Parah! Sampah di Cirebon Tak Tertangani, Anggaran DLH Berindikasi Korupsi

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON.  Persoalan sampah di Cirebon belum juga menemukan jalan keluar yang tuntas. Di tengah produksi sampah yang disebut mencapai sekitar 1.200 ton per hari, kemampuan pengangkutan Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Cirebon baru sekitar 400 ton per hari.

Artinya, setiap hari masih ada ratusan ton sampah yang belum tertangani secara optimal. Namun, saat pelayanan dasar pengelolaan sampah masih menjadi masalah besar, anggaran pada dinas yang menangani urusan lingkungan hidup itu justru terseret temuan serius Badan Pemeriksa Keuangan.

Berdasarkan data temuan BPK yang diperoleh redaksi, Belanja BBM dan Pelumas pada DLH Kabupaten Cirebon belum sesuai ketentuan sebesar Rp934.217.857,20. Nilai ini bukan angka kecil. Hampir Rp1 miliar anggaran publik dipersoalkan dalam pos belanja yang sangat vital bagi operasional pengangkutan sampah.

Temuan ini membuat persoalan sampah di Cirebon tidak lagi hanya bisa dibaca sebagai masalah teknis armada, TPA, atau perilaku masyarakat. Ada pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana mungkin layanan pengangkutan sampah belum maksimal, sementara belanja BBM dan pelumas yang menjadi napas operasional kendaraan pengangkut sampah justru bermasalah?

SPJ BBM Tak Cocok dengan Data Pertamina

Dalam temuan tersebut, realisasi Belanja BBM dan Pelumas DLH Kabupaten Cirebon tercatat mencapai Rp6.968.637.760,00 dari anggaran Rp8.123.783.800,00. Dari pos besar dan rutin itulah BPK menemukan sejumlah masalah pertanggungjawaban.

Salah satu poin paling mencolok adalah adanya perbedaan antara pertanggungjawaban pembelian Bio Solar dengan data elektronik MyPertamina/P-Insyst. Sistem P-Insyst merupakan sistem yang mencatat transaksi SPBU secara elektronik. Karena itu, ketika data SPJ berbeda dengan data transaksi elektronik, masalahnya tidak bisa dianggap sederhana.

BPK mencatat kelebihan pembayaran Bio Solar pada DLH Kabupaten Cirebon sebesar Rp469.217.857,20. Bahkan, pada salah satu SPBU saja, selisih yang ditemukan mencapai 45.587,31 liter atau setara Rp309.993.688,00.

Tidak berhenti di situ, temuan pada BBM nonsubsidi juga lebih panas. BPK menemukan struk BBM Dexlite/Pertamina Dex yang tidak terdapat dalam riwayat P-Insyst sebanyak 138.030,40 liter senilai Rp1.895.744.010,00.

Pihak SPBU disebut menjelaskan bahwa struk pertanggungjawaban memungkinkan menggunakan struk manual yang disesuaikan dengan tanggal dan jumlah liter dalam kupon delivery order atau DO. Pola ini membuka ruang pertanyaan serius mengenai validitas dokumen pertanggungjawaban.

Lebih kuat lagi, BPK mencatat adanya pengakuan PPK bahwa terdapat struk yang tidak sesuai dengan pembelian BBM sebenarnya. Pada titik ini, persoalan bukan lagi sekadar salah input, salah tempel, atau salah map. Ini sudah menyentuh dugaan pertanggungjawaban yang tidak menggambarkan kondisi riil.

Ada Uang Tunai dari SPBU, APH Perlu Mendalami

Temuan lain yang tidak kalah serius adalah adanya pengembalian dana tunai dari SPBU kepada BPP atau Bendahara Pengeluaran Pembantu. Dana tersebut disebut dipakai untuk membiayai pengeluaran yang tidak tersedia anggarannya.

Nilainya mencapai Rp781.250.000,00. Dari jumlah tersebut, bukti pengeluaran yang tersedia hanya Rp316.250.000,00. Sisanya, sebesar Rp465.000.000,00, dihitung BPK sebagai kelebihan pembayaran.

Lampiran temuan juga mencatat pengeluaran untuk perbaikan dozer, operasional TPA, dan perbaikan alat berat di TPA Gunung Santri serta TPA Kubangdeleg. Masalahnya, pengeluaran tersebut disebut tidak tersedia dalam pos anggaran sebagaimana mestinya.

Pola ini membuat temuan DLH Kabupaten Cirebon layak dibaca sebagai indikasi serius. Ada SPJ yang tidak sepenuhnya cocok dengan data elektronik Pertamina. Ada struk manual. Ada pengakuan struk tidak sesuai pembelian sebenarnya. Ada uang tunai dari SPBU. Ada pula pengeluaran tanpa anggaran yang ditutup dari mekanisme yang dipersoalkan BPK.

Dalam tata kelola keuangan daerah, setiap pengeluaran APBD wajib didukung bukti yang lengkap dan sah. Karena itu, bila ada belanja yang dipertanggungjawabkan tidak sesuai kondisi sebenarnya, persoalannya tidak cukup diselesaikan hanya dengan pengembalian uang.

Apalagi, temuan BBM ini disebut bukan persoalan yang tiba-tiba muncul. LHP tahun sebelumnya juga telah menyoroti pertanggungjawaban BBM pada DLH, Dishub, dan Damkar yang belum memadai. Bahkan rekomendasi terkait pemrosesan kelebihan pembayaran dan sanksi pegawai belum sepenuhnya selesai.

Dengan konstruksi seperti ini, aparat penegak hukum patut mendalami lebih jauh. Pertanyaannya bukan hanya berapa nilai yang harus dikembalikan, tetapi siapa yang merancang pola pertanggungjawaban tersebut, siapa yang menyetujui, siapa yang menerima manfaat, dan mengapa mekanisme seperti itu bisa berjalan pada pos anggaran yang nilainya miliaran rupiah.

Temuan BPK memang bukan vonis pidana. Namun, data tersebut cukup kuat menjadi pintu masuk untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan anggaran, rekayasa pertanggungjawaban, penggunaan bukti tidak riil, pengeluaran di luar mekanisme APBD, serta potensi kerugian keuangan daerah.

Publik berhak mendapat penjelasan terbuka. Sebab, di saat sampah di Cirebon belum tertangani optimal, anggaran yang seharusnya menopang pelayanan pengangkutan sampah justru menyisakan pertanyaan besar.

Jika masalah sampah menumpuk di jalan dan masalah anggaran menumpuk di dokumen pertanggungjawaban, maka yang harus dibersihkan bukan hanya sampah di lapangan. Tata kelola anggarannya juga harus ikut disapu sampai ke sudut paling gelap. (AS)

Pilkades Ciamis 2026

Pilkades Ciamis 2026 Pakai Sistem Digital di 40 Desa, Tahapan Mulai...

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pilkades Ciamis 2026 akan menggunakan sistem pemungutan suara elektronik atau digital di 40 desa. Pemerintah Kabupaten Ciamis mulai mematangkan persiapan melalui sosialisasi...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Festival Lekker 2026 Masuki Hari Terakhir di Kota Banjar

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Festival Lekker 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraan di...

Pilkades Ciamis 2026 Pakai Sistem Digital di 40 Desa, Tahapan Mulai September

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pilkades Ciamis 2026 akan menggunakan sistem pemungutan...

Rumah Ambruk di Ciamis, Penghuni Terpaksa Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Rumah milik Hendarso, warga Lingkungan Rancapetir...

Atap Rumah Warga Rancah Ambruk, FPI dan HILMI Ciamis Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.— Atap rumah milik Hj. Ukat Katim,...

FPI Kembali Gerebek Gudang Miras di Ciamis, Botol Dihancurkan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Front Persaudaraan Islam (FPI) kembali melakukan...

JAWA BARAT

Gempa M5,8 Guncang Sumur Banten, Disusul M3,8: Warga agar Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8...

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Warga Perbatasan Kuningan-Cirebon Siaga Kebakaran Bentuk MPA

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Kuningan...

Pemuda Kabupaten Bogor Punya Usaha? Kesempatan Emas Program Inkubasi, Kuota Terbatas

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kabar baik bagi pemuda Kabupaten Bogor...

12 Daerah Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis Jabar hingga 20 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menempatkan 12...

Rahasia Wawangi Situ Gede Pentas di Taman Budaya Jabar Sore Ini

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pementasan Rahasia Wawangi Situ Gede dari Kota Tasikmalaya...

Hari Jadi Jawa Barat ke-81, DPRD Gelar Paripurna Malam Ini di Gedung Sate

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hari Jadi Jawa Barat ke-81 diperingati Rabu,...

Citilink Bandung Balikpapan Dijadwalkan Mulai Terbang 18 Agustus dari Husein

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penerbangan langsung Citilink Bandung Balikpapan dijadwalkan mulai...

Olahraga

Popular Categories