Pejabat Ini Punya Solusi Banjir Tasikmalaya: Sederhana dan Kerap Disepelekan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Banjir kembali menjadi cerita berulang di Kota Tasikmalaya. Setiap hujan deras turun, skenario yang sama seolah terulang tanpa jeda. Jalan protokol tergenang, kendaraan tersendat, dan aktivitas warga terganggu.

Di sejumlah titik, genangan muncul dengan cepat. Dalam hitungan jam, ruas jalan utama seperti kawasan pusat kota berubah menjadi lautan air. Pengendara harus memperlambat laju, bahkan tak sedikit yang terpaksa menepi karena kendaraan mogok.

Tak hanya jalan, kawasan permukiman pun ikut terdampak. Air masuk ke halaman hingga ke dalam rumah. Warga bergegas menyelamatkan barang-barang, sementara hujan belum menunjukkan tanda berhenti.

- Advertisement -

Fenomena ini bukan sekali dua kali terjadi. Banjir Kota Tasikmalaya telah menjadi pola musiman yang semakin terasa intens. Setiap kali hujan deras mengguyur, kekhawatiran warga langsung meningkat.

Selama ini, penyebab banjir sering dikaitkan dengan buruknya drainase atau pembangunan yang tidak tertib. Anggapan itu tidak sepenuhnya keliru. Namun, ada faktor lain yang kerap luput dari perhatian.

Dalam perbincangan dengan redaksi, seorang pejabat PNS di Kota Tasikmalaya mengungkapkan pandangan yang cukup menarik. Ia menilai, persoalan banjir tidak hanya berhenti pada infrastruktur atau penanganan sampah, tetapi juga berkaitan erat dengan perilaku masyarakat terhadap sampah.

Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa banyak saluran air tersumbat oleh sampah. Bukan hanya plastik atau limbah rumah tangga kecil, tetapi juga benda berukuran besar.

“Pernah ditemukan kasur di dalam gorong-gorong, spanduk dan kain gordyn,” ungkapnya dalam perbincangan tersebut.

Fakta ini menggambarkan bahwa masalah utama tidak selalu pada kapasitas saluran, melainkan pada bagaimana saluran itu diperlakukan. Ketika aliran air tersumbat, hujan dengan intensitas sedang sekalipun bisa berubah menjadi banjir.

Ia tidak menampik bahwa manajemen pengangkutan sampah masih memiliki kekurangan. Di beberapa wilayah, sampah dari permukiman warga terkadang terlambat diangkut.

Namun, menurutnya, perbaikan sistem saja tidak cukup jika tidak diiringi perubahan perilaku.

Dari situ, ia menawarkan sebuah solusi banjir Tasikmalaya yang sederhana, namun dinilai efektif: yakni menghidupkan kembali budaya gotong royong.

Ia menyarankan agar kegiatan gotong royong dilakukan secara rutin, minimal satu kali dalam sepekan, di setiap lingkungan warga. Fokusnya bukan hanya kebersihan umum, tetapi juga memastikan saluran air tetap lancar.

Budaya ini sejatinya bukan hal baru. Dahulu, gotong royong menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Saluran air dibersihkan bersama, lingkungan dijaga bersama, dan masalah diselesaikan secara kolektif.

Kini, kebiasaan itu punah. Warga barus sibuk urus gorong-gorong dan selokan ketika lingkungannya diterjang banjir.

Padahal, jika dihidupkan kembali secara konsisten, gotong royong dapat menjadi solusi banjir Tasikmalaya yang nyata dan berdampak langsung. Saluran air yang bersih akan memperlancar aliran, sehingga risiko genangan bisa ditekan.

Ia menegaskan, tanpa keterlibatan aktif masyarakat, upaya pemerintah akan selalu terbatas. Sebaliknya, dengan partisipasi warga yang masif, masalah sederhana bisa diselesaikan sebelum menjadi besar.

“Kalau hanya mengandalkan sistem, hasilnya tidak akan maksimal. Tapi kalau warga ikut bergerak, dampaknya akan terasa,” ujarnya.

Pandangan ini menjadi pengingat bahwa solusi banjir Tasikmalaya tidak selalu harus rumit atau mahal. Terkadang, jawaban justru ada pada kebiasaan yang pernah dimiliki, namun perlahan ditinggalkan.

Di tengah intensitas hujan yang semakin tinggi dan tantangan Kota Tasikmalaya yang terus berkembang, pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci.

Banjir mungkin tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Namun, dengan langkah sederhana yang dilakukan bersama, dampaknya bisa dikurangi secara signifikan.

Masalahnya kemudian adalah, siapa yang bisa menggerakkan masyarakat se-Kota Tasikmalaya? Tentu saja wali kota. Kita tunggu bagaimana respon Wali Kota Tasikmalaya. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

Upacara Hari Jadi Pangandaran ke-14 Digelar 24 Oktober di Lapangan Parigi, Ini Rangkaian Acaranya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menjadwalkan upacara Hari...

Pangandaran Fest 2026 Berlangsung hingga 24 Oktober, Puluhan Stan UMKM Disiapkan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Fest 2026 dijadwalkan berlangsung hingga...

Musabaqah Hari Santri 2026 Kota Tasikmalaya Jadi Ajang Pengembangan Kemampuan Santri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Musabaqah Hari...

JAWA BARAT

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Pinjaman Pemprov Jabar Tak Direstui Kemendagri, Pemborong Pekerjaan 2026 Siap-Siap Gigit Jari

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Rencana pinjaman Pemprov Jabar sebesar Rp3,4...

Insentif Rp100 Ribu Sebulan, Ribuan Guru PAUD Indramayu Menanti

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini...

Olahraga

Kategori Populer