lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Persaingan pelajar terbaik dari berbagai daerah memuncak di Kota Bekasi, Sabtu, 18 Juli 2026. Setelah pembukaan dan defile kontingen, Pentas PAI Jawa Barat 2026 memasuki hari perlombaan untuk menentukan peserta yang berhak melangkah ke tingkat nasional.
Asrama Haji Kota Bekasi menjadi arena adu keterampilan agama, keberanian, ketepatan, dan kreativitas siswa sekolah dasar. Mereka datang membawa nama daerah masing-masing setelah melewati seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten dan kota.
Pelajar Terbaik Jawa Barat Bertanding di Bekasi
Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam atau Pentas PAI tingkat Jawa Barat berlangsung selama dua hari, 17–18 Juli 2026. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto membuka kegiatan tersebut pada Jumat, sekaligus menandai dimulainya pertemuan pelajar terbaik dari berbagai kabupaten dan kota.
Pembukaan dimeriahkan defile kontingen dan penampilan kesenian khas Kota Bekasi. Namun, ketegangan sesungguhnya berlangsung pada hari kedua ketika peserta menghadapi perlombaan yang akan menentukan wakil Jawa Barat ke tingkat nasional.
Cabang yang dipertandingkan meliputi Lomba Cepat Tepat PAI, azan, dai cilik putra dan putri, Musabaqah Tilawatil Quran, Musabaqah Hifdzil Quran, kaligrafi, Musabaqah Qiraatul Kutub, praktik salat berjemaah, serta seni kasidah.
Setiap cabang menguji kemampuan yang berbeda. Lomba Cepat Tepat menuntut kecepatan berpikir dan ketepatan menjawab. MTQ dan MHQ menguji kualitas bacaan serta hafalan Al-Qur’an. Sementara dai cilik menuntut keberanian menyampaikan pesan agama secara jelas di hadapan juri.
Bagi peserta, satu kesalahan kecil dapat memengaruhi hasil akhir. Namun, satu penampilan terbaik juga dapat membuka jalan menuju panggung nasional.
Kota Bekasi tidak hanya bertindak sebagai tuan rumah. Penyelenggaraan kegiatan berskala provinsi tersebut turut mempertemukan siswa, guru, pendamping, dan orang tua dari berbagai daerah dalam satu ruang pendidikan agama dan budaya Islam.
Juara Daerah Berburu Tiket Tingkat Nasional
Para peserta Pentas PAI Jawa Barat 2026 bukan siswa yang dipilih secara mendadak. Mereka merupakan juara hasil seleksi di daerah masing-masing dan telah menjalani pembinaan sebelum diberangkatkan ke Kota Bekasi.
Kabupaten Cirebon, misalnya, membawa 72 peserta dan datang dengan target mempertahankan gelar juara umum. Daerah lain seperti Purwakarta, Bandung, Indramayu, Bogor, dan kabupaten serta kota lainnya juga mengirimkan siswa terbaiknya.
Persaingan diperkirakan berlangsung ketat karena setiap kontingen membawa kekuatan berbeda. Ada daerah yang menonjol dalam tilawah dan hafalan Al-Qur’an. Daerah lain mengandalkan kasidah, kaligrafi, dai cilik, atau Lomba Cepat Tepat PAI.
Hasil perlombaan menjadi penting karena Pentas PAI dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat nasional. Dengan demikian, gelar juara tidak berhenti sebagai penghargaan tingkat provinsi, tetapi membuka kesempatan bagi siswa untuk membawa nama Jawa Barat pada kompetisi yang lebih tinggi.
Pentas PAI juga menjadi alat ukur pembinaan Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar. Prestasi peserta memperlihatkan hasil kerja panjang yang melibatkan guru PAI, kelompok kerja guru, sekolah, orang tua, dinas pendidikan, serta kantor kementerian agama di setiap daerah.
Daftar pemenang dan juara umum masih menunggu hasil penilaian seluruh cabang. Sampai hasil resmi diumumkan, persaingan di Asrama Haji Kota Bekasi belum selesai. Di balik hafalan, suara azan, goresan kaligrafi, dan jawaban cepat para siswa, tersimpan satu tujuan yang sama: merebut tiket nasional dan pulang membawa kebanggaan untuk daerahnya. (NS/AS)
