Wacana Koperasi Merah Putih, Ditolak Kades!

lintaspriangan.com, BERITA DESA. Rencana pemerintah untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di seluruh Indonesia menuai reaksi keras dari sejumlah kepala desa. Mereka mengancam akan menggelar aksi turun ke jalan jika Presiden Prabowo Subianto tetap memaksakan kebijakan tersebut tanpa mempertimbangkan aspirasi dan kondisi di lapangan.

Latar Belakang Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto menggagas pembentukan Kopdes Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dan memutus mata rantai kemiskinan. Program ini direncanakan akan diterapkan di sekitar 70.000 hingga 80.000 desa di seluruh Indonesia. Setiap koperasi akan mendapatkan dana sebesar Rp 3 hingga 5 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas seperti gudang penyimpanan, cold storage, unit simpan pinjam, hingga klinik desa.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa tujuan utama pembentukan koperasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengatasi persoalan ekonomi di pedesaan. Selain itu, koperasi ini diharapkan dapat memutus mata rantai distribusi barang yang selama ini merugikan produsen dan konsumen, serta mengatasi jeratan pinjaman online (pinjol), tengkulak, dan rentenir yang membebani masyarakat desa.

Penolakan dari Kepala Desa

Namun, rencana ini mendapat penolakan dari sejumlah kepala desa di berbagai daerah. Di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mayoritas kepala desa menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pembentukan Kopdes Merah Putih. Mereka menilai bahwa kebijakan ini tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi desa mereka. Para kepala desa tersebut bahkan mengancam akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran jika pemerintah tetap memaksakan kebijakan tersebut tanpa ada dialog dan sosialisasi yang memadai. Menurut salah seorang kepala desa di Kabupaten Tasikmalaya, sikap serupa seperti di Purworejo juga sudah mulai ditunjukkan oleh kades di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Salah satu alasan penolakan adalah kekhawatiran bahwa pembentukan koperasi baru akan tumpang tindih dengan koperasi atau lembaga BUMDes yang sudah ada dan berjalan di desa-desa. Mereka khawatir hal ini justru akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan mengganggu perekonomian desa yang sudah stabil. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan kebutuhan lain akan dialihkan untuk pembentukan koperasi ini, sehingga mengurangi anggaran untuk program-program yang sudah direncanakan sebelumnya.

Tanggapan Pemerintah

Menanggapi penolakan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pembentukan Kopdes Merah Putih bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ia menyatakan bahwa jika ada kepala desa yang menolak program ini, maka hal tersebut bisa dianggap sebagai pengkhianatan terhadap rakyat. Tito juga mengajak para kepala desa untuk berdialog dan memahami tujuan dari kebijakan ini sebelum mengambil sikap menolak.

Selain itu, pemerintah berencana untuk melakukan sosialisasi dan audiensi dengan kepala desa, perangkat desa, serta asosiasi terkait untuk memastikan pemahaman yang seragam tentang program ini. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menambahkan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap koperasi ini, termasuk pembiayaan dari Bank Himbara, yang diperkirakan akan memberikan pinjaman sebesar Rp 5 miliar untuk setiap koperasi desa.

Pengamat ekonomi pedesaan menilai bahwa program Kopdes Merah Putih memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian desa jika dijalankan dengan baik. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pelaksanaan di lapangan dan keterlibatan aktif dari masyarakat desa. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa program ini disosialisasikan dengan baik dan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat desa dalam perencanaannya.

Salah seorang pemerhati kebijakan pemerintah di Kabupaten Tasikmalaya, Diki Albadar, juga mengaku heran dengan adanya wacana koperasi merah putih. Terlebih jika dikaitkan dengan kebijakan efisiensi yang sedang digembar-gemborkan.

“Daripada membuat kebijakan baru yang bagaimanapun sifatnya akan trial and error, kenapa tidak didukung saja program-program pemberdayaan yang sudah ada di desa. Misal, kembangkan saja BUMDes yang ada. Kasih suntikan tambahan untuk Dana Desa khusus untuk BUMDes. Kan katanya lagi efisiensi, tapi main di program coba-coba. Rp. 5 milyar/desa itu anggaran yang sangat besar. Atau misalnya, kenapa tidak dahulukan pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 yang malah ditunda dengan alasan yang tidak jelas,” terang Diki kepada Lintas Priangan, Minggu (09/03/2025).

Rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih oleh pemerintah pusat menuai reaksi beragam dari para kepala desa. Sementara pemerintah melihat program ini sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi desa, sejumlah kepala desa merasa khawatir dan menolak kebijakan tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan desa mereka. Dialog dan sosialisasi yang intensif antara pemerintah dan para kepala desa diperlukan untuk mencapai kesepahaman dan memastikan bahwa program ini dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. (Lintas Priangan)

Harvest Moon 26 September

Harvest Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, BMKG Ingatkan Pasang Purnama

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Fenomena Harvest Moon 26 September akan menghiasi langit Indonesia pada Sabtu malam, 26 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Penataan Dadaha Dipersoalkan DPRD Tasikmalaya, Ada Apa?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penutupan Jalan Dadaha sudah berjalan lebih...

Penemuan Tengkorak di Bantarkalong Tasikmalaya, Polisi Turun Tangan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Niat seorang warga mencari sarang lebah...

Akhir Pekan Jawa Barat, Enam Agenda Wisata dan Budaya Digelar 26–27 September

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sedikitnya enam event Jawa Barat...

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya: TPID Award Harus Jadi Standar Baru, Bukan Titik Akhir

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Keberhasilan Kota Tasikmalaya mempertahankan predikat sebagai...

Kemenhaj Kota Tasikmalaya Buka Jalan UMKM Lokal Masuk Ekosistem Haji dan Umrah

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota...

JAWA BARAT

Gapura Pecinan Cirebon Diresmikan, Winaon Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Gapura Pecinan Cirebon di kawasan Jalan...

Festival Sastra Ciwidey 2026 Digelar Dua Hari di Bandung Selatan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Festival Sastra Ciwidey 2026 mulai berlangsung...

378 Pelajar dari 27 Kabupaten/Kota Berlaga di Pentas PAI Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sebanyak 378 pelajar SMP dari...

Dua Pria Jadi Tersangka, Polisi Bongkar Dugaan Bisnis Konten Asusila di Cirebon

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Sebuah video bermuatan konten asusila yang...

Akhir Pekan Jawa Barat, Enam Agenda Wisata dan Budaya Digelar 26–27 September

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sedikitnya enam event Jawa Barat...

Belanja Perubahan APBD Kota Cirebon 2026 Naik Rp54,27 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Belanja dalam Perubahan APBD Kota Cirebon 2026...

Bogor Bahas Tahap Kedua Kerja Sama PSEL Bogor Raya II pada 25 September

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pemerintah Kota Bogor menjadwalkan pembahasan tahap kedua...

FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai, 2.026 Personel Disiapkan di Si Jalak Harupat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. FIFA ASEAN Cup 2026 untuk Divisi...

Olahraga

Popular Categories