Memasuki Puncak Kemarau, Ini 12 Kecamatan Kabupaten Tasikmalaya Paling Rawan

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya memasuki periode yang menentukan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Agustus, dengan kondisi yang berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih panjang akibat pengaruh El Niño.

Menjelang periode tersebut, BMKG menempatkan Kabupaten Tasikmalaya dalam status waspada kekeringan meteorologis pada Dasarian III Juli 2026. Peringatan itu penting karena peta risiko pemerintah menunjukkan terdapat 12 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya paling rawan kekeringan atau masuk kelas bahaya tinggi.

Puncak Kemarau Mulai Dirasakan Warga

Ancaman kekeringan tersebut bukan hanya tergambar di atas peta. Data BPBD Jawa Barat yang diberitakan IDN Times mencatat kekeringan telah berdampak terhadap 5.054 keluarga atau 24.517 penduduk Kabupaten Tasikmalaya.

Dampaknya dilaporkan tersebar di 12 kecamatan dan 18 desa atau kelurahan. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, sedikitnya 219.000 liter air bersih telah disalurkan.

Meski sama-sama menyebut angka 12 kecamatan, wilayah terdampak dalam laporan penanganan 2026 tidak boleh otomatis dianggap identik dengan 12 kecamatan berkelas bahaya tinggi dalam dokumen perencanaan pemerintah.

Laporan BPBD menggambarkan keadaan aktual di lapangan. Sementara itu, klasifikasi bahaya tinggi merupakan hasil kajian jangka panjang yang termuat dalam RPJMD Kabupaten Tasikmalaya 2025–2029 dan mengacu pada Kajian Risiko Bencana Kabupaten Tasikmalaya 2019–2023.

Perbedaan tersebut penting dipahami. Sebuah kecamatan yang secara umum berada dalam kelas bahaya sedang tetap dapat mengalami krisis air apabila mata air lokal menyusut, sumur warga mengering, atau jaringan distribusi air tidak mampu menjangkau permukiman.

Sebaliknya, wilayah berkelas bahaya tinggi tidak selalu mengalami krisis air dengan tingkat yang sama. Ketersediaan penampungan, jaringan perpipaan, kondisi air tanah, perlindungan mata air, dan kesiapan pemerintah desa ikut menentukan seberapa berat dampak yang dirasakan masyarakat.

Kekeringan meteorologis sendiri berawal dari berkurangnya curah hujan dalam periode tertentu. Namun, hujan yang berhenti bukan satu-satunya persoalan. Air yang tersedia tetapi tidak disimpan, dilindungi, dan dialirkan dengan baik juga dapat membuat suatu daerah kewalahan saat kemarau mencapai puncaknya.

Pengiriman air menggunakan mobil tangki tetap diperlukan sebagai tindakan darurat. Namun, penanganan tidak boleh berhenti pada jumlah tangki yang datang. Mobil tangki ibarat pemadam kebakaran: sangat dibutuhkan ketika keadaan genting, tetapi bukan alasan membiarkan rumah terus mudah terbakar.

Pemerintah daerah memerlukan pemetaan sumber air hingga tingkat desa, perlindungan kawasan resapan, pembangunan penampungan komunal, pemanenan air hujan, serta perbaikan dan perluasan jaringan distribusi.

Kalender tanam juga perlu disesuaikan dengan informasi BMKG. Petani harus mendapatkan peringatan lebih awal agar tidak menanam komoditas yang membutuhkan banyak air ketika curah hujan terus menurun.

Ukuran keberhasilan penanganan kekeringan akhirnya bukan hanya banyaknya air yang dibagikan. Hal yang lebih penting adalah apakah desa yang sama masih harus menunggu mobil tangki ketika kemarau kembali datang tahun depan.

Ini 12 Kecamatan Kabupaten Tasikmalaya Paling Rawan

RPJMD Kabupaten Tasikmalaya 2025–2029 memetakan potensi bahaya kekeringan pada wilayah seluas 270.882 hektare. Sekitar 54.987,50 hektare masuk zona bahaya rendah, 168.866,64 hektare bahaya sedang, dan 47.027,86 hektare berada dalam zona bahaya tinggi.

Dari 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, dua kecamatan masuk kelas bahaya rendah, 25 kecamatan berada dalam kelas sedang, dan 12 kecamatan dikategorikan memiliki kelas bahaya tinggi.

Sebutan “paling rawan” tidak berarti daftar berikut merupakan urutan dari kecamatan paling kering hingga paling aman. Seluruh kecamatan yang disebutkan sama-sama memperoleh kelas bahaya kekeringan tinggi berdasarkan pemetaan risiko pemerintah.

Berikut 12 kecamatan tersebut:

Sukaresik, memiliki zona bahaya tinggi seluas 847,21 hektare.

Ciawi, memiliki zona bahaya tinggi seluas 1.181,62 hektare.

Cisayong, memiliki zona bahaya tinggi seluas 2.066,65 hektare.

Jamanis, memiliki zona bahaya tinggi seluas 798,73 hektare.

Manonjaya, memiliki zona bahaya tinggi seluas 1.692,61 hektare.

Pagerageung, memiliki zona bahaya tinggi seluas 1.127,49 hektare.

Rajapolah, memiliki zona bahaya tinggi seluas 1.043,24 hektare.

Salawu, memiliki zona bahaya tinggi seluas 942,06 hektare.

Sariwangi, memiliki zona bahaya tinggi seluas 694,11 hektare.

Singaparna, memiliki zona bahaya tinggi seluas 712,77 hektare.

Sukarame, memiliki zona bahaya tinggi seluas 812,03 hektare.

Sukaratu, memiliki zona bahaya tinggi seluas 1.300,95 hektare.

(NS/AS)

Gong Perdamaian Ciamis

Hari Perdamaian Internasional, Gong Perdamaian Ciamis Jadi Pengingat dari Tatar Galuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peringatan Hari Perdamaian Internasional pada Senin, 21 September 2026, memiliki kaitan lokal dengan keberadaan Gong Perdamaian Ciamis di kawasan Situs Bojong Galuh...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Hari Perdamaian Internasional, Gong Perdamaian Ciamis Jadi Pengingat dari Tatar Galuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peringatan Hari Perdamaian Internasional pada Senin, 21...

Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, 3 Keluarga Terdampak dan Butuh Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, tepatnya...

Kebakaran Rumah di Panjalu, Pemilik Alami Luka Bakar 75 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah...

Haornas ke-43 di Ciamis, Warga Diajak Tidak ‘Mager’

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Olahraga tidak harus selalu identik dengan...

Logo Hari Jadi Tasikmalaya Dipilih dari 55 Karya, Abdul Hasim Jadi Pemenang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Logo Hari Jadi Tasikmalaya ke-25 resmi menggunakan karya...

JAWA BARAT

KRL Bogor Tambah Empat Perjalanan Mulai 21 September, Kembali 392 Perjalanan per Hari

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. KRL Bogor kembali melayani 392 perjalanan per...

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Danny Setiawan Berpulang, Dedi Mulyadi Kenang Jejaknya di Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Kabar duka datang dari Jawa...

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Pendakian Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup, Belum Ada Jadwal Pembukaan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pendakian Gunung Gede Pangrango masih berada...

Rute Medan-Bandung Dibuka, 140 Penumpang Turun di Bandara Husein

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Rute Medan-Bandung yang dilayani Super Air Jet...

Olahraga

Popular Categories