lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peristiwa menegangkan terjadi di Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Selasa malam, 7 Juli 2026.
Seorang balita berusia dua tahun harus mendapatkan pertolongan petugas UPTD Pemadam Kebakaran atau Damkar Ciamis setelah kepalanya tersangkut di dalam kaleng biskuit kosong.
Peristiwa itu semula berlangsung seperti kejadian rumah tangga biasa. Anak kecil bermain, keluarga berkumpul, lalu benda yang terlihat sepele berubah menjadi sumber kepanikan.
Balita tersebut diketahui bernama Naima. Saat itu, ia tengah bermain sambil menonton telepon genggam. Ponsel sempat disandarkan atau dimasukkan ke dalam kaleng biskuit kosong. Setelah ponsel dikeluarkan, kaleng tersebut justru dipasang ke kepala hingga tersangkut dan sulit dilepaskan.
Keluarga sempat berusaha menolong dengan alat seadanya. Namun, kaleng tidak juga terlepas. Kondisi makin membuat panik karena korban menangis kesakitan. Dalam situasi itu, keluarga akhirnya meminta bantuan Damkar Ciamis.
Laporan diterima petugas sekitar pukul 20.58 WIB. Tim UPTD Damkar Ciamis kemudian bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan evakuasi.
Petugas datang menggunakan kendaraan operasional dan menyiapkan sejumlah alat, di antaranya gerinda mini, gunting, dan tang. Peralatan itu digunakan bukan untuk tindakan besar, tetapi untuk pekerjaan kecil yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Evakuasi terhadap balita tentu tidak bisa dilakukan sembarangan. Petugas harus memastikan kaleng bisa dibuka tanpa menimbulkan luka baru. Sedikit saja salah tekanan, bagian kepala korban bisa terluka. Dalam situasi seperti ini, cepat saja tidak cukup. Harus cepat, tenang, dan hati-hati.
Setelah proses penanganan dilakukan perlahan, kaleng biskuit akhirnya berhasil dilepaskan dari kepala balita tersebut sekitar pukul 21.20 WIB.
Korban dilaporkan dalam kondisi aman. Tidak ada luka serius akibat proses evakuasi. Hanya terlihat bekas kemerahan di bagian kepala karena kaleng sempat tersangkut cukup lama.
Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa tugas Damkar tidak hanya berkaitan dengan kebakaran. Di lapangan, petugas kerap menangani berbagai laporan darurat warga, mulai dari evakuasi hewan, cincin tersangkut, hingga benda rumah tangga yang membahayakan anak.
Dalam kasus di Ciamis ini, respons cepat petugas menjadi kunci. Keluarga korban yang awalnya panik akhirnya bisa bernapas lega setelah kaleng berhasil dilepaskan dengan aman.
Kejadian tersebut juga menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih waspada terhadap benda-benda di sekitar anak. Kaleng kosong, botol, wadah sempit, atau benda berlubang lain bisa tampak biasa bagi orang dewasa, tetapi berisiko bagi balita yang sedang aktif bereksplorasi.
Anak usia balita sering mencoba banyak hal tanpa memahami bahayanya. Karena itu, pengawasan orang tua tetap menjadi benteng pertama sebelum situasi kecil berubah menjadi keadaan darurat.
Peristiwa di Desa Cisadap ini berakhir lega. Tidak ada luka serius, petugas berhasil menangani kejadian, dan korban selamat. Namun, pesannya cukup jelas: benda sederhana di rumah pun bisa berubah menjadi masalah besar bila luput dari pengawasan.
Dalam urusan anak kecil, kaleng kosong pun kadang bisa bikin satu rumah ikut “kosong napas” karena panik. (NS/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
