lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang kerap menjadi keluhan masyarakat, sebuah klinik berobat di Kabupaten Cianjur menghadirkan konsep berbeda. Klinik tersebut memperbolehkan pasien membayar biaya pengobatan sesuai kemampuan, bahkan dengan hasil panen, sayuran, atau sekadar doa.
Konsep “berobat seikhlasnya” itu menarik perhatian publik karena mengedepankan nilai kemanusiaan dan gotong royong. Bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi, pelayanan kesehatan tetap diberikan tanpa harus khawatir tidak mampu membayar.
Tak Mampu Bayar Uang, Sayur Pun Diterima
Di klinik tersebut, pasien tidak dibebankan tarif baku. Siapa pun yang datang tetap dilayani terlebih dahulu.
Bagi warga yang tidak memiliki uang tunai, pembayaran dapat dilakukan sesuai kemampuan, mulai dari membawa hasil kebun, sayuran, hasil panen, hingga cukup mendoakan para tenaga kesehatan yang bertugas.
Konsep tersebut lahir dari semangat agar masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan dasar tanpa terbebani persoalan biaya.
Warga Merasa Sangat Terbantu
Keberadaan klinik ini disambut positif masyarakat sekitar.
Selain biaya yang sangat terjangkau, lokasi pelayanan yang dekat membuat warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan maupun pengobatan.
Model pelayanan berbasis kepedulian sosial ini dinilai menjadi contoh bahwa pelayanan kesehatan masyarakat dapat dibangun dengan mengedepankan empati, tanpa menghilangkan kualitas pelayanan medis.
Bukti Layanan Kesehatan Dasar Masih Sangat Dibutuhkan
Fenomena klinik “berobat seikhlasnya” Cianjur ini juga menjadi pengingat bahwa akses terhadap layanan kesehatan dasar di wilayah pedesaan masih menjadi kebutuhan besar.
Di sejumlah daerah, masyarakat masih menghadapi kendala jarak, biaya transportasi, hingga kemampuan ekonomi untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Karena itu, model pelayanan seperti ini dinilai mampu mengisi kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau fasilitas kesehatan.
Bisa Menjadi Inspirasi Pengembangan Layanan Desa
Semangat pelayanan yang diterapkan klinik berobat di Cianjur ini juga dinilai dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan layanan kesehatan berbasis desa, bahkan mungkin juga bisa dikolaborasikan dalam konsep Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang tengah dikembangkan pemerintah.
Dalam desain programnya, KDMP tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga dirancang mengintegrasikan layanan dasar seperti klinik desa dan apotek desa. Apabila pengembangannya mampu mengedepankan semangat pelayanan yang berorientasi pada kemudahan akses masyarakat seperti yang dilakukan klinik berobat di Cianjur tersebut, keberadaan KDMP berpotensi memperkuat layanan kesehatan primer di wilayah pedesaan tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Klinik dan Apotek Harapan Sehat
Jl. Raya Cibeber No.20, Sukasari, Kec. Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43285
(HS)
