Ternyata Ini Penyebab Suhu Dingin Tasikmalaya dan Sekitarnya

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Dalam beberapa hari terakhir, warga Tasikmalaya, Ciamis, dan sejumlah wilayah sekitar Priangan Timur mulai merasakan udara malam yang lebih dingin dari biasanya. Anginnya tidak selalu kencang, tetapi terasa tajam, tipis, dan menusuk sampai ke badan, terutama saat malam menjelang larut hingga pagi hari.

Keluhan soal Suhu Dingin Tasikmalaya ini wajar muncul karena pada fase kemarau, udara malam memang bisa terasa lebih “menggigit” dibandingkan hari-hari biasa. Di beberapa kawasan terbuka, dekat sawah, perbukitan, atau daerah yang lebih tinggi, rasa dinginnya bahkan bisa lebih terasa. Jaket ada, selimut ada, tapi angin malam kadang tetap saja masuk seperti tamu yang tidak diundang.

Dipengaruhi Monsun Australia dan Minim Awan

Secara ilmiah, salah satu penyebab utama Suhu Dingin Tasikmalaya dan sekitarnya adalah pengaruh Monsun Australia. BMKG menjelaskan, penurunan suhu udara pada musim kemarau dipengaruhi oleh Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin. Kondisi ini membuat tutupan awan menjadi lebih sedikit, sehingga langit cenderung lebih cerah.

Saat langit cerah dan awan minim, panas permukaan bumi yang terserap sepanjang siang hari lebih mudah lepas kembali ke atmosfer pada malam hari. Awan yang biasanya berperan seperti “selimut” penahan panas tidak banyak terbentuk. Akibatnya, suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih rendah.

BMKG juga pernah menjelaskan bahwa fenomena suhu dingin menjelang puncak musim kemarau pada Juli–Agustus, dan kadang bisa sampai September, disebabkan oleh Angin Monsun Australia yang bertiup menuju Asia melewati wilayah Indonesia. Angin ini bersifat kering dan hanya membawa sedikit uap air, terutama saat malam ketika suhu mencapai titik minimum.

Karena itu, rasa dingin yang menusuk di Tasikmalaya bukan semata-mata karena angka suhu turun, tetapi juga karena udara lebih kering, langit lebih terbuka, dan embusan angin membuat tubuh lebih cepat kehilangan rasa hangat.

Tasikmalaya Punya Faktor Topografi

Selain faktor angin musim, karakter wilayah Tasikmalaya juga membuat udara malam terasa lebih dingin. Tasikmalaya bukan wilayah dataran rendah murni. Sebagian kawasan berada di dataran sedang hingga daerah yang lebih tinggi, terutama di wilayah Kabupaten Tasikmalaya bagian utara dan sekitar kaki gunung.

Data prakiraan BMKG untuk Kota Tasikmalaya pada 1–10 Juli 2026 menunjukkan sejumlah kecamatan berada pada rentang suhu bawah sekitar 18–19 derajat Celsius pada beberapa hari prakiraan. Di Cihideung, Cipedes, dan Tawang, misalnya, BMKG menampilkan rentang suhu yang turun hingga kisaran 18–19 derajat Celsius pada akhir periode prakiraan.

Di Kabupaten Tasikmalaya, suhu di beberapa kecamatan bahkan diprakirakan lebih rendah. BMKG menampilkan sejumlah kawasan seperti Sariwangi, Sukaratu, Cisayong, Sukahening, Ciawi, Kadipaten, hingga Pagerageung berada pada rentang bawah sekitar 15–18 derajat Celsius hingga 16–17 derajat Celsius pada periode prakiraan tertentu.

Sementara itu, untuk Ciamis, laman BMKG pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 16.50 WIB mencatat suhu 23 derajat Celsius, kelembapan 89 persen, dan angin dari arah timur dengan kecepatan 4,6 kilometer per jam. Dalam prakiraan per jam, suhu Ciamis juga terlihat turun ke kisaran 19–21 derajat Celsius pada sejumlah jam malam hingga dini hari.
Itulah sebabnya, warga Tasikmalaya dan Ciamis bisa merasakan udara lebih dingin, meski secara meteorologi kondisi tersebut belum tentu masuk kategori ekstrem. Untuk tubuh yang terbiasa dengan suhu harian lebih hangat, penurunan ke kisaran belasan derajat pada malam atau dini hari sudah cukup membuat badan menggigil.

Cuaca Dingin Ini Sampai Kapan?

Untuk jangka pendek, rasa dingin malam hingga pagi di Tasikmalaya dan sekitarnya masih berpeluang terasa dalam beberapa hari ke depan. Prakiraan tujuh hari menunjukkan Kota Tasikmalaya masih berada pada suhu minimum sekitar 18–21 derajat Celsius, sedangkan Ciamis berada pada kisaran minimum sekitar 20–23 derajat Celsius.

Untuk jangka musim, kondisi dingin seperti ini berpotensi masih terasa selama fase kemarau berlangsung, terutama menjelang dan saat puncak kemarau. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli hingga September 2026.

Khusus Jawa Barat, BMKG menyebut sebagian besar wilayah memasuki musim kemarau pada Mei hingga Juni 2026, dengan puncak kemarau umumnya terjadi pada Agustus dan sebagian wilayah berlanjut hingga September. Curah hujan juga diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan sifat hujan di bawah normal atau lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.

Dengan demikian, udara dingin malam hingga subuh di Tasikmalaya dan sekitarnya kemungkinan masih akan terasa setidaknya sepanjang Juli hingga Agustus 2026, dan pada sebagian wilayah bisa berlanjut hingga September. Intensitasnya bisa naik turun tergantung tutupan awan, kelembapan, kecepatan angin, dan kondisi lokal setiap wilayah.

Bagi warga, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap berlebihan, tetapi tetap perlu diantisipasi. Gunakan jaket saat keluar malam, kurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, jaga tubuh tetap hangat, dan perhatikan anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Sebab angin dingin musim kemarau ini memang tidak selalu datang keras. Kadang ia datang pelan-pelan, tapi tahu-tahu sudah bikin tangan masuk kantong dan badan minta pulang. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Tiga Wisatawan Hilang di Pantai Karangpapak, Berawal dari Upaya Menolong Teman

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Suasana wisata di Pantai Karangpapak Santolo,...

Pabrik Uang Palsu di Tasikmalaya Terbongkar, Warga Tak Pernah Curiga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah usaha percetakan di kawasan Cipedes,...

Air Bersih Pangandaran: BPBD Salurkan 5.000 Liter ke 75 Warga Batukaras

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Distribusi air bersih Pangandaran berlanjut di tengah musim...

Penertiban PKL Dadaha Dijadwalkan 26 Agustus, Tenggat Pengosongan Berakhir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penertiban PKL Dadaha di area jogging track...

Oknum Aparat dan Ormas Diduga Bekingi Miras di Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten...

JAWA BARAT

Ceceran Minyak Karawang Ditemukan di Dua Pesisir, PHE ONWJ Tak Temukan Kebocoran Fasilitas

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Temuan ceceran minyak Karawang dilaporkan di perairan Tanjungpakis...

PSEL Kota Bekasi Dijadwalkan Groundbreaking 26 Agustus, Ditargetkan Rampung 18 Bulan

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pembangunan PSEL Kota Bekasi dijadwalkan memasuki tahap...

Skuad Persib 2026/2027 Berisi 32 Pemain, 12 Legiun Asing untuk Empat Kompetisi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Persib Bandung memperkenalkan skuad Persib 2026/2027 yang...

Dana BOP Rp2,5 Miliar, Siswa Aktif Ternyata Hanya Hitungan Jari

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Ada yang janggal dalam penyaluran...

Harpernas 2026, Rumah Layak Huni Indramayu Tertinggi di Jabar; 2.200 Rutilahu Ditargetkan Dibedah

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpernas), Selasa, 25 Agustus...

Perubahan RKPD Purwakarta 2026 Berlaku, Jadi Acuan Penyusunan APBD Perubahan

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA.  Perubahan RKPD Purwakarta 2026 tercatat sebagai salah...

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Olahraga

Popular Categories