lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pencarian dua nelayan yang hilang akibat kecelakaan kapal nelayan Tasikmalaya di Perairan Pamoekan, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya berakhir dengan kabar duka.
Tim SAR gabungan menemukan Ending (58) dan Weli (48) dalam kondisi meninggal dunia setelah beberapa hari dilakukan penyisiran di laut dan sepanjang pesisir. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi diusulkan untuk ditutup.
Korban terakhir, Ending, ditemukan pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 18 kilometer dari titik awal kapal terbalik.
Tim SAR kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 16.37 WIB. Jenazah Ending berhasil dievakuasi pada pukul 17.40 WIB sebelum dibawa ke Puskesmas Cipatujah untuk proses identifikasi.
Setelah dipastikan sebagai Ending, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Weli lebih dulu ditemukan
Sebelum Ending, Tim SAR gabungan terlebih dahulu menemukan Weli pada Jumat malam (2/10/2026).
Weli ditemukan sekitar pukul 21.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuannya berada sekitar 500 meter dari titik awal kejadian di Perairan Pamoekan.
Penemuan tersebut membuat pencarian yang sebelumnya difokuskan kepada dua nelayan menyisakan satu korban, yakni Ending. Tim SAR kemudian memperluas area pencarian berdasarkan hasil evaluasi dan perhitungan pergerakan korban di laut.
Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU pertama menyisir kawasan pantai hingga empat kilometer ke arah timur dan barat dari lokasi kejadian. Sementara SRU kedua melakukan penyisiran di laut menggunakan perahu nelayan.
Operasi tersebut melibatkan Basarnas Kantor SAR Bandung, TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, perangkat desa, nelayan setempat, keluarga korban, serta unsur SAR lainnya.
Kapal terbalik saat hendak kembali ke daratan
Kecelakaan laut itu terjadi pada Selasa (29/9/2026) malam di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.
Saat kejadian, terdapat tiga nelayan di atas kapal, yakni Ending, Weli, dan Budi. Kapal yang mereka gunakan terbalik setelah dihantam gelombang tinggi ketika dalam perjalanan kembali ke daratan.
Budi berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju pantai. Setelah tiba di daratan, ia meminta pertolongan warga hingga peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas.
Sementara Ending dan Weli tidak langsung ditemukan. Keduanya kemudian menjadi sasaran pencarian Tim SAR gabungan selama beberapa hari.
Pencarian sempat diperluas karena korban tidak berada di sekitar titik awal kecelakaan. Pergerakan arus laut membuat area pencarian harus disesuaikan berdasarkan evaluasi tim di lapangan.
Hingga akhirnya, Weli ditemukan terlebih dahulu pada Jumat malam, disusul Ending pada Sabtu sore.
Dengan ditemukannya kedua korban tersebut, seluruh nelayan yang menjadi korban dalam kecelakaan kapal di Perairan Pamoekan Tasikmalaya telah ditemukan. Operasi SAR selanjutnya dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung juga mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar memperhatikan kondisi cuaca serta mengutamakan perlengkapan keselamatan ketika melakukan aktivitas di laut. (HS)
