, Ditargetkan Diresmikan Pertengahan Oktober

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pembangunan Jembatan Paledang-Pasir Jaya di Kota...

2.300 Lowongan Kerja Subang Dibuka, Pendaftaran Operator BYD Berakhir 4 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Sebanyak 2.300 lowongan kerja Subang tersedia...

Gempa Sukabumi M 4,2 Terasa hingga Cianjur, Pusat Gempa di Laut

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Gempa Sukabumi bermagnitudo 4,2 terjadi pada...

PT Wemade Indonesia Jaya di Bongas Kulon, Dari Lapangan Kerja Lokal hingga Pasar Amerika

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Di tengah berkembangnya kawasan industri di...

Papandayan Jazz Festival 2026 Dimulai Hari Ini, Ruth Sahanaya hingga Diskoria Tampil di Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Papandayan Jazz Festival 2026 dimulai di The...

Proyek Data Center AI Jatiluhur Disetop, AMDAL dan PBG Belum Rampung

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Pembangunan data center AI Jatiluhur di Kabupaten...

Santunan PT Wemade Indonesia Jaya, Sejumlah Anak Yatim di Bongas Kulon Terima Sembako dan Uang Saku

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Kepedulian terhadap masyarakat sekitar mulai ditunjukkan...

Olahraga

Popular Categories