Peserta Silaturahmi DKM Kota Tasikmalaya Wafat di Atas Panggung

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi hening penuh haru dalam kegiatan Silaturahmi DKM se-Kota Tasikmalaya. Ribuan jemaah yang hadir tak menyangka, agenda penguatan akidah dan silaturahmi itu justru menjadi saksi wafatnya seorang peserta di atas panggung, tepat saat lantunan nadhom tauhid menggema.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/12/2025) di halaman Masjid Agung Kota Tasikmalaya, salah satu titik sentral kegiatan keagamaan di Kota Tasikmalaya. Acara yang sedianya menjadi ruang perjumpaan batin antar-pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-kota itu mendadak diselimuti doa dan isak tertahan, ketika seorang peserta ambruk dan dinyatakan wafat di lokasi.

Almarhum diketahui bernama Muhidin bin Kiai Abdul Kholil, peserta silaturahmi asal Rancabungur, Bungursari. Ia tengah melantunkan nadhom tauhid—sebuah syair keimanan—di hadapan para peserta ketika peristiwa itu terjadi. Tidak ada tanda-tanda sakit sebelumnya. Beberapa saksi menyebut, almarhum tampak sehat dan penuh semangat sejak awal acara.

Bagi banyak jemaah, momen itu terasa begitu mengguncang sekaligus menggetarkan hati. Di satu sisi, duka datang tiba-tiba. Di sisi lain, wafatnya almarhum di tengah lantunan tauhid memberi kesan mendalam tentang makna hidup, iman, dan akhir perjalanan manusia.

Wafat di Tengah Lantunan Tauhid

Ribuan pasang mata menyaksikan detik-detik ketika almarhum terjatuh di atas panggung. Para panitia dan jemaah segera memberikan pertolongan, namun takdir berkata lain. Suasana yang sebelumnya dipenuhi lantunan keagamaan berubah menjadi doa bersama, dipimpin para masyayikh dan tokoh agama yang hadir.

Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya almarhum. Ia menyebut peristiwa itu sebagai pengingat bagi seluruh umat tentang ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Sebagai sesama muslim tentu kami sangat berduka. Namun kita meyakini, ketika ajal telah tiba, tidak ada yang bisa menunda,” ujarnya, sebagaimana dilansir Radar Tasikmalaya.

Menurut KH Aminudin, wafatnya almarhum memiliki keistimewaan tersendiri. Selain terjadi di hadapan banyak orang, peristiwa itu berlangsung saat almarhum sedang membaca nadhom tauhid—sebuah pengingat tentang sifat-sifat Allah dan dasar keimanan.

“Itu kemuliaan yang luar biasa. Beliau wafat di momentum mengingatkan iman, disaksikan para masyayikh dan jemaah,” tuturnya.

Silaturahmi yang Berubah Menjadi Refleksi Bersama

Kegiatan Silaturahmi DKM se-Kota Tasikmalaya sejatinya digelar sebagai ajang memperkuat ukhuwah antar-pengurus masjid, sekaligus penguatan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Agenda ini menjadi ruang perjumpaan spiritual, tempat para penggerak masjid saling menyapa, bertukar semangat, dan memperbaharui niat pengabdian.

Namun peristiwa wafatnya seorang peserta di atas panggung memberi dimensi lain pada kegiatan tersebut. Banyak jemaah yang mengaku pulang dengan perasaan campur aduk—sedih, terharu, sekaligus tersentuh. Tidak sedikit yang memaknai kejadian itu sebagai pengingat tentang kefanaan hidup dan pentingnya istiqamah dalam kebaikan.

KH Aminudin juga mengenang almarhum sebagai sosok yang dikenal konsisten menghidupkan masjid. Selama puluhan tahun, almarhum rutin membacakan tarhim setiap pukul 03.00 dini hari menjelang Subuh. Kebiasaan itu, menurutnya, menjadi bukti kecintaan almarhum terhadap masjid dan syiar keagamaan.

“Sudah puluhan tahun beliau istiqamah. Jam tiga dini hari, beliau selalu membacakan tarhim. Itu bukan hal mudah,” katanya.

Sebelum acara dimulai, almarhum sempat meminta izin untuk naik ke panggung bersama salah satu ustaz. Ia bahkan masih sempat berfoto bersama peserta lain. Tak ada firasat atau keluhan kesehatan yang terlihat. Semua berlangsung normal—hingga akhirnya takdir menjemput.

Bagi para peserta, Silaturahmi DKM se-Kota Tasikmalaya tahun ini akan dikenang bukan hanya sebagai agenda rutin keagamaan, tetapi juga sebagai momen refleksi bersama. Di tengah keramaian, seseorang dipanggil pulang. Di tengah lantunan iman, sebuah kehidupan berakhir.

Peristiwa ini seakan mengingatkan bahwa masjid bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang pengabdian hingga akhir hayat. Sebuah pesan sunyi yang tertinggal di hati para jemaah: tentang hidup yang singkat, iman yang harus dijaga, dan kematian yang bisa datang kapan saja—bahkan di atas panggung, saat nama Tuhan sedang dilantunkan. (AS)

Sumber: Radar Tasikmalaya

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Tiga Wisatawan Hilang di Pantai Karangpapak, Berawal dari Upaya Menolong Teman

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Suasana wisata di Pantai Karangpapak Santolo,...

Pabrik Uang Palsu di Tasikmalaya Terbongkar, Warga Tak Pernah Curiga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah usaha percetakan di kawasan Cipedes,...

Air Bersih Pangandaran: BPBD Salurkan 5.000 Liter ke 75 Warga Batukaras

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Distribusi air bersih Pangandaran berlanjut di tengah musim...

Penertiban PKL Dadaha Dijadwalkan 26 Agustus, Tenggat Pengosongan Berakhir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penertiban PKL Dadaha di area jogging track...

Oknum Aparat dan Ormas Diduga Bekingi Miras di Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten...

JAWA BARAT

Ceceran Minyak Karawang Ditemukan di Dua Pesisir, PHE ONWJ Tak Temukan Kebocoran Fasilitas

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Temuan ceceran minyak Karawang dilaporkan di perairan Tanjungpakis...

PSEL Kota Bekasi Dijadwalkan Groundbreaking 26 Agustus, Ditargetkan Rampung 18 Bulan

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pembangunan PSEL Kota Bekasi dijadwalkan memasuki tahap...

Skuad Persib 2026/2027 Berisi 32 Pemain, 12 Legiun Asing untuk Empat Kompetisi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Persib Bandung memperkenalkan skuad Persib 2026/2027 yang...

Dana BOP Rp2,5 Miliar, Siswa Aktif Ternyata Hanya Hitungan Jari

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Ada yang janggal dalam penyaluran...

Harpernas 2026, Rumah Layak Huni Indramayu Tertinggi di Jabar; 2.200 Rutilahu Ditargetkan Dibedah

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpernas), Selasa, 25 Agustus...

Perubahan RKPD Purwakarta 2026 Berlaku, Jadi Acuan Penyusunan APBD Perubahan

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA.  Perubahan RKPD Purwakarta 2026 tercatat sebagai salah...

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Olahraga

Popular Categories