lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Data bencana Jabar yang dihimpun melalui sistem BARATA milik BPBD Provinsi Jawa Barat mencatat 488 kejadian sepanjang 1 Januari hingga 27 Oktober 2026. Pada saat yang sama, laporan cuaca ekstrem BMKG menunjukkan kejadian angin kencang, pohon tumbang, dan bangunan rusak di Kabupaten Bandung Barat serta Kota Tasikmalaya pada 26 Oktober. Catatan terbaru ini menegaskan pentingnya membaca rekapitulasi bencana bersama laporan kejadian harian yang terus diperbarui.
Dalam infografis BARATA, kebakaran lahan menjadi kategori terbanyak dengan 155 kejadian, disusul cuaca ekstrem sebanyak 114 kejadian, banjir 108 kejadian, tanah longsor 84 kejadian, kekeringan 25 kejadian, dan gempa bumi dua kejadian. Sistem tersebut juga mencatat 1.428 titik sebaran terdampak per kecamatan. Angka ini merupakan rekapitulasi pada dashboard, bukan jumlah seluruh laporan insiden dari semua sistem kebencanaan.
Data bencana Jabar mencatat dampak terhadap warga dan fasilitas
Infografis BPBD Jabar mencatat 1.235.674 jiwa terdampak sepanjang periode pendataan. Sebanyak 11.818 orang tercatat mengungsi, sementara 100 orang meninggal dunia dan satu orang dilaporkan hilang atau masih dalam pencarian. Pada aspek kerusakan, terdapat 391 kategori kerusakan berat, 727 kerusakan sedang, dan 2.277 kerusakan ringan. Data yang sama mencatat 118.444 dalam kategori terendam.
Dampak juga terlihat pada fasilitas publik. Rekap tersebut mencatat 112 rumah ibadah, tujuh fasilitas kesehatan, dan 69 fasilitas pendidikan terdampak. Luas lahan yang masuk dalam catatan dampak mencapai 2.615 hektare. BPBD juga mencantumkan distribusi air sebanyak 24.199.580 liter, yang berkaitan dengan penanganan kebutuhan air di wilayah terdampak.
Angka-angka tersebut perlu dibaca sesuai definisi masing-masing indikator. Jumlah titik sebaran, jumlah kejadian, jumlah warga terdampak, serta jumlah bangunan rusak merupakan ukuran berbeda dan tidak bisa dijumlahkan sebagai satu total korban atau kejadian.
Data bencana Jabar perlu dibaca bersama laporan terbaru
Laporan BMKG pada 26 Oktober mencatat kejadian cuaca ekstrem di Kabupaten Bandung Barat pada pukul 15.23 WIB. Dampak yang dicantumkan meliputi pohon tumbang, bangunan rusak, dan gangguan transportasi. Pada hari yang sama, BMKG juga mencatat angin kencang dan pohon tumbang di Kota Tasikmalaya pada pukul 07.00 WIB.
Di sisi lain, pembaruan mengenai kebakaran hutan dan lahan memiliki rekap tersendiri. Data yang diberitakan pada 24 Oktober, berdasarkan pemutakhiran hingga 23 Oktober pukul 11.00 WIB, mencatat 548 kejadian karhutla dengan luas area terbakar 1.109,25 hektare. Angka tersebut berbeda dari 155 kejadian kebakaran lahan pada infografis BARATA. Karena cakupan kategori, waktu pembaruan, atau basis pendataannya dapat berbeda, angka tersebut tidak tepat digabungkan tanpa penjelasan metodologi dari instansi terkait.
Pemeriksaan berkala melalui dashboard BPBD dan laporan kejadian BMKG membantu warga serta pemerintah daerah mengikuti perkembangan risiko di masing-masing wilayah. Untuk kebutuhan keputusan atau pelaporan resmi, angka perlu disertai tanggal pembaruan, sumber, dan definisi indikator yang digunakan.
(AA)







