lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penataan kabel Bandung dijadwalkan berlanjut pada Selasa, 27 Oktober 2026, setelah Pemerintah Kota Bandung memberi waktu dua pekan kepada operator telekomunikasi untuk memulihkan jaringan yang terdampak. Persoalannya, data yang disampaikan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Barat pada 25 Oktober masih mencatat 9.662 pelanggan mengalami gangguan. Angka tersebut dihimpun dari enam operator, sehingga belum menggambarkan seluruh pelanggan internet di Kota Bandung.
Masa jeda penertiban berlangsung pada 12–26 Oktober. Kini, perhatian tertuju pada kelanjutan pekerjaan dan kepastian pemulihan layanan bagi warga maupun pelaku usaha yang bergantung pada koneksi internet. Hingga penelusuran ini dilakukan, belum ditemukan pembaruan resmi yang memastikan seluruh gangguan sudah selesai atau merinci ruas yang dikerjakan kembali pada 27 Oktober.
Penataan kabel Bandung: 9.662 pelanggan masih menjadi perhatian
Program penataan kabel udara Kota Bandung dimulai pada 2 Juni 2026. Pemerintah kota menargetkan penanganan 85 ruas jalan utama. Dalam laporan Diskominfo yang diterbitkan pada 13 Oktober, sebanyak 65 ruas disebut telah ditangani.
Sebelum jeda pekerjaan, Diskominfo melaporkan gangguan internet di sejumlah kawasan, termasuk Antapani Lama, Babakan Surabaya, Antapani Kidul, Arcamanik, Sukamiskin, Kebonwaru, dan Cisaranten. Sementara itu, pemulihan di Astanaanyar dan Jalan Sudirman sebelumnya dilaporkan selesai.
Data 9.662 pelanggan yang diumumkan APJII Jawa Barat pada 25 Oktober menjadi gambaran skala persoalan yang perlu ditindaklanjuti. Namun, angka itu tidak boleh dibaca sebagai jumlah pasti pelanggan yang masih terputus pada 27 Oktober, sebab kondisi jaringan dapat berubah setelah pendataan dilakukan.
Penataan kabel Bandung perlu menjaga kesinambungan internet
Penurunan kabel udara ke saluran bawah tanah merupakan bagian dari penataan infrastruktur kota. Pelaksanaannya membutuhkan kesiapan jalur pengganti, pemetaan jaringan, dan koordinasi dengan operator agar pemindahan tidak memutus koneksi pelanggan.
Telkom Akses, dalam keterangan perusahaan pada 23 Oktober, menyebut dukungan teknis untuk pemindahan jaringan ke bawah tanah di Bandung. Perusahaan menyatakan telah menangani 54 ruas dari 81 ruas dalam lingkup pekerjaannya hingga Oktober dan menyiagakan teknisi untuk menjaga kesinambungan layanan selama proses migrasi. Cakupan 81 ruas ini merupakan lingkup pekerjaan yang disebut perusahaan, berbeda dari target 85 ruas jalan dalam program pemerintah kota.
Bagi pelanggan yang masih mengalami gangguan, informasi paling penting adalah status pemulihan pada wilayah masing-masing dan kanal pengaduan operator. Pemerintah kota juga perlu menyampaikan perkembangan terbaru tentang ruas yang dikerjakan serta langkah koordinasi dengan penyedia layanan, sehingga warga tidak hanya mengetahui jadwal penataan, tetapi juga memperoleh kejelasan mengenai koneksi internet mereka.
(AA)







