lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Karhutla Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan dinyatakan relatif selesai dipadamkan setelah penanganan intensif selama dua hari. Dalam pembaruan yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Senin, 26 Oktober 2026, pemantauan udara mencatat luas area terbakar sekitar 30 hektare. Namun, keterangan tersebut tidak berarti seluruh risiko kebakaran telah hilang.
Upaya penanganan melibatkan dukungan helikopter untuk pemadaman dari udara serta pengerahan personel di lapangan. Pemerintah juga menyiapkan langkah pencegahan agar api tidak merambat kembali, termasuk pembenahan kanal alami di kawasan hutan. Kondisi titik api dan kebutuhan pemantauan lanjutan tetap menjadi hal penting setelah operasi pemadaman.
Karhutla Gunung Ciremai ditangani lewat pemadaman udara dan darat
Dalam rilis resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa helikopter digunakan untuk menjangkau titik-titik prioritas yang sulit dicapai melalui jalur darat.
Pemprov Jabar juga menyebut pengerahan sekitar 500 orang untuk memfungsikan kembali kanal alami di hutan. Kanal tersebut dibersihkan agar aliran air dapat membantu menghambat rambatan api. Langkah ini melengkapi upaya pemadaman dan penyekatan di area yang terdampak.
Medan terjal, sumber air yang terbatas, serta pergerakan angin menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. Karena itu, penyelesaian operasi pemadaman perlu dibedakan dari pemantauan sisa bara dan kemungkinan munculnya titik api baru.
Karhutla Gunung Ciremai masih membutuhkan kewaspadaan
Pemprov Jabar menyampaikan estimasi luas kebakaran sekitar 30 hektare berdasarkan pemantauan udara. Angka tersebut merupakan keterangan resmi yang tersedia dalam pembaruan 26 Oktober, bukan hasil pengukuran final yang dapat dianggap tidak berubah.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama menjelang musim tanam pada November. Pembakaran ilalang atau vegetasi kering berpotensi memicu kebakaran ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.
Untuk memastikan perkembangan terbaru, status titik api dan kegiatan pemantauan lanjutan perlu dikonfirmasi kepada Balai Taman Nasional Gunung Ciremai serta BPBD setempat. Hingga tersedia pembaruan terverifikasi, istilah “relatif selesai dipadamkan” menjadi keterangan yang lebih tepat daripada menyatakan seluruh kawasan telah bebas dari api.
(AA)







