lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah Kecanduan Hirup Bensin di Sukabumi viral. Dalam unggahan video tersebut terlihat bocah tersebut berulang kali membuka jok sepeda motor hanya untuk menghirup aroma bensin.
Di balik rekaman yang viral itu, tersimpan kisah pilu yang jauh lebih menyentuh. Bocah berusia 11 tahun tersebut ternyata merupakan anak berkebutuhan khusus yang telah kehilangan kedua orang tuanya dan kini hidup dalam keterbatasan bersama keluarganya. Pemerintah memastikan kasus tersebut sudah dalam penanganan intensif.
Video yang beredar memperlihatkan bocah itu berusaha membuka tangki bahan bakar sepeda motor sebelum menghirup aroma bensin berulang kali. Aksi tersebut memicu keprihatinan publik sekaligus berbagai spekulasi mengenai kondisi sang anak.
Fakta Pilu di Balik Video Viral
Setelah ditelusuri, bocah berinisial HN itu diketahui merupakan penyandang tunarungu dan tunawicara. Ia juga telah menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal dunia dalam selang waktu yang berdekatan.
Kini HN diasuh oleh kakak perempuannya. Namun, karena kondisi ekonomi keluarga dan kebiasaannya yang sering keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga, pengawasan terhadapnya menjadi tidak mudah. Warga sekitar bahkan mengaku sudah sering membantu mengantar HN pulang ketika berkeliaran di jalan.
Sudah Lama Mengalami Kebiasaan Menghirup Bensin
Warga yang merekam video tersebut menjelaskan kebiasaan menghirup aroma bensin bukan baru terjadi sekali.
Menurutnya, aksi itu telah berlangsung cukup lama. Video sengaja diunggah agar kondisi HN mendapat perhatian dari pihak terkait sehingga memperoleh penanganan yang lebih tepat.
Selama ini warga sekitar sebenarnya telah berusaha membantu. Namun karena HN kerap kembali mengulangi kebiasaannya, penanganan yang lebih komprehensif dinilai sangat diperlukan.
Dinas Sosial: Anak Sudah Ditangani
Dinas Sosial Kota Sukabumi menegaskan pemerintah tidak tinggal diam.
HN sebelumnya telah dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit. Pemerintah juga sempat mengupayakan penempatan di lembaga rehabilitasi, namun proses tersebut terkendala persyaratan administratif dan hasil pemeriksaan kesehatan.
Saat ini Dinas Sosial terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial melalui Sentra Phalamartha untuk mencari tempat rehabilitasi yang sesuai dengan kondisi HN sebagai anak berkebutuhan khusus.
Psikolog Ungkap Penyebab Kebiasaan Menghirup Bensin
Fenomena tersebut turut mendapat perhatian kalangan psikolog.
Menurut psikolog sekaligus anggota Kelompok Kerja Pendidikan KPAI, perilaku menghirup aroma bensin dapat berkaitan dengan upaya mencari sensasi nyaman melalui rangsangan indra.
Aroma bensin dapat memicu pelepasan hormon dopamin sehingga memberikan efek menenangkan. Pada anak berkebutuhan khusus atau anak yang mengalami hambatan perkembangan tertentu, kebiasaan seperti ini bisa bertahan lebih lama dibandingkan anak pada umumnya.
Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya melarang atau menjauhkan anak dari bensin, tetapi membutuhkan pendampingan psikologis, rehabilitasi, serta pengalihan kebiasaan secara bertahap menggunakan metode yang aman.
Butuh Kepedulian, Bukan Sekadar Viral
Kasus bocah di Sukabumi ini menjadi pengingat bahwa di balik sebuah video viral sering kali tersimpan persoalan sosial yang jauh lebih kompleks.
Selain membutuhkan penanganan medis dan psikologis, HN juga memerlukan dukungan lingkungan agar proses rehabilitasinya berjalan optimal.
Pemerintah berharap upaya kolaboratif antara keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, dan lembaga sosial dapat membantu HN pulih sekaligus mencegah kejadian serupa terjadi pada anak-anak lain. (HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
