Ribuan Sekolah di Tasikmalaya Rusak, Selama Ini Kemana Wakil Rakyat?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kondisi pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya kembali disorot. Ribuan ruang kelas rusak, sebagian parah, membuat ribuan siswa belajar dalam kondisi yang jauh dari layak. Di tengah fakta memilukan itu, muncul pertanyaan yang menyayat nurani publik: selama ini kemana wakil rakyat? Bukankah salah satu tugas utama mereka adalah mengawal hak dasar rakyat?


Darurat Pendidikan: Ribuan Sekolah di Tasikmalaya Rusak

Data resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan, lebih dari 1.062 sekolah dasar (SD) dan 268 sekolah menengah pertama (SMP) mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda. Dari jumlah itu, sedikitnya 1.613 ruang kelas rusak berat, 3.000 lebih rusak sedang, dan 2.000 lainnya rusak ringan.

Beberapa sekolah bahkan sudah tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Di beberapa kecamatan, siswa terpaksa belajar di teras, ruang guru, bahkan di luar gedung sekolah. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun, bukan baru kemarin.

Salah satu contoh paling memilukan adalah SDN Curugtelu. Selama dua tahun, siswa di sekolah itu harus belajar di luar ruangan karena bangunan mereka nyaris roboh. Potret ini mencerminkan wajah buram dunia pendidikan di Tasikmalaya: anak-anak yang semestinya belajar nyaman, justru bergelut dengan atap bocor dan tembok retak.


Bupati Akui Keterbatasan, Minta Bantuan ke Pusat

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengaku tidak tinggal diam. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyebut perbaikan dilakukan secara bertahap dengan dukungan dana dari APBD dan bantuan pemerintah pusat.

โ€œTahun ini sudah ada sekitar 53 sekolah yang mendapat bantuan pusat dan 150 sekolah dari APBD kabupaten,โ€ jelasnya, sebagaimana dilansir di berbagai media. Namun Cecep menegaskan, kerusakan ini sudah menumpuk sejak lama, jauh sebelum masa jabatannya.

Dengan jumlah sekolah rusak yang mencapai ribuan, Cecep memperkirakan dibutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk menuntaskan seluruh perbaikan jika hanya mengandalkan pola bertahap seperti saat ini. โ€œAPBD kita terbatas, sementara kebutuhan sangat besar. Kita terus berupaya menjemput bantuan dari pusat,โ€ katanya.

Pernyataan itu memang realistis. Namun di sisi lain, masyarakat mulai bertanya-tanya: mengapa kondisi ini dibiarkan menahun tanpa solusi sistemik?


Diki Samani: DPRD Gagal Kawal Hak Dasar Rakyat

Kritik keras datang dari Diki Samani, Direktur Albadar Institute. Menurutnya, fenomena ribuan sekolah di Tasikmalaya rusak bukan sekadar akibat keterbatasan anggaran, tetapi cermin kegagalan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan hak dasar rakyat.

โ€œKerusakan fisik itu kan tidak tiba-tiba, mayoritas karena faktor waktu, bukan karena bencana. Ini bisa dilihat sebagai kegagalan DPRD dalam mengawal hak rakyat. Ini potret akumulasi kelalaian,โ€ ujar Diki.

Ia menegaskan, para wakil rakyat mestinya bisa berbuat banyak jika memiliki kesadaran kolektif. โ€œSecara sederhana, satu anggota DPRD kalau punya kemauan, bisa bantu rehabilitasi 5 sampai 10 sekolah tiap tahun dari skema pokok pikiran (pokir). Dengan 50 anggota DPRD, berarti ada 250 sampai 500 sekolah yang bisa tertangani. Bayangkan efeknya kalau itu dilakukan rutin,โ€ katanya.

Diki melanjutkan, selama ini ia sudah enggan berharap banyak pada eksekutif. โ€œSaya tidak mau bahas Pemkab, sudah lama susah diharapkan. Tapi saya kecewa berat pada DPRD Tasikmalaya. Masalah ribuan sekolah rusak ini harusnya benar-benar membuat mereka berfikir, merenung tentang seberapa manfaat kehadiran mereka untuk umat. Nggak pantas kalau dalam situasi seperti ini ada anggota DPRD yang kemudian teriak-teriak mengkritisi. Lah, mereka kemana selama ini? Kalau mereka benar-benar punya niat baik, masalah ini tidak seharusnya terjadi,โ€ tegasnya.


Pokir DPRD Disorot, APH Diminta Telusuri

Lebih lanjut, Diki menyoroti dugaan lemahnya transparansi dalam pengelolaan dana pokok pikiran DPRD. Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk menelusuri secara detail arah dan realisasi dana tersebut.

โ€œDana pokir itu nilainya tidak kecil, bisa puluhan bahkan mungkin lebih dari seratus miliar rupiah per tahun. Publik berhak tahu, ke mana alirannya. Jangan sampai di tengah ribuan sekolah rusak, anggaran itu justru menguap entah ke mana,โ€ ujar Diki.

Masih menurut Diki, ada kesalahan sistemik tentang anggaran pokok pikiran selama ini. Anggaran tersebut dianggap jatah personal anggota DPRD, karena itu besarannya relatif sama berdasarkan sistem proporsional. Padahal, pokir itu seharusnya berbasis prioritas, bukan sepenuhnya ditentukan oleh anggota DPRD.

“Karena pokir itu terkesan jadi hak pribadi DPRD, akhirnya rehab bangunan fisik seperti sekolah diabaikan. karena dianggap tidak seksi,” terang Diki.

Ia mendesak agar ada audit terbuka terhadap realisasi pokir DPRD Tasikmalaya. โ€œAyo dong APH di Kabupaetn Tasikamalaya bergerak. Kenapa pengadaan barang bernilai puluhan milyar didahulukan di Dinas Pendidikan? Padahal ruang sekolahnya rusak!โ€ tegas Diki.


Saatnya DPRD Bangun Sekolah, Bukan Sekadar Narasi Politik

Ribuan sekolah di Tasikmalaya rusak bukan sekadar laporan teknis pembangunan. Ini adalah cermin lemahnya tanggung jawab kolektif antara legislatif dan eksekutif. Bila bupati terus beralasan soal keterbatasan APBD, maka DPRD seharusnya menjadi motor penyelesaian, bukan justru bagian dari masalah.

Fungsi DPRD bukan hanya mengkritik, tetapi juga mengalokasikan anggaran dengan nurani. Saat anak-anak belajar di bawah genting bocor, para wakil rakyat seharusnya belajar di bawah tekanan moral.

Kata Diki, โ€œKalau niat baik benar-benar ada, DPRD bisa jadi pelindung masa depan pendidikan. Tapi kalau terus abai, biar rakyat yang nanti menilai di bilik suara.โ€


Fenomena ribuan sekolah di Tasikmalaya rusak adalah tragedi diam-diam yang menelanjangi wajah asli birokrasi lokal. Jangan dikira rakyat akan terus-terusan diam. Sebab di balik setiap tembok retak dan genting bocor, ada suara rakyat yang menuntut tanggung jawab. (GPS)

Gong Perdamaian Ciamis

Hari Perdamaian Internasional, Gong Perdamaian Ciamis Jadi Pengingat dari Tatar Galuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.ย Peringatan Hari Perdamaian Internasional pada Senin, 21 September 2026, memiliki kaitan lokal dengan keberadaan Gong Perdamaian Ciamis di kawasan Situs Bojong Galuh...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Hari Perdamaian Internasional, Gong Perdamaian Ciamis Jadi Pengingat dari Tatar Galuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.ย Peringatan Hari Perdamaian Internasional pada Senin, 21...

Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, 3 Keluarga Terdampak dan Butuh Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, tepatnya...

Kebakaran Rumah di Panjalu, Pemilik Alami Luka Bakar 75 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah...

Haornas ke-43 di Ciamis, Warga Diajak Tidak ‘Mager’

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Olahraga tidak harus selalu identik dengan...

Logo Hari Jadi Tasikmalaya Dipilih dari 55 Karya, Abdul Hasim Jadi Pemenang

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย Logo Hari Jadi Tasikmalaya ke-25 resmi menggunakan karya...

JAWA BARAT

KRL Bogor Tambah Empat Perjalanan Mulai 21 September, Kembali 392 Perjalanan per Hari

lintaspriangan.com,ย BERITA BOGOR. KRL Bogor kembali melayani 392 perjalanan per...

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Danny Setiawan Berpulang, Dedi Mulyadi Kenang Jejaknya di Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Kabar duka datang dari Jawa...

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com,ย BERITAย KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com,ย BERITA INDRAMAYU.ย Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Pendakian Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup, Belum Ada Jadwal Pembukaan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pendakian Gunung Gede Pangrango masih berada...

Rute Medan-Bandung Dibuka, 140 Penumpang Turun di Bandara Husein

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Rute Medan-Bandung yang dilayani Super Air Jet...

Olahraga

Popular Categories